Angkot, Kawan Baik Masyarakat Indonesia

Setiap masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dan pedesaan yang memiliki jalan raya pasti mengenal angkot atau angkutan kota. Kendaraan ini merupakan moda transportasi yang merakyat dikarenakan semua lapisan masyarakat bisa dipastikan pernah menaikinya. Macam-macam warna angkot, disesuaikan dengan wilayah, trayek atau jurusannya.

Angkot D05 jurusan Bojonggede-Depok

Angkot D05 jurusan Bojonggede-Depok

Masyarakat banyak menggunakan angkot karena merupakan sarana transportasi yang murah, dapat menjangkau jarak yang dekat hingga jauh, mudah jika membawa banyak barang, tidak mengenal waktu (bahkan di beberapa daerah seperti di tempat saya tinggal angkot jurusan Bogor-Bojonggede beroperasi 24 jam), bisa disewa dan lain sebagainya. Menjadi sopir angkot pun menjadi pilihan sebagian orang, mulai dari anak muda yang baru bisa mengendarai mobil sampai kakek-kakek yang hampir uzur. Bahkan saya pernah menemui sopir angkot yang masih berusia remaja SMP yang belum tentu punya SIM. Sopir-sopir ini biasanya disebut sopir tembak.

Dibalik manfaat yang dirasakan dari adanya angkot, ada juga beberapa permasalahan baru karena angkot. Pertama, yang belum lama ini ramai diberitakan adalah peristiwa pemerkosaan yang terjadi diangkot. Hal ini tentu sangat meresahkan bagi kaum wanita. Angkot yang seharusnya memberikan solusi aman di jalan, sekarang menjadi semacam ancaman tersendiri bagi para wanita yang sendirian saat bepergian. Pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan baru, yakni para sopir angkot wajib mengenakan seragam dan tanda pengenal serta melarang penggunaan kaca film di kaca jendela angkot. Pemerintah pun menghimbau agar tidak menumpang angkot yang sopirnya tanpa seragam dan tanda pengenal. Namun, peraturan ini tidaklah efektif.

Angkot D05 jurusan Bojonggede-Depok

Angkot D05 jurusan Bojonggede-Depok

Sopir angkot bukanlah tentara yang memiliki rasa disiplin tinggi, juga bukan guru yang senang memberikan contoh kalau seragam rapi itu indah. Sering kali kita lihat sopir angkot menjadikan kemeja seragamnya tidak lebih seperti handuk penyeka keringat. Apalagi sopir-sopir tembak yang sudah tentu tidak punya seragam. Sulit sekali rasanya menertibkan sopir angkot.

Masalah berikutnya yang ditimbulkan angkot adalah kemacetan. Sering terjadi sopir angkot memarkirkan kendaraannya di tepi jalan sempit yang banyak dilewati kendaraan lain. Kadang trotoar pun dijadikan tempat “ngetem” untuk menunggu penumpang. Hal ini menyebabkan pejalan kaki harus berjalan di jalanan yang ramai kendaraan. Penyebab lain tersendatnya lalu lintas akibat angkot adalah adanya sopir angkot yang dengan seenaknya memutar kendaraannya di tengah jalan yang bukan putaran atau U-Turn atau berhenti tiba-tiba untuk menaikan penumpang. Hal ini sangat mengganggu pengguna jalan lain. Mungkin Anda pernah merasakan saat sedang asyik berkendara tiba-tiba ada angkot yang memutar atau berhenti mendadak. Jika memberikan sinyal seperti lampu sein kita bisa memperlambat kendaraan lebih awal. Tapi, kadang ada sopir angkot yang berputar seenaknya atau berhenti mendadak untuk menaikan penumpang tanpa memberikan tanda. Kalau sudah begitu yang terjadi adalah rem mendadak dan jika tersendatnya lalu lintas otomatis yang terdengar adalah klakson yang memekakan telinga.

Hal lain yang menjadikan angkot berbahaya bagi pengguna jalan lainnya terutama pengendara roda dua adalah saling berebut penumpang ditengah-tengah ramainya lalu lintas jalan. Sering terjadi angkot kebut-kebutan, menyalip pengendara roda dua dari sebelah kiri tanpa memberikan klakson atau memepet pemotor hingga hampir menyerempet spion untuk mendahului agar dapat lebih dulu berebut penumpang. Bayangkan jika pemotor yang didahului kaget akibat disalip, maka bisa terjadi kecelakaan.

Sebagai penumpang angkot pun sebaiknya kita memberhentikan angkot dengan bijaksana. Berhentikanlah angkot ditempat yang telah disiapkan jika tersedia atau berhentikanlah angkot ditempat yang tidak akan membuat kemacetan atau mengganggu perjalanan pengguna jalan lain.

Semasa RiderAlit kuliah, hal paling mengesalkan saat menumpang angkot adalah diturunkan ditengah perjalanan. Sopir angkot kadang seenaknya menurunkan penumpang saat kendaraan mulai sepi penumpang dan jarak perjalanan masih jauh. Bayangkan, saat malam-malam Anda pulang menumpang angkot kemudian hanya Anda sendiri yang menumpang lalu si sopir dengan basa-basi memaksa Anda turun dengan masih meminta bayaran. Sangat menjengkelkan bukan.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menjelek-jelekan sopir angkot manapun atau sopir kendaraan umum lainnya. Karena walau bagaimanapun, angkot sangat membantu masyarakat. RiderAlit pun lebih senang menggunakan kendaraan umum jika harus bepergian jarak jauh. Harapan kedepannya adalah kita semua dapat menikmati transportasi umum yang aman, nyaman, memadai dan tepat waktu. Hal ini hanya bisa dimulai dari kesadaran kita sebagai pengguna sarana transportasi, sopir angkutan umum dan pemerintah sebagai pengatur dan penyedia sarana transportasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s