Akhirnya Aspal Rusak Itu Menimbulkan Korban

Spion Kanan Patah

Spion kanan Si Sepira yang patah akibat menghantam aspal.

Malam ini hujan gerimis mengiringi perjalanan RiderAlit menuju rumah. Walau jalanan agak licin perjalanan terasa lancar saat menyusuri Jalan Margonda hingga Jalan Kartini. Sesekali berhenti karena menunggu angkot menurunkan atau menunggu penumpang. Sampai di Grand Depok City, RiderAlit berbelok ke kanan menelusuri jalan ke Kalimulya.

Jalan gelap dan sepi. Saat melintasi jalan di depan sebuah SMP di Kalimuya banyak aspal yang rusak dan genangan air. RiderAlit pun berjalan pelan sekitar 20 km/jam. Namun naas, karena penerangan yang kurang serta genangan air RiderAlit tidak mengetahui bahwa ada lubang di depan. Dan braaak! RiderAlit bersama Sepira tergelincir jatuh ke kanan. Genangan air membuat lubang di aspal tidak terlihat ditambah pasir dan kerikil menjadikan jalan licin. Sambil menahan nyeri di lutut dan tumit kanan, RiderAlit berusaha bangun dan mengangkat Sepira dan meminggirkannya.

Saat berusaha menghidupkan Sepira kembali menggunakan starter elektrik, RiderAlit baru sadar kalau telapak tangan kiri mengalami luka akibat menahan badan saat terjatuh di aspal. Sambil menahan nyeri di telapak kiri serta sakit di lutut dan tumit kanan RiderAlit kembali menyusuri jalan pulang ke rumah. Sampai di Sukahati, RiderAlit mampir di SPBU dan langsung menuju tempat wudhu mushola SPBU untuk membersihkan dan memeriksa luka. Setelah diamati ternyata tumit kanan memar, lutut kanan lecet dan telapak tangan kiri berdarah. Dari keran air RiderAlit membersihkan sisa darah dan jas hujan yang kotor.

Luka di Telapak Kiri

Kulit yang mengelupas di telapak kiri akibat tergesek pasir dan kerikil. Rasanya perih sekali karena luka ditambah percikan air hujan saat riding menuju rumah.

Saat tiba di rumah, RiderAlit segera membersihkan luka kembali dan membersihkan jas hujan. Anti septik segera RiderAlit tuangkan pada luka di telapak tangan kiri dan lutut kanan. Tidak lupa param kocok RiderAlit basuhkan di betis dan tumit kanan. Satu hal yang RiderAlit sesalkan, knee protector dan shin guard tidak RiderAlit kenakan. Karena agak repot juga saat harus mengenakan jas hujan dan knee protector serta shin guard.

Pedal Rem Belakang

Pedal rem belakang Si Sepira yang bengkok akibat terjatuh dan terbentur aspal.

Anyway mungkin ini pelajaran yang harus RiderAlit hadapi dengan tabah. RiderAlit merasa beruntung karena tidak mengalami cedera parah. Saat tulisan ini diketik pun, rasa nyeri di lutut dan telapak kiri masih terasa. Semoga peristiwa seperti tidak menimpa sobat sekalian dan semoga Tuhan selalu melindungi kita semua. Aaamiin.

Iklan

25 thoughts on “Akhirnya Aspal Rusak Itu Menimbulkan Korban

  1. Ping-balik: Untuk Sementara ‘Lepas’ Helm Dulu | RiderAlit

  2. Semoga lekas sembuh Mas.

    Jaman masih suka sepedahan dari Depok 2 ke Cilodong, pernah tuh jumping ngehajar lobang yang tertutup genangan air di KSU. Semenjak itu kalo ada genangan air dan gak paham medannya pelan2 lewatinnya.

    Untuk jalan-jalan di Depok Alhamdulillah sudah banyak yang di beton Pemda setempat termasuk jalan di perkampungan. Jadi berkhusnuzhon saja semoga jalan yang berlubang segera dibenahi.

  3. Ping-balik: Ganti Cover Dashboard Si Sepira | RiderAlit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s