Berlibur Di Wonogiri (Bagian I: Menuju Wonogiri)

Bus AKAP di jalan raya dari Wuryantoro ke arah Sukaharjo

Bus AKAP melewati jalan raya di dusun Sumberejo Kulon dari Wuryantoro ke arah Sukaharjo.

Rabu, 25 Desember 2013, RiderAlit dan ibunda menumpang sebuah bus dari Cibinong untuk menuju ke Pracimantoro, Wonogiri. Sekitar jam dua belas siang bus menunggu di flyover Cibinong dan perjalanan dimulai. Cuaca panas terik sepanjang perjalanan dari Cibinong hingga melewati tol Cikarang sampai di Cikampek. Jalan raya mulai macet saat memasuki Cikampek.

Rest Area di Pamanukan

Beristirahat di sebuah rest area di Pamanukan (menurut GPS) menjelang Indramayu. Wudhu disini airnya terasa asin πŸ˜€ .

Tepat pukul 04:30 sore kami tiba di sebuah rest area di Pamanukan (berdasarkan GPS di BB). Kami pun turun untuk beristirahat dan sholat Ashar. Aneh, saat berwudhu airnya terasa asin tapi tercium bau belerang seperti di lingkungan kawah gunung. Selesai beristirahat RiderAlit dan ibunda kembali ke bus. Sebelum berangkat, kami menikmati makan malam sore dengan bekal yang sudah disiapkan oleh ibunda. Hm… Perut yang sudah keroncongan akhirnya merasakan nikmatnya masakan ibunda. Masakan bunda memang top πŸ™‚ . Akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali jam lima sore lebih beberapa menit.

Memasuki Indramayu

Suasana jalan raya saat memasuki Indramayu sekitar pukul lima sore lebih beberapa menit. Hujan turun dengan lebat sepanjang sore hingga malam saat memasuki Cirebon.

Memasuki Indramayu pemandangan laut disebelah kiri menjadi cukup menarik untuk dilihat, walaupun tidak indah menurut RiderAlit. Ini menjelaskan air yang terasa asin di rest area tadi. Terus terang, RiderAlit lebih senang lewat jalur selatan dari pada lewat jalur Pantura (Pantai Utara), terlebih saat itu hujan deras. Beberapa kali terlihat pemotor mengenakan jas hujan disebelah kiri bus berjalan pelan. Bus yang kami tumpangi pun beberapa kali berusaha mendahului kendaraan lain di depan.

Melewati Cirebon hujan masih turun deras dan jalan macet. Yah, RiderAlit pun terlena dengan udara yang dingin dan akhirnya tertidur heuheuheu… πŸ˜€ . Kira-kira jam sembilan malam lewat beberapa menit RiderAlit terbangun dan jalanan masih macet. Tiba-tiba di sebuah U-turn terlihat beberapa polisi berusaha mengatur lalu-lintas dan ternyata ada truk yang mengalami kecelakaan. Kira-kira 1 km dari U-turn tersebut lalu-lintas dari dua arah masih macet hingga akhirnya bus yang kami tumpangi memasuki gerbang tol Plumbon 3.

Jalan raya Salatiga

Jam lima pagi hari memasuki Salatiga. Jalan mulus dan masih sepi, sesekali terlihat pengendara motor melaju kencang.

Singkat cerita, kami akhirnya melewati Kabupaten Batang dan ketika memasuki Semarang jalanan rusak menyambut kami. Keesokan harinya, RiderAlit terbangun jam lima pagi. Suasana temaram fajar menghiasi jalan raya Salatiga saat kami melintasinya. Jalan raya Salatiga sungguh lebar dan mulus, saat itu belum banyak kendaraan lain dan sesekali terlihat pengendara motor melaju kencang. Hm… high quality road for speed lovers πŸ™‚ .

Setelah melewati Salatiga, mata kami dimanjakan dengan indahnya pemandangan gunung saat memasuki Kabupaten Boyolali. Sekitar jam tujuh pagi, kami memasuki Kartosuro. Sawah dan rumah-rumah penduduk menjadi pemandangan yang umum disini.

Kira-kira sejam Β kemudian kami tiba di pusat kota Surakarta. Supir bus pun menyempatkan diri untuk menurunkan beberapa penumpang di terminal bus Tirtonadi – Surakarta. Sangat disesalkan, RiderAlit tidak sempat mengabadikan foto terminal bus ini.

Terminal Bus Tirtonadi - Surakarta

Terminal Bus Tirtonadi – Surakarta
Sumber: http://www.panoramio.com/photo/16171571

Kami melanjutkan perjalanan kembali menuju Pracimantoro setelah melewati gerbang Kabupaten Wonogiri. Singgah sebentar di SPBU Widoro – Sukoharjo untuk mengisi solar kemudian perjalanan dilanjutkan. Pemandangan rumah, sawah, sungai, pepohonan dan perbukitan menemani kami saat menuju Pracimantoro.

SPBU Widoro - Sukoharjo

Berhenti sebentar di SPBU Widoro – Sukoharjo untuk mengisi solar.

Berikut ini video yang sempat RiderAlit rekam saat melewati Sukoharjo menuju Pracimantoro. Durasinya cukup lama, sekitar 24 menit, silahkan di-skip bagi yang memiliki bandwidth terbatas.

Setelah mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang πŸ˜€ … Akhirnya RiderAlit dan ibunda turun dari bus tepat di depan gapura desa Sumberejo dan sampai di rumah mbah putri dan mbah kakung. Horeeee… Selamat datang πŸ˜€ .

Gapura Dusun Sumberejo Kulon

Gapura Dusun Sumberejo Kulon

Ikuti terus liburan RiderAlit di Wonogiri, sobat. Stay tuned πŸ˜€ .

Iklan

10 thoughts on “Berlibur Di Wonogiri (Bagian I: Menuju Wonogiri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s