Berlibur Di Wonogiri (Bagian V: Pasar Kota Wonogiri)

Pasar Kota Wonogiri

Jalan Raya Wonogiri di sore hari. Letak pasar kota Wonogiri tepat disebelah kanan jalan ini.

Tujuan kami selanjutnya adalah Pasar Kota Wonogiri setelah Candi Prambanan. Dari Prambanan kami melewati Manyaran kemudian Wuryantoro. Sepanjang perjalanan keluar dari Taman Wisata Candi Prambanan, pemandangan Gunung Merapi di sebelah kiri memanjakan mata kami. Berikut video yang sempat RiderAlit rekam saat meninggalkan Candi Prambanan. Mohon maaf suaranya dihilangkan, karena sedang terjadi perbincangan yang sifatnya top secret alias confidential πŸ™‚ .

Melewati Manyaran menuju Wonogiri pemandangan sawah-sawah menyegarkan pandangan mata. Perjalanan menuju Pasar Kota Wonogiri dari Prambanan kurang lebih memakan waktu satu setengah jam. Karena kami melewati jalur pedesaan, bukan jalan raya kota Solo. Menurut pakde, jalan raya di Solo biasanya macet sehingga lebih baik melewati Manyaran.

Kira-kira jam lima sore kurang beberapa menit kami tiba di Pasar Kota Wonogiri. Sampai disana suasana sepi, sobat. Maklum karena hari sudah sore. Tidak seperti di kota besar seperti Jakarta, Depok atau Bogor dimana pasar masih ramai pengunjung walaupun hari menjelang malam.Β Tujuan mengunjungi pasar ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membeli buah tangan alias oleh-oleh πŸ™‚ .

Pasar Kota Wonogiri

Jalan masuk di Pasar Kota Wonogiri.

Pasar Kota Wonogiri

Pedagang buah-buahan yang menjual dagangannya di bawah tenda di sudut Pasar Kota Wonogiri.

Pasar Kota Wonogiri

Beberapa kios oleh-oleh di Pasar Kota Wonogiri.

Pasar Kota Wonogiri

Dua orang ibu-ibu terlihat membawa kardus. Siap-siap menenteng kardus berisi oleh-oleh jika sobat mampir disini. Tipikal pedagang oleh-oleh disini lebih senang menggunakan kardus daripada tas plastik besar. Lebih mudah dan lebih aman.

Walaupun di Pasar Kota Wonogiri ada beberapa kios yang menawarkan makanan ringan dan kue-kue sebagai oleh-oleh, tujuan kami sebenarnya adalah sebuah toko oleh-oleh yang jaraknya sekitar dua ratus meter dari Pasar Kota Wonogiri. Sudah bertahun-tahun jika mengunjungi Wonogiri ibunda selalu membeli oleh-oleh di toko ini. Letaknya ada di Jalan Raya No. 28 Wonogiri, nama tokonya Sari Rasa.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Toko oleh-oleh Sari Rasa, letaknya di Jalan Raya No. 28 Wonogiri.

Toko ini biasanya ramai oleh pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh dalam jumlah lumayan banyak. Jika suatu hari sobat berkunjung ke sini, sebaiknya mobil atau motor langsung saja diparkir di depan toko kuenya.

Ada beberapa macam makanan ringan seperti tempe kripik, onde-onde, enteng-enteng kacang gula, brem, kacang goreng dan kacang mete. Selain itu ada juga biskuit dan makanan dalam kemasan lainnya. Kue-kue yang dijual biasanya ada yang dibuat dalam kemasan per kilo atau kemasan eceran kecil yang jika ditotal ukuran dan harganya sama dengan kue dalam kemasan kiloan. Praktis, jika sobat ingin membagi-bagikan oleh-oleh tidak perlu repot-repot membaginya lagi dalam kemasan kecil sendiri.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Seorang pengunjung lain sedang memilih kue yang akan dibeli di Toko Sari Rasa.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Kue-kue dan makanan ringan yang dipajang di toko Sari Rasa.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Nah, ini dia kacang mete kesukaan RiderAlit. Selain dijual dalam kemasan kiloan, kacang mete yang dijual juga ada yang dijual dalam kemasan kecil dengan harga sepuluh ribu rupiah.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Beberapa kue dan biskuit dalam kemasan yang dijual di toko Sari Rasa.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Oleh-oleh yang sudah dalam kemasan ini sudah harga pas, sobat. Jadi, tidak perlu menawar lagi.

Toko Oleh-oleh Sari Rasa

Onde-onde dalam kemasan.

Selesai berbelanja oleh-oleh, kami melanjutkan perjalanan pulang. Karena mobil diparkir didepan Pasar Kota Wonogiri, jadi deh RiderAlit yang kena menenteng kardus-kardus oleh-oleh ini heuheuheu… πŸ˜€ . That’s fine.

Perjalanan pulang cukup mengasyikan. Karena RiderAlit yang duduk dikursi depan disamping pak kusir yang sedang bekerja pakde, bisa menikmati sensasi ngebut diatas menjangan di jalan menanjak dan menurun sambil menikmati pemandangan pegunungan Wonogiri. Sangat disesalkan, saat melewati waduk Gajah Mungkur, RiderAlit tidak sempat singgah sebentar hanya untuk memotret. Hari sudah sore dan ibunda serta mbah putri ingin sampai dirumah sebelum azan Maghrib. Maybe next time.

Cukup sekian tulisan RiderAlit saat berlibur di Wonogiri. Salam hangat dari kota hujan. Stay tuned, sobat πŸ™‚ .

Iklan

6 thoughts on “Berlibur Di Wonogiri (Bagian V: Pasar Kota Wonogiri)

  1. ane tiap tahun tahun ke wuryantoro dari tangerang (istri ane orang wuryantoro). des 2013 kemarin sekalian berlibur ke pantai klayar, pacitan-jatim. kalau balik ke tangerang istri ane paling sering beli oleh2 mete yg sudah digoreng di toko ibu darmo, pasar wonogiri.


    Dikirim oleh ahmadi.ahmadi1@gmail.com dan disinyalir sebagai spam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s