Motor Sering Kehujanan Harus Sering Melumasi Rantai

Senin, 5 Mei 2013, RiderAlit membawa Si Putih berangkat kuliah. Perjalanan terasa lancar sampai di daerah Pondok Rajeg. Saat berusaha mendahului angkot, tiba-tiba muncul suara keras seperti besi diketuk dari bagian bawah sekitar gir depan. RiderAlit sempat kaget, mungkin standar tengah kendur hingga mengenai aspal atau ada batu yang terpental mengenai bagian bawah mesin.

Sampai di jalan Margonda, saat sedang asyik-asyiknya menarik gas, tiba-tiba suara yang sama muncul kembali. RiderAlit semakin khawatir, jangan-jangan rantai bermasalah. Setelah itu RiderAlit tidak berani menarik gas dalam-dalam. Sampai di pelataran parkir kampus, RiderAlit coba periksa bagian rantai. Tapi tidak ada tanda-tanda rantai akan putus, saat rantai ditekan tetap dalam keadaan tegang. RiderAlit menyadari selama dua bulan ini Si Putih dipakai hujan-hujanan dan melibas jalan serta tanjakan-turunan berlubang di sekitar Kalimulya sampai Pondok Rajeg. Saat dilihat, rantai memang mengkilap, tidak ada oli atau pelumas menempel sedikitpun.

Saat pulang kuliah, RiderAlit tunggangi Si Putih pelan-pelan. Lagi-lagi suara keras seperti besi diketuk muncul. Cek di rumah rantai tetap dalam kondisi tegang. RiderAlit masih memberanikan diri menunggangi Si Putih untuk berangkat kerja hingga pulang malam. Mau naik KRL takut telat, lagi pula tidak efektif karena harus jalan kaki dan naik angkot dahulu ke stasiun Bojonggede.

Saat pulang kerja itulah suara seperti besi diketuk-ketuk muncul lebih sering dan keras. Sampai di rumah, RiderAlit periksa satu per satu mata rantai. Masya Allah, ternyata ada satu mata rantai yang patah di sisi dalam yang menghadap ban. Pantas saja tidak terlihat.

RiderAlit masih bersyukur karena rantai itu tidak putus kedua sisinya. Karena kalau sampai putus di jalan, RiderAlit harus mendorong Si Putih sampai di bengkel. Puji syukur kepada Allah SWT, RiderAlit masih dalam perlindungan-Nya. Karena putusnya rantai diketahui di rumah dan Si Putih masih bisa ditunggangi sampai ke rumah.

Keesokan harinya, saat RiderAlit hendak membawa Si Putih ke bengkel terdekat, ayahanda tercinta melarang. Katanya belikan saja rantai yang baru nanti beliau yang akan memasangnya. Akhirnya RiderAlit belikan rantai seharga 65 ribu rupiah. Karena masih ada satu set gir depan dan belakang baru yang belum terpakai, digantilah rantai dan gir Si Putih oleh ayahanda. Terima kasih ayah, budi baikmu tidak bisa RiderAlit ganti dengan apapun. Hanya doa yang bisa RiderAlit panjatkan kepada Allah SWT untuk kebaikan ayahanda.

Rantai putus mungkin karena RiderAlit tidak melumasinya. Jadi, kalau motor sobat sudah kering rantainya coba lumasi. Jangan sampai kejadian rantai putus ditengah perjalanan menimpa sobat semua. Semoga berguna.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s