Sirene yang Membantu Pejalan Kaki

Sebuah KRL Commuter Line tujuan Jakarta tiba di Peron 2 stasiun Bojonggede

Sebuah KRL Commuter Line tujuan Jakarta tiba di Peron 2 stasiun Bojonggede

Hari ini RiderAlit masuk sore di kantor. Cuaca mendung disertai gerimis mewarnai pagi hingga siang saat akan berangkat kerja. Khawatir terjadi hujan deras di jalan, RiderAlit putuskan untuk menggunakan KRL. Untuk sementara Si Putih RiderAlit istirahatkan. Musim hujan seperti ini memang saat-saat yang tidak ramah bagi pengendara motor. Peluang terjadinya kecelakaan bagi pengendara motor lebih besar saat musim hujan. Jadi, karena harus menjaga kesehatan RiderAlit dan juga kesehatan Si Putih, maka RiderAlit putuskan beberapa hari ke depan untuk berganti moda transportasi.

Pemandangan di salah satu peron stasiun Bojonggede yang sedang diperbarui

Pemandangan di salah satu peron stasiun Bojonggede yang sedang diperbarui

Berangkat dari stasiun Bojonggede jam satu lebih sepuluh menit, RiderAlit menumpang KRL ekonomi jurusan Bogor-Jakarta Kota. Alhamdulillah, KRL ekonomi yang biasanya penuh sesak di pagi hari, khususnya hari kerja, siang ini agak senggang. Memang, pengguna KRL agak berkurang di siang hari karena jarangnya orang yang berangkat kerja atau sekolah siang-siang. RiderAlit pun berkesempatan duduk sampai di stasiun Pasar Minggu.

Kira-kira empat puluh lima menit di KRL, akhirnya tiba di stasiun Kalibata. Dengan menumpang mikrolet M16 RiderAlit melanjutkan perjalanan menuju jalan Dewi Sartika. Suasana jalan dari stasiun Kalibata melewati flyover jembatan Pelangi sangat lancar. Arus kendaraan menjadi agak ramai setelah melewati pertigaan lampu merah dari arah Cililitan menuju Dewi Sartika.

Sampailah RiderAlit di depan gedung kantor tempat saya bekerja. Dengan ramainya lalu lintas, RiderAlit menunggu agar kendaraan menjadi lebih sepi. Cuma ada yang berbeda dari biasanya saat hendak menyeberang. Ketika banyak pejalan kaki lain hendak menyeberang, terdengar sirene, “Tuut… Tuut… Tuut…” Suaranya agak nyaring walau tidak mengganggu telinga, sehingga siapa pun pasti mendengar, baik pejalan kaki, sopir angkutan umum, pengendara motor dan mobil. Saat sirene terdengar, terlihat kendaraan-kendaraan yang melintas melambatkan lajunya dan berhenti. Kami pun bisa menyeberang dengan tenang.

Suara sirene pun berhenti saat kami sampai di seberang jalan. Hm… menggunakan sirene sebagai tanda bahwa banyak pejalan kaki hendak menyeberang merupakan ide yang sangat bagus. Selain zebra cross, sirene merupakan isyarat agar kendaraan memberikan kesempatan pada pejalan kaki untuk menyeberang. Memang, zebra cross saja kurang efisien dalam membantu pejalan kaki untuk menyeberang. Hal ini dikarenakan pengendara kendaraan bermotor tidak mengetahui tanda apapun saat banyak pejalan kaki yang akan menyeberang. Sering terjadi kendaraan bermotor tetap melaju kencang saat banyak pejalan kaki menyeberang.

Penggunaan sirene untuk memberikan tanda bahwa ada pejalan kaki hendak menyeberang merupakan ide yang cerdik. Mudah-mudahan, hal ini bisa membantu pejalan kaki dan mengurangi kecelakaan lalu lintas. Ini suatu hal yang patut diapresiasi. Mungkin penggunaan sirene ini harus diterapkan juga di wilayah Margonda, Depok dan sekitarnya. Dikarenakan sulitnya pejalan kaki di jalan Margonda untuk menyeberang akibat arus lalu lintas yang sangat ramai. Mungkin daripada membangun jembatan penyeberangan yang mahal, sirene bisa menjadi solusi yang cerdas untuk membantu pejalan kaki. Semoga pemerintah kota Depok bisa segera meniru ide penggunaan sirene ini 🙂 .

Sebuah mikrolet hendak menepi untuk menaikan penumpang di jalan Dewi Sartika

Sebuah mikrolet hendak menepi untuk menaikan penumpang di jalan Dewi Sartika

Suasana arus kendaraan di jalan Dewi Sartika dari arah Kampung Melayu saat malam hari

Suasana arus kendaraan di jalan Dewi Sartika dari arah Kampung Melayu saat malam hari

Jalan Dewi Sartika di malam hari

Jalan Dewi Sartika di malam hari

Pemandangan Cawang di malam hari dari atap gedung tempat RiderAlit bekerja

Pemandangan Cawang di malam hari dari atap gedung tempat RiderAlit bekerja

Pemandangan peron tujuan Bogor di stasiun Kalibata

Pemandangan peron tujuan Bogor di stasiun Kalibata

Photo-0028

Seorang penumpang menunggu kereta arah Jakarta/Tanah Abang di stasiun Kalibata

Penumpang KA di peron arah Pasar Minggu/Bogor

Penumpang KA di peron arah Pasar Minggu/Bogor

Kosongnya KRL ekonomi tujuan Jakarta di malam hari

Bandingkan kosongnya KRL ekonomi tujuan Jakarta di malam hari dengan KRL ekonomi di pagi hari 😦

Sebuah Commuter Line tujuan Bogor tiba di stasiun Kalibata

Sebuah Commuter Line tujuan Bogor tiba di stasiun Kalibata

Penumpang di Commuter Line tujuan Bogor

Penumpang di Commuter Line tujuan Bogor

Seorang wanita berlari masuk ke Commuter Line tujuan Bogor, takut tertinggal :-)

Seorang wanita berlari masuk ke Commuter Line tujuan Bogor, takut tertinggal 🙂

Seperti ini suasana di KRL ekonomi tujuan Bogor saat malam hari

Seperti ini suasana di KRL ekonomi tujuan Bogor saat malam hari

Di salah satu sudut KRL ekonomi tujuan Bogor :-)

Di salah satu sudut KRL ekonomi tujuan Bogor 🙂

Rata-rata penumpang kelas ekonomi sudah melek gadget. Ngampar? Enjoy aja, selama gadget di tangan :-)

Rata-rata penumpang kelas ekonomi sudah melek gadget. Ngampar? Enjoy aja, selama gadget di tangan 🙂

Ngantuk ya, mba :-)

Ngantuk ya, mba 🙂

Iklan

2 thoughts on “Sirene yang Membantu Pejalan Kaki

  1. hi rideralit.wordpress.com admin discovered your blog via Google but it was hard to find and I see you could have more visitors because there are not so many comments yet. I have found website which offer to dramatically increase traffic to your site http://explosive-web-traffic.com they claim they managed to get close to 4000 visitors/day using their services you could also get lot more targeted traffic from search engines as you have now. I used their services and got significantly more visitors to my site. Hope this helps 🙂 They offer most cost effective services to increase website traffic at this website http://explosive-web-traffic.com
    To your success your friend
    Margaret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s