Gowes Campur Dorong

Memang tidak menyenangkan rasanya saat kita hendak menggunakan suatu alat tapi tiba-tiba alat tersebut tidak berfungsi. Itulah yang RiderAlit alami saat hendak gowes santai hari Minggu kemarin, 20 Oktober 2013. Siap-siap mengeluarkan sepeda jam 06 pagi, tapi baru didorong ke halaman terlihat ban depan kempes. Coba dipompa dengan pompa tangan tetap tidak bisa. Indikasi ban bocor ditandai dengan angin yang dipompa keluar lagi dari pentil ban.

Ikhtiar dengan mencoba mengganti pentil tidak membuahkan hasil. Mungkin bukan pentilnya yang bocor. Akhirnya RiderAlit dorong sepeda ke tempat tambal ban terdekat di perumahan Griya Yasa Lestari.  Setelah ban dalam dikeluarkan dan diperiksa, didapatilah kebocoran terletak di bagian pangkal/ujung pentil yang berhimpitan dengan karet ban. Tukang tambal bannya pun menyerah, tidak bisa menambal kebocoran seperti ini. Maklum, tambal ban tersebut sebenarnya bengkel yang biasa melayani sepeda motor, bukan bengkel khusus sepeda.

RiderAlit pun mendorong sepeda sambil mencari bengkel sepeda terdekat yang sudah mulai beroperasi. Cuaca lembab tidak menghalangi niat RiderAlit untuk terus gowes pagi. Alhamdulillah, ternyata sudah ada bengkel sekaligus toko sepeda yang sudah buka sepagi ini. Memang, burung orang yang bangun lebih pagi lebih banyak mendapat cacing rejeki 🙂 . Bengkelnya terletak dekat pintu perlintasan kereta api jalan Raya Bojonggede. Awalnya RiderAlit ditawarkan ban dalam seharga dua puluh lima ribu rupiah merk Kingland. Namun, si empunya toko juga menawarkan ban dalam merk United seharga tiga puluh lima ribu rupiah. Kata si pemilik toko, untuk mountain bike seperti yang RiderAlit pakai, orang-orang lebih memilih United. Karet ban yang lebih tebal dan kualitas diatas rata-rata jadi alasan. RiderAlit agak heran juga, ban dalam sepeda harganya mendekati harga ban dalam sepeda motor.

Ya sudah, RiderAlit akhirnya memilih United. Ada brand, ada kualitas berarti ada harga. Semoga awet heuheu 😀 . Sambil melihat ban dalam dipasang, ada biker lain yang juga ingin memperbaki sepedanya. Seorang ibu-ibu (ibu-ibu tapi ditulisnya seorang 😀 ) berseloroh, “Udah dua puluh tahun ni sepeda, bang. Dari saya masih gadis. Sayang kalau dijual.” Kemudian pemilik toko sebelah menimpali, “Wah, barang udah dua puluh tahun masih dipake aja, bu.” Si ibu pun tidak mau kalah. Kembali dijawabnya, “Keren, bang! Kalau orang-orang pasti udah dijual.” Yup, seperti itulah rasanya kalau kita memiliki sesuatu selama bertahun-tahun. Sayang rasanya kalau harus melepasnya begitu saja.

Tidak perlu waktu lama, ban yang baru akhirnya selesai dipasang. Matahari pun mulai menampakan keceriaannya, cuaca sudah mulai cerah. Gowes santai Minggu pagi pun dilanjutkan. Gowes campur dorong bikin badan tambah segar 😀 .

Ban Depan Kempes

Ban depan yang kempes akibat kebocoran ban dalam di pangkal pentil.

Ban Dalam

Akhirnya RiderAlit memilih United.

Ban Depan Dilepas

Ban depan dilepas agar ban dalam bisa dipasang.

Ban Dalam Baru

Ban dalam yang baru siap dipasang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s