RiderAlit dan Si Putih Diseruduk di Depan Halte Kampus IISIP

Jalan Lenteng Agung

Pertigaan Jalan Raya Lenteng Agung (bukan foto saat kejadian). Disinilah RiderAlit dan Si Putih ditabrak.
Sumber: http://www.tmcmetro.com/news/2011/05/jl.-raya-lenteng-agung-pasar-minggu-ramai-lancar

Hari ini, Sabtu, 16 Februari 2013 RiderAlit dan Si Putih mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakan. Sabtu ini RiderAlit berangkat dari rumah menuju kantor tempat RiderAlit bekerja yang terletak di jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Sudah beberapa hari RiderAlit memang bertugas di Dewi Sartika.

Berangkat dari rumah kira-kira pukul enam kurang lima belas menit pagi hari. RiderAlit memang bersiap-siap berangkat lebih pagi dengan harapan dapat sampai di kantor lebih awal, walau RiderAlit tahu Sabtu pagi jalanan tidak seramai hari kerja biasa. Bisa lebih santai mengendarai Si Putih. Sejak berangkat hati RiderAlit gundah, mau lewat Jalan Raya Bogor atau lewat Pasar Minggu. Akhirnya sesampai di lampu merah jalan Tegar Beriman, komplek perkantoran Pemda, RiderAlit putuskan untuk belok kiri. RiderAlit putuskan untuk lewat Depok dan Pasar Minggu.

Singkat cerita, perjalanan berjalan lancar karena memang hari Sabtu pagi jalanan lebih lenggang. Kemacetan baru RiderAlit alami di depan Stasiun Lenteng Agung, tapi selepasnya jalanan kembali lancar. Kira-kira sepuluh meter menuju halte kampus IISIP RiderAlit melihat beberapa anak sekolah menyeberang jalan dari sebelah kanan menuju halte tersebut sambil melambai-lambaikan tangan, tanda agar kendaraan yang lewat agar memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyeberang. RiderAlit pun menarik-narik tuas rem depan dan menginjak rem belakang agar Si Putih melambat.

Beberapa saat kemudian Si Putih pun melambat dan akhirnya berhenti. RiderAlit sempat melihat ada pengendara motor lain di samping kanan ikut berhenti. Namun, tiba-tiba dari belakang RiderAlit mendengar suara teriakan seorang laki-laki. Sesaat kemudian, yang sempat RiderAlit ingat hanyalah RiderAlit sedang mengerem motor kemudian memperhatikan Si Putih tergeletak melintang di pinggir jalan depan halte kampus IISIP.

RiderAlit shock, hanya berdiri mematung memandangi kerumunan kendaraan lain yang sempat terhenti. Beruntung, seorang anak laki-laki dengan seragam sekolah putih abu-abu mendirikan kemudian meminggirkan Si Putih dan menuntunnya ke RiderAlit. RiderAlit yang masih tersentak tidak bisa berkata apa-apa saat anak sekolah tersebut mengembalikan Si Putih. RiderAlit hanya bisa tersenyum sambil mengatur napas. Anak tersebut pun tersenyum. Dalam hati RiderAlit berterimakasih padanya, yang dengan sigap meminggirkan Si Putih agar kendaraan lain bisa lewat.

Akhirnya RiderAlit kembali tersadar. Buka kaca helm, lalu RiderAlit lihat orang yang menabrak Si Putih. Orangnya tinggi gemuk, usianya kira-kira menjelang lima puluh tahun. Entah mengapa, RiderAlit hanya tersenyum sinis melihatnya. RiderAlit tanya orang itu, “Bapak kenapa, pak? Bapak kenapa, pak? Saya tadi rem motor saya karena ada anak sekolah mau nyebrang…” Namun, RiderAlit lihat sepertinya bapak itu juga shock, dia tidak berkata apa-apa. Ketika ditanya, bapak itu hanya bisa mengangguk-nganggukan kepala sambil kembang-kempis napas di dadanya. Dia sempat menatap dan memegang pundak RiderAlit.

Ternyata beberapa meter di depan, RiderAlit lihat motor bapak-bapak itu sudah ada yang meminggirkan. Motornya bebek cub warna hitam dengan body yang sudah dilepas sepertinya, karena rangkanya terlihat. RiderAlit bingung, kalau dia menabrak dari belakang kenapa motornya ada beberapa meter di depan RiderAlit. Mungkin sempat tergelincir saat menabrak Si Putih.

Dalam hati RiderAlit bersyukur tidak terjadi apa-apa pada badan RiderAlit. RiderAlit hanya merasakan sakit seperti lecet di lutut dan betis kiri. RiderAlit masih bisa berdiri tegak. Kembali RiderAlit bingung kenapa yang diingat hanya saat terdengar teriakan dan saat berdiri memandangi kerumunan kendaraan lain. Alhamdulillah, segala puji kepada Allah SWT yang telah melindungi RiderAlit.

Saat itu ada bisikan dalam hati bahwa seharusnya RiderAlit marah pada orang yang telah menabrak itu. Tapi yang terjadi RiderAlit hanya bisa tersenyum sinis saat memandangi orang itu. Sisi lain dalam hati RiderAlit mengatakan untuk mengasihani orang itu. Mungkin dia mengantuk saat itu, karena waktu diperhatikan mukanya, mata bapak itu terlihat sembab seperti kurang tidur. RiderAlit biarkan dia melaju lebih dulu. RiderAlit memeriksa keadaan Si Putih di pinggir jalan.

Kembali RiderAlit bersyukur. Subhanallah, tadi RiderAlit lihat Si Putih itu tergeletak melintang di jalan. Tapi setelah diperiksa tidak ada lecet-lecet satu pun pada bodynya akibat hantaman atau gesekan aspal. Cuma stang kiri yang lecet, pijakan kaki depan (foot step) sebelah kiri yang sobek karetnya dan tergerus besinya karena mungkin bergesekan dengan aspal, cover plat nomor belakang yang pecah serta spion kiri yang lecet-lecet. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Mesin Si Putih pun dalam keadaan mati. Ketika RiderAlit nyalakan kunci kontaknya, terlihat indikator gir ada di angka 1. RiderAlit netralkan dan pinggirkan kembali Si Putih. RiderAlit tengok kebelakang ada ceceran bensin di tempat Si Putih tadi tergeletak.

Dengan napas masih tersengal RiderAlit starter kembali Si Putih. Sepanjang perjalanan itu RiderAlit terus berdoa agar dapat sampai di kantor dengan selamat. Sesampai di kantor, langsung RiderAlit absen dan menanyakan seorang teman tentang P3K. RiderAlit butuh balsem untuk mengurut kaki kiri dan antiseptik untuk lecet-lecet di lutut. Alhamdulillah, ternyata di lantai 4 ada kotak P3K. Langsung RiderAlit minta Beta**ne dan balsem tersebut.

Sepanjang pagi itu di kantor RiderAlit tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan. Semoga nanti saat pulang tidak terjadi apa-apa karena RiderAlit tahu perjalanan Sabtu siang dari Jakarta ke arah Bogor pasti macet di wilayah Margonda, Depok.

Akhirnya RiderAlit pulang. Alhamdulillah, RiderAlit kembali pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan bisa menceritakan apa yang dialami tadi pagi di blog ini. Hikmah dari peristiwa ini adalah jalan yang lancar belum tentu aman, kalau tidak hati-hati kecelakaan tetap bisa terjadi dimana saja. Selain itu, sebaiknya jangan mengemudikan kendaraan saat mengantuk karena bukan saja berbahaya bagi diri Anda sendiri, tetapi juga bahaya bagi orang lain.

Foot step

Foot step kiri Si Putih yang sobek karena tergerus aspal saat jatuh ditabrak.

Handgrip kiri

Handgrip kiri Si Putih tergores-gores aspal.

Cover plat nomor

Cover plat nomor belakang yang pecah karena jatuh saat ditabrak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s