Knalpot After Market, Keren Tapi…

Teman-teman, berbagai macam modifikasi bisa kita lakukan pada kendaraan kesayangan kita. Bagi pengendara roda dua khususnya, modifikasi bisa dilakukan mulai dari yang sederhana seperti mengganti warna body dengan airbrush atau scotlet sampai pada modifikasi ekstrem seperti mengubah sasis atau mesin. Semua dilakukan agar tunggangan kita bisa tampil menarik, unik, menambah performa sehingga membuat pengendaranya “sreg” dengan tunggangannya.

Knalpot After Market

Knalpot After Market

Bagi yang senang dengan tampilan a la motor balap atau drag race, pasti mengenal yang namanya knalpot racing atau knalpot after market atau “knalpot bobokan”. Konon, dengan mengganti knalpot standar pabrikan dengan knalpot racing bisa membuat lari kendaraan kita lebih kencang. Selain itu, bagi sebagian anak muda (seperti RiderAlit 🙂 ) atau orang tua berjiwa muda suara knalpot racing yang bergema itu keren, macho dan sangar heuheu…

Tapi, kerennya knalpot racing itu harus dibayar dengan harga yang mungkin tidak murah, walau harga knalpot racing itu sendiri sudah tidak murah. Ada harga lain yang harus dibayar, teman-teman. Apakah itu?

Pertama, suara knalpot racing yang bergema dan membahana itu mungkin keren bagi kita. Tapi belum tentu bagi orang lain yang mendengarnya. Jangan pernah menarik gas sekencang-kencangnya, apa lagi di malam hari, kalau motor teman-teman menggunakan knalpot racing dan kebetulan lewat daerah perkampungan. Minimal ditegur orang atau dicaci maki. Mungkin orang lain tidak ada yang menegur kita, tapi di dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka mengutuki kita. Bayangkan, ada seorang tetangga Anda yang sedang sakit (sakit gigi misalnya), lalu Anda lewat dengan menggeber  gas sampai suara knalpot naik sampai ke oktaf paling tinggi heuheu… Anda mungkin puas, tetapi tetangga Anda yang sedang sakit gigi pasti sakit hati pula. Bukankah lebih baik sakit gigi daripada sakit hati heuheuheu… Lalu, tetangga Anda dengan pasrahnya, karena sedang sakit, menyumpahi Anda. Teman-teman, sumpah itu bisa menjadi doa, dan salah satu doa yang dikabulkan Allah SWT adalah doa orang-orang yang teraniaya. Seremkan, teman-teman. Ya, kalau tetangga kita menyumpahi motor kita berubah menjadi mobil pasti kita senang heuheu 🙂 . Tapi kalau misalnya dia menyumpahi dengan sesuatu yang mengerikan, celaka di jalan misalnya, aduh jangan sampai terjadi deh, teman-teman.

Kedua, kalau motor yang kita tunggangi adalah motor kecil kemudian kita ganti knalpotnya dengan knalpot racing, sebetulnya hal ini hanya mempermalukan kita sendiri. Lho koq bisa? Bisa. Begini ilustrasinya. Anda sedang mengendarai motor kesayangan Anda yang cuma 100 cc, lalu di depan Anda ada pengendara lain dengan moge sungguhan sedang berjalan santai. Lalu dengan pongahnya Anda menggeber knalpot Anda mendahului si moge. Si pengendara moge tidak akan mengejar Anda, tapi di dalam hatinya mungkin dia berkata, “Motor butut aja kebut-kebutan. Udah knalpot kaya kaleng rombeng. Dasar alay!” Nah, lho. Cuma karena knalpot saja kita sudah dianggap remeh. Paman saya pernah bilang kalau motor itu tidak perlu nyaring, tapi tiba-tiba bisa menyalip kendaraan di depannya dengan nyaris tak terdengar 🙂 .

Ketiga, harga yang harus dibayar jika menggunakan knalpot racing adalah membayar denda tilang dan dipermalukan oleh polisi lalu lintas di depan pengendara lain. Hal ini pernah dialami oleh teman RiderAlit belum lama ini. Saat itu teman RiderAlit ingin menuju SMK Negeri 3 Bogor untuk sebuah acara sebagai wali murid. Setelah berbelok di depan Plaza Jambu Dua menuju jalan Pajajaran, tiba-tiba dia diberhentikan oleh polisi lalu lintas. Akhirnya teman RiderAlit pun berhenti, karena kalau mau lari pun tidak bisa. Jelas, motor teman RiderAlit itu cuma bebek 110 cc sementara pak polisinya pakai motor 200 cc. Setelah diusut teman RiderAlit itu ditilang karena motornya menggunakan knalpot racing. Dan sebagai informasi untuk teman-teman semua, polisi lalu lintas di kota Bogor itu tidak suka diajak “damai”. Suka tidak suka, SIM teman RiderAlit itu ditahan dan dia harus menjalani sidang di jalan Pengadilan, Bogor. Jadi, kalau nanti teman-teman ingin berkunjung ke kota Bogor, pastikan teman-teman tidak menggunakan knalpot racing. Polisi kota Bogor anti knalpot racing.  Malukan ditonton oleh pengendara lain saat polisi menilang kita 🙂 .

Memodifikasi kendaraan kita memang menyenangkan, terlebih bagi mereka yang memang menggemarinya. Tapi usahakan modifikasi yang kita lakukan tidak melanggar peraturan dan mengganggu orang lain. Kalau mau mengganti knalpot standar dengan knalpot racing, maka carilah knalpot racing yang senyap heuheu… 🙂 . Semoga berguna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s