Soto Mie dengan Latar Danau dan Gunung

Gambar

Spanduk Penerimaan Mahasiswa Baru STP Sahid

Memanfaatkan hari libur nasional yang jatuh pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2013 kemarin, RiderAlit beserta ibunda dan ayah tercinta menyempatkan diri mengunjungi kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid yang terletak di Jalan Kemiri 22, Pondok Cabe Pamulang, Jakarta Selatan. Berangkat kira-kira pukul 10:00 pagi, RiderAlit mengendarai Si Cantik Supra X dan bunda berboncengan dengan ayah mengendarai New Blade.

Rute yang kami tempuh pada saat berangkat melewati Sudimampir, Perumahan Billabong, Tonjong, Parung Hijau II hingga tembus di Jalan Raya Parung. Kondisi jalan mulai dari Tonjong hingga Parung Hijau II memang banyak yang rusak di beberapa titik. Namun kondisi tersebut tidak membuat perjalanan terasa membosankan karena disebelah kiri kami disuguhkan pemandangan danau-danau, atau masyarakat sekitar menyebutnya “situ”. Wilayah Sudimampir sampai Parung memang dataran rendah sehingga tidak jarang ditemui danau-danau.

Sampai di Jalan Raya Parung kondisi aspal memang mulus. Namun sayangnya baru beberapa kilometer riding santai, kondisi macet pun menghadang. Singkat cerita, RiderAlit pun melewati Jalan Raya Parung dan masih melaju di Jalan Jakarta-Bogor setelah melewati daerah Bojongsari dan Sawangan. Sampai di pertigaan terminal Pondok Cabe, kami berbelok ke kanan dimana terpampang plang bertuliskan STP Sahid di sebuah gedung. Akhirnya pencarian berakhir.

Gambar

Foto-Foto Halaman Depan STP Sahid

Gambar

Foto-Foto Halaman Depan STP Sahid

Gambar

Foto-Foto Halaman Depan STP Sahid

Gambar

Foto-Foto Halaman Depan STP Sahid

Kamipun berjalan-jalan di halaman kampus dan menanyakan beberapa informasi penting terkait penerimaan mahasiswa. Setelah puas dan mendapatkan informasi yang diinginkan, kamipun pulang. Rute perjalanan pulang diputuskan oleh ibunda RiderAlit agar melewati daerah perkampungan. Kami mengikuti jalan setapak yang cukup lebar untuk dilewati mobil mulai dari kampus menuju jalan Abdul Wahab.

Keluar jalan Abdul Wahab, kami mengarah ke perumahan Arco dan menuju Tajur Halang. Sepanjang perjalanan pulang sangat menyenangkan karena banyak pohon-pohon besar yang meneduhkan serta pemandangan gunung terhampar di depan mata. Terlebih lagi saat melewati Tajur Halang. Jalan yang sepi disertai pohon-pohon rindang dan aspal yang mulus menjadikan perjalanan pulang terasa berkesan. Cuma sebaiknya berhati-hati saat melewati Tajur Halang karena di jalan yang sepi biasanya rawan pembegalan pada malam hari.

Melewati Tonjong menuju arah Sudimampir, ibunda mengajak untuk singgah sebentar di Situ Kemuning. Danau ini merupakan danau alami menurut informasi dari warga sekitar. Luasnya awalnya 21 hektar, namun karena ada bagian danau yang ditimbun untuk perumahan oleh sebuah developer, luasnya sekarang tinggal 16 hektar saja. Hal yang menakjubkan di Situ Kemuning adalah pemandangan di sekeliling danau yang sangat asri disertai semilir angin sepoi-sepoi. Dikelilingi pohon-pohon besar dan persawahan nan permai. Jika dilihat ke arah selatan, nampak pemandangan Gunung Gede di Bogor. Tak akan puas rasanya memandang, sehingga RiderAlit pun betah berlama-lama memandangnya. Tawa canda anak-anak dan orang tua pun terlihat di tepian danau dekat “dermaga” perahu bebek 🙂 .

Tepi Situ Kemuning banyak dimanfaatkan warga untuk mengais rejeki. Tak heran banyak pedagang penganan di sini. Selain itu, untuk melengkapi keindahan objek wisata alam ada yang menyewakan perahu bebek untuk didayung menjelajahi danau. Ada juga beberapa orang yang memanfaatkannya untuk menyalurkan hobi memancing. Cocok untuk teman-teman yang ingin berwisata menghilangkan kepenatan bersama keluarga, khususnya anak-anak 🙂 .

Tidak lengkap jika mengunjungi Situ Kemuning tanpa menikmati soto mie Bang Udin. Kami pun memesan tiga porsi untuk dinikmati. Kelelahan selama perjalanan pun meluap bersama aroma nikmatnya soto mie dan pemandangan danau yang memanjakan mata. Enggan rasanya untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sebagai pencuci mulut, RiderAlit memesan es buah, minuman kesukaan RiderAlit. Puas rasanya menikmati hari libur ini. Akhirnya setelah dipaksa oleh ayahanda, RiderAlit pun melanjutkan perjalanan pulang. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat teman-teman semua yang mencari objek wisata alam di wilayah Bojonggede dan sekitarnya. Buat teman-teman yang berniat jalan-jalan ke sini tapi belum punya kesempatan, cukup nikmati dulu foto-foto yang sudah di-shoot dengan BB RiderAlit berikut ini 😀 .

Gambar

Pemandangan di Situ Kemuning

Gambar

“Dermaga” perahu bebek. Bebek yang ini cuma bisa berenang loh ya, jangan diajak drag atau tes top speed 😀 .

Gambar

Pemandangan di Situ Kemuning

Gambar

Narsis dulu, brother heuheu… 😀 .

Gambar

Suasana di Warung Tepi Danau

Gambar

Soto mienya maknyusss 😀 .

Gambar

Lelah pun larut bersama kuah soto mie ini heuheuheu 😀 .

Gambar

Es buah memang paling pas disandingkan dengan semilir angin sepoi-sepoi 😀 .

Gambar

Tunggangan ayahanda dan RiderAlit. Bebek ya enaknya dibakar, dipanggang atau buat teman jalan-jalan santai. Bukan buat balapan apalagi drag liar 😀 .

Iklan

2 thoughts on “Soto Mie dengan Latar Danau dan Gunung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s