Bebek Tanpa Standar Samping Adalah Bebek Canggih

Suzuki Shooter 115 FI

Suzuki Shooter 115 FI

Teman-teman mungkin ada yang masih ingat saat Yamaha meluncurkan New Vixion Lightning (NVL). Saat itu peluncuran NVL menjadi berita menarik tidak hanya karena saingan terdekatnya juga meluncurkan sepeda motor sport yang desainnya meniru Vixion tapi juga karena Yamaha Indonesia meluncurkan dua versi NVL. Versi NVL yang tanpa kick starter dan versi yang menggunakan kick starter. Tentu versi dengan kick starter dibanderol dengan harga yang lebih mahal beberapa ratus ribu rupiah daripada yang tanpa kick starter. Yamaha beranggapan bahwa kick starter pada NVL hanya sebagai aksesoris, fungsi utama untuk menyalakan si kuda besi ada pada electric starter. Motor dengan kick starter dianggap tidak canggih. Padahal tidak semua biker Indonesia berpandangan demikian. Kick starter sangat berperan saat akumulator (aki) tidak berfungsi untuk menyalakan mesin.

Nah, langkah Yamaha menjadikan komponen penting seperti kick starter sebagai aksesoris juga ditiru oleh pabrikan motor Jepang lain. Kali ini Suzuki menjadikan standar samping (side stand) sebagai aksesoris pada versi ekonomis bebek baru yang mereka luncurkan, Shooter 115 FI. Yah, pengguna harus membelinya di dealer Suzuki jika ingin menggunakan standar samping. Hal ini mungkin dilakukan Suzuki untuk menekan biaya produksi yang pada akhirnya harga jual si bebek lebih murah dibandingkan bebek-bebek lain buatan pabrik tetangga demi meraih market share yang lebih luas. Maklumlah, spesies bebek ini dibanderol dengan harga dibawah 12 juta rupiah. Tapi kalau ada produsen sepeda motor lain tetap memberikan standar samping pada bebek buatan mereka dengan rentang harga yang tidak jauh berbeda, kenapa Suzuki tidak? Mungkin karena adanya fitur unggulan seperti sistem pengkabut bahan bakar injeksi yang tidak digunakan pada produk sekelas sehingga Suzuki masih bisa beralasan produk ini tetap memiliki nilai lebih walau tanpa standar samping.

Kita semua tahu, standar samping sangat berguna saat si bebek hendak diparkir. Sebelum standar tegak digunakan, biasanya biker menyemplakan standar samping dulu, baru standar tegak digunakan. Atau ketika kita terburu-buru parkir, standar samping selalu yang pertama digunakan.

Akankah komponen-komponen penting lain juga dijadikan aksesoris sehingga penggunanya harus membayar lebih saat ingin memilikinya? Padahal komponen tersebut adalah hak yang seharusnya diterima seorang pembeli saat membeli sepeda motor. Mungkin suatu hari headlamp, sein, spion juga akan dijadikan aksesoris. Motor sampeyan mau pakai spion? Wani piro? Heuheuheu… šŸ™‚

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s