Kecelakaan Tunggal: Terperosok Masuk Parit Akibat Mengantuk

Jalan Raya Wuryantoro - Pracimantoro

Seperti inilah kebiasaan masyarakat di Wonogiri saat berkendara dengan sepeda motor. Santai alon-alon, padahal musuhnya di jalan adalah bus-bus AKAP dan truk.
Foto diambil saat RiderAlit berjalan-jalan pagi hari menelusuri daerah persawahan di sepanjang jalan ini. Ternyata siang harinya malah terjadi kecelakaan di parit pinggir jalan ini. Tanda panah merah adalah parit/selokan tempat lokasi kejadian kecelakaan.

Sobat semua, kecelakaan jika sudah takdir memang pasti akan terjadi. Namun, resiko akibat kecelakaan bisa diminimalisir dengan usaha pencegahan yang kita lakukan. Salah satu contohnya adalah kecelakaan tunggal yang dialami seorang petani di jalan raya Wuryantoro dusun Sumberejo Kulon ini. Akibat tidak mengenakan helm, kening, pelipis dan dagu petani ini sobek akibat menghantam batu-batu pondasi parit karena motor yang dikendarainya lepas kendali dan terperosok.

Terjadi pada hari Sabtu, 28 Desember 2013. Selepas ba’da Dzuhur, RiderAlit dan ibunda sedang menunggu bus yang akan membawa kami ke Plaza Gajah Mungkur di depan gapura desa Sumberejo. Terlihat beberapa sepeda motor hilir mudik di jalan raya di depan kami. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh suara motor terperosok di parit yang ada di tepi jalan. Sontak, para pemotor lainnya memberhentikan motor mereka dan melihat apa yang terjadi. Ketika RiderAlit ikut menghampiri ternyata seorang petani tergeletak diatas sepeda motornya di dalam parit. Wajah dan pelipis kanannya penuh darah.

Para warga dusun Sumberejo akhirnya ikut membantu mengangkat korban dan sepeda motornya. RiderAlit akhirnya memberikan sebotol air mineral dan tisu untuk membersihkan darah dari luka-luka di kepala dan wajah korban. Untunglah, mbah kakung adalah mantri di dusun tersebut sehingga P3K korban tersebut ditangani oleh mbah kakung. Akhirnya sebuah Carry yang sebelumnya ditelepon oleh salah seorang warga dusun membawa korban ke balai pengobatan. Tidak tahu dimana balai pengobatan atau rumah sakitnya karena saat korban dibawa, bus yang RiderAlit tunggu sudah tiba.

Kecelakaan Tunggal

Sepeda motor korban yang diangkat oleh warga dusun Sumberejo Kulon ramai diperhatikan oleh warga sekitar. Terlihat banyak ceceran darah menempel di kaca speedometer. RiderAlit tidak sampai hati memotret korban, cukup sepeda motornya saja yang bisa mengingatkan kita tentang bahaya bersepeda motor tanpa helm.

Kecelakaan Tunggal

Kerusakan yang terjadi pada sepeda motor korban. Terlihat sayap dan body depan sepeda motornya patah. Tas yang menggantung di stang kiri adalah arit yang dibawa korban.

Setelah diangkat warga dusun, korban akhirnya bisa menjawab satu dua pertanyaan yang ditanyakan karena shock. Disinyalir korban mengantuk dan tidak menggunakan helm. Saat diangkat memang tidak ditemukan helm di kepala korban ataupun di lokasi kejadian. Berkendara dengan sepeda motor di jalan raya di Wuryantoro memang nyaman. Jalannya mulus dan sawah yang luas serta pepohonan di pinggir jalan membuat angin bertiup sepoi-sepoi menerpa wajah kita. Namun hal tersebut bisa jadi berbahaya karena membuat kita mengantuk saat berkendara dengan sepeda motor. Ditambah dengan tidak adanya helm membuat resiko kecelakaan semakin besar.

Mudah-mudahan hal ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita. Semoga Tuhan selalu melindungi kita. Salam hangat dari kota hujan dan stay tuned πŸ™‚ .

Iklan

13 thoughts on “Kecelakaan Tunggal: Terperosok Masuk Parit Akibat Mengantuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s