Sepenggal Kenangan Bersama Vespa

RiderAlit Diatas Vespa

RiderAlit diatas Vespa almarhum kakek saat berumur tiga tahun (menurut ibunda). Foto di depan warung almarhum kakek, Pondok Gede, Jatiwaringin.

Vespa diatas adalah kendaraan sehari-hari almarhum mbah kakung (panggilan RiderAlit untuk kakek). Setelah pensiun, kakek membuka kios warung di samping rumah, dan ternyata dagangannya sangat laris. Kakek biasanya menggunakan Vespa untuk membeli barang dagangan untuk stok warung. Jika barang dagangan yang dibeli banyak, seperti beras, telur atau mie instan biasanya kakek mendatangkan barang-barang tersebut dengan pick-up. Vespa selalu menghiasi teras rumah kakek saat RiderAlit berkunjung. Sesekali RiderAlit dibonceng Om Toni jalan-jalan dengan Vespa ini.

Ada satu kenangan yang membuat RiderAlit tersenyum sendiri jika mengingatnya. Saat itu libur sekolah (kalau tidak salah kelas 4 SD), RiderAlit bertiga ibunda dan adik menginap di rumah kakek. Pada suatu pagi, RiderAlit yang bosan karena tidak ada mainan dan televisi yang dimatikan, duduk-duduk diatas jok Vespa tersebut. Bosan duduk, RiderAlit pergi ke dapur untuk mengobrol dengan ibunda. Ternyata ibunda pun sedang asyik memasak. Ya sudah, RiderAlit kembali ke teras depan. Saat berjalan, RiderAlit melihat ada segelas kopi tergeletak di meja makan. Tidak jauh dari meja makan ada kotak obat-obatan yang biasa di pakai mbah kakung. RiderAlit melihat ada sebotol minyak kayu putih, dan langsung saja ide jahil bermain di kepala heuheu… 😀 . Yup, RiderAlit mencampurkan larutan minyak kayu putih tersebut dengan seduhan kopi, sambil tersenyum-senyum saat menuangnya, membayangkan reaksi orang yang bakal meminum kopinya hihihi… 😀 .

Kembali ke teras depan, RiderAlit duduk-duduk diatas Vespa. Ternyata derik suara jok Vespa membuat RiderAlit kembali penasaran. Akhirnya RiderAlit mencopot baut atau mur-mur yang ada dibawah jok, sampai joknya kendur. RiderAlit kembali ke dapur, menunggui ibunda selesai memasak. Beberapa lama kemudian, RiderAlit mendengar panggilan mbah kakung dari teras. Yup, ternyata mbah kakung tahu perbuatan siapa yang membuka baut-baut jok Vespanya. Akhirnya RiderAlit dengan takut memasang-masang kembali baut tersebut sambil disertai tatapan mbah kakung yang sesekali tersenyum. Belum selesai memasang, sebuah teriakan lain memanggil RiderAlit, “Yudha!!! Kopi Om kamu tambahin minyak kayu putih ya?!” Si Om ternyata tahu kalau RiderAlit pelakunya (kalau dipikir-pikir, saat itu memang tidak ada lagi anak kecil bandel selain RiderAlit 🙂 ).

Akhirnya RiderAlit mendapatkan semprotan dari mbah kakung, Si Om Toni (sampai sekarang RiderAlit tidak paham kenapa panggilan adik ibunda ini “Toni”) dan ibunda sendiri. Kejadian ini membekas sampai sekarang, yang bikin mesam-mesem sendiri kalau mengingatnya. Sayang Vespa ini sudah dijual sekitar tahun 2009 lalu. Saat itu mbah kakung sudah sakit-sakitan, dan pernah terjatuh saat mengendarainya untuk berbelanja. Saat ditanya oleh ibunda, “Ton, Vespa bapak kemana?” Si Om bercerita, saat mbah kakung pulang berbelanja, ternyata diikuti oleh dua orang pemuda bermotor. Usut punya usut, ternyata pemuda tersebut tertarik membeli Vespa jadul milik mbah kakung. Sampai rela repot-repot menguntit sampai ke rumah. Akhirnya atas pertimbangan Si Om dan almarhumah mbah putri, dikarenakan kesehatan mbah kakung yang sudah memburuk, dijuallah Vespa itu kepada dua orang tersebut. Si Om sendiri yang membantu berbelanja dengan sepeda motornya sampai saat mbah kakung wafat.

TPU Menteng Pulo

TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan. Disinilah jenazah almarhum mbah kakung, mbah putri dan beberapa keluarga RiderAlit dimakamkan.

Mbah kakung dan mbah putri, serta Vespa yang menemani perjalanan hidup keduanya sudah tiada. Yang tersisa saat ini adalah kenangan tentang mereka. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah keduanya. Merenungi kenyataan ini RiderAlit jadi teringat sebuah nasihat,  “Cintailah apa yang kamu cintai. Namun ingat, suatu saat kamu akan meninggalkannya.”

Iklan

6 thoughts on “Sepenggal Kenangan Bersama Vespa

  1. wah vespanya itu jenis vespa tahun 60an kak bro?
    kok kliatannya klasik sekali 😀
    sayang ya udah dijual 😦

    tapi disinyalir penguntit tadi itu penggemar vespa
    ya moga2 aja vespa alm. kakek bro Alit di rawat sebaik baiknya 😀

    • Sepertinya begitu, mas. Itu vespanya sejak kakek masih aktif kerja. Mudah-mudahan sih dirawat atau dimodif keren kaya di sinetron lupus sama yg beli. Jangan sampai dijadiin vespa ceper 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s