Jalan-Jalan Sore

Tulisan ini terinspirasi dari warga satu kampung. Alkisah, ada seorang pemuda yang baru lulus SMA dan baru bekerja di sebuah SPBU. Dengan gaji yang didapatkan, si pemuda memberanikan diri untuk mencicil sebuah sepeda motor bebek. Selama tiga bulan si pemuda menikmati sepeda motornya. Lumayan berguna, sepeda motornya bisa digunakan untuk bekerja, jalan-jalan dan “nongkrong” bareng teman-teman. Status keluarga pun terangkat dimata warga sekampung, “Gini-gini gue naek motor, brur.”

Orang tua si pemuda cuma mengingatkan agar motornya tidak dipakai di jalan-jalan raya. Alasannya, belum punya SIM. Jarak antara rumah dengan SPBU tempat bekerjanya juga dekat dan “cukup aman” karena tidak pernah ada razia kepolisian setempat. Si pemuda punya adik laki-laki. Si adik, yang baru SMP, sering juga meminjam motor kakaknya. Untuk mainlah, beli bakso, atau sekedar jalan-jalan sore keliling kampung.

Pada suatu sore yang cerah, si adik meminjam motor kakaknya untuk jalan-jalan sore sebentar. Singkat cerita, ada dua orang laki-laki memberhentikan motornya. Tanpa banyak kata-kata, dua orang lelaki itu meminjam motornya. Si adik pun memberikannya dengan muka polos tanpa ada rasa curiga. * maklumlah, abegeh lugu gitu loh… 😀 *

Ilustrasi Begal Motor

Ilustrasi Begal Motor. “Pinjam motornya ya, Dik. Abang mau beli rokok dulu, nih.”
Sumber gambar: http://lampost.co/berita/hendak-panen-singkong-sepeda-motor-suroto-digasak-maling-

Si adik pun menunggu dua orang lelaki itu kembali. Beberapa lama kemudian, datanglah dua orang temannya menghampiri. * yang tentunya berboncengan naik motor matic khas abegeh gaul jaman sekarang *

“Wah, ngapain lo jongkok-jongkok disitu, brur?” tanya teman-temannya.

“Yoi, cuy. Gue nungguin motor gue nih. Tadi ada abang-abang minjem,” sahut si adik.

“Ah, muke gile lo, brur! Jalanan sepi kaya gini, lo maen pinjemin aje. Emang lo kenal orangnye?”

“Waduh…!” Baru sadarlah si adik.

Untung tak dapat raih malang tak dapat ditolak. Si adik harus kembali ke rumah dengan muka pucat dan sejuta rasa dalam dadanya * aduh lebaynya tulisan awak ni 😀 * Niat yang awalnya sekedar jalan-jalan sore, menjadi kemalangan. Dirinya baru sadar menjadi korban perampasan sepeda motor.

Orang tua si pemuda pun hanya bisa pasrah dan menyerahkan masalah ini pada kepolisian setempat. Namun, menurut kepolisian setempat, pihak leasing yang harus segera mengurus segala biaya dan urusan administrasi terkait perampasan motor ini. Korban perampasan hanya wajib melaporkan hal ini pada kepolisian untuk dibuatkan laporannya. Sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari pihak leasing yang terkait. * aiiih… gaya reporter awak ni ya *

Tinggalah hati si pemuda mengharu-biru meratapi kekasih hati sepeda motornya yang dicuri orang… And they live happily forever 😀 . The End.

/*

Insight dari peristiwa ini adalah…

Mampu membeli sepeda motor tidak berarti anda benar-benar mampu berkendara dengan aman dan selamat. RiderAlit tegaskan sekali lagi, MAMPU! Tidak hanya mampu secara ekonomi, mampu secara mentalitas dan emosional juga perlu untuk berkendara. Tidak dibenarkan juga memberikan izin berkendara pada anak dibawah umur dan tidak dibenarkan juga berkendara tanpa memiliki SIM.

*/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s