Jalan-Jalan Ke Gramedia Pajajaran

Gramedia Pajajaran

Toko Buku Gramedia Pajajaran, Jalan Pajajaran, Bogor

Hujan rintik-rintik turun sejak pagi pada hari Minggu tanggal 02 Februari kemarin. Aktivitas Minggu pagi yang biasanya RiderAlit lakukan, gowes sepeda, jadi tidak bisa dilaksanakan. Karena sayang jika hari libur hanya digunakan untuk bermalas-malasan di rumah, maka RiderAlit memutuskan untuk pergi ke toko buku Gramedia Pajajaran, Bogor. Mau melihat buku-buku apa saja yang sedang menjadi best seller saat ini. Sekaligus membeli beberapa buku yang menarik untuk menambahkan literatur di rak buku.

Berangkat dari rumah jam sembilan pagi lewat beberapa menit, RiderAlit memilih menggunakan KRL dari stasiun Bojonggede menuju stasiun Bogor. Saat itu hujan rintik-rintik masih turun ketika KRL yang RiderAlit tumpangi tiba di stasiun Bojonggede jam setengah sepuluh pagi. Sampai di stasiun Bogor rintik hujan masih turun, RiderAlit memeriksa tas dan ternyata payung yang sudah disiapkan lupa dimasukan, ups. Ya sudah, RiderAlit berjalan menepi di peron stasiun dimana restoran cepat saji berjajar di sebelah kiri. Ketika rintik-rintik hujan agak reda, RiderAlit berjalan menuju pintu keluar-masuk di sebelah selatan yang menuju ke Jalan Kapten Muslihat.

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

Saat melewati jalan menuju pintu keluar, hujan rintik-rintik kembali deras. Sesampai di gate untuk men-tapping tiket, terlihat belum banyak penumpang yang mengantri di loket karcis. Yang banyak adalah penumpang yang sedang menunggu hujan reda. Beberapa tukang ojeg menawarkan jasanya, “Ojeg, pak! Ojeg, pak! Pakai mantel.” RiderAlit pun memutuskan untuk menunggu hujan reda sambil mendengarkan lantunan lagu dari BB kesayangan. Well, lain kali jangan lupa membawa payung ya. Jalan-jalan di kota hujan kok lupa bawa payung ๐Ÿ™‚ .

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor

Saat tiba di stasiun Bogor kira-kira pukul sepuluh kurang beberapa menit. Cukup lama juga RiderAlit menunggu hujan reda di stasiun Bogor. Ketika hujan agak reda ternyata jam sudah menunjukan pukul sebelas kurang beberapa menit. RiderAlit memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, karena sudah terlalu lama menunggu rasanya. Kenapa harus menunggu lama-lama sih? Kan bisa menumpang angkot yang tidak akan kehujanan di jalan? Well, ketika RiderAlit mengatakan mau berjalan-jalan, maksudnya adalah benar-benar jalan. Dari stasiun Bogor di Jalan Kapten Muslihat ke Gramedia Pajajaran di Baranang Siang ๐Ÿ™‚ .

Jalan Kapten Muslihat

Plaza Kapten Muslihat

Senang rasanya menyusuri jalan Kapten Muslihat, walau hujan turun rintik-rintik. Banyak pepohonan besar membuat jalan jadi rindang sekaligus melindungi pejalan kaki dari rintik hujan. Melewati Kepastoran Katolik Mardi Yuana, RiderAlit lihat ย beberapa umat Kristiani berjalan keluar gedung selepas beribadah. RiderAlit berjalan agak menepi hingga sampai di lampu merah pertigaan jalan Ir. H. Juanda (Istana Bogor), kemudian menyeberang ke arah SMA Negeri 1 Bogor. Pasti tahukan, ini SMA unggulan nomor wahid di Bogor.

Di Depan Kepastoran Mardi Yuana

Pertigaan Lampu Merah Jalan Ir. H. Juanda

Jalan Ir. H. Juanda

RiderAlit sempat berteduh sebentar di pos polisi samping SMA Negeri 1 Bogor dikarenakan rintik-rintik hujan semakin lebat. Setelah gerimis agak reda, RiderAlit melanjutkan perjalanan dengan menyeberang jalan ke arah GPIB Zebaoth. Kemudian menyusuri jalan Ir. H. Juanda menuju ke arah BTM (Bogor Trade Mall).

Menyeberangi Jalan ke Arah GPIB Zebaoth

Menyeberangi Jalan ke Arah GPIB Zebaoth

GPIB Zebaoth

Menyusuri Jalan Ir. H. Juanda

Mengobati kerinduan berjalan-jalan di Kota Bogor, RiderAlit menyusuri Jalan Ir. H. Juanda di samping Kebun Raya Bogor. Sesekali menjumpi beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang trotoar. Ada juga seorang pelukis jalanan yang memajang karya lukisnya dan sedang mengerjakan sebuah lukisan dengan melihat sebuah foto.

Menyusuri Jalan Ir. H. Juanda

Pelukis Jalanan di Jalan Ir. H. Juanda

Pedagang Buah-Buahan di Jalan Ir. H. Juanda

Menyusuri Jalan Ir. H. Juanda

Menyusuri Jalan Ir. H. Juanda

Sesampai di ujung Jalan Ir. H. Juanda, RiderAlit melihat pemandangan angkot dan kendaraan lain yang menyesaki jalan di depan Bogor Trade Mall. Ujung jalan ini merupakan persimpangan jalan sekaligus putaran sehingga selalu terjadi kemacetan disini. Ditambah dengan banyaknya angkot yang menunggu atau menurunkan penumpang disini. Pemandangan yang biasa.

Selanjutnya RiderAlit menyusuri jalan melewati Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor. Museum Zoologi ternyata sekarang tutup di hari Minggu. Padahal dulu Museum ini buka di hari Minggu dan hari libur. Terakhir kali mengunjungi museum ini adalah saat kelas 1 SMA, tahun 2001 lalu ๐Ÿ˜€ . Saat lewat di depan Kebun Raya Bogor, hanya ada sedikit pengunjung yang terlihat sedang bermain-main di depan pintu masuk. Padahal biasanya Kebun Raya Bogor banyak didatangi oleh pengunjung saat hari libur. Mungkin karena sekarang musim hujan.

Kemacetan di Depan Bogor Trade Mall

Museum Zoologi Bogor

Gedung di Depan Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Relief Ganesha di Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Setelah melewati Kebun Raya Bogor, perjalanan RiderAlit lanjutkan dengan menelusuri Jalan Otto Iskandar Dinata. Jalanan agak becek setelah melewati pintu masuk Kebun Raya Bogor karena di depan pintu masuk tersebut ada pasar. Ada beberapa pedagang buah-buahan dan hewan (marmut, kelinci atau hamster ya?) serta beberapa delman di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor.

Marmut, Kelinci atau Hamster?

Pedagang Buah-Buahan di Depan Kebun Raya Bogor Pedagang Buah-Buahan di Depan Kebun Raya Bogor

Jalan Otto ISkandar Dinata, Bogor

Delman dan Warung Cenderamata di Kebun Raya Bogor

Sungai Mengalir di Kebun Raya Bogor

Sungai Mengalir di Kebun Raya Bogor

Perjalanan selanjutnya lebih menyenangkan karena banyak pepohonan besar dan rindang ย serta trotoar yang lebar. Sesekali RiderAlit menjumpai pedagang tanaman hias. Selain itu, di sepanjang jalan ini kita bisa “mengintip” pemandangan di area Kebun Raya Bogor. Ujung jalan Otto Iskandar Dinata adalah Jalan Pajajaran, tepat ditengahnya berdiri Tugu Kujang dan diseberangnya ada Bogor Botani Square. Dari Tugu Kujang, RiderAlit menyeberang jalan kemudian belok ke kanan menuju Terminal Baranang Siang.

Tanaman Hias di Jalan Otto Iskandar Dinata Tanaman Hias di Jalan Otto Iskandar Dinata Tanaman Hias di Jalan Otto Iskandar Dinata Kebun Raya Bogor Jalan Otto Iskandar Dinata

Tugu Kujang, Bogor

Saat menyeberang dan melewati hotel Royal Amaroosa, RiderAlit lihat masih terpasang lampion-lampion khas Tionghoa di halaman hotel tersebut. Masih dalam suasana hari raya Imlek. Hujan gerimis semakin lebat saat RiderAlit menuju Terminal Baranang Siang. Udara dingin dan air hujan membuat kaca mata mengembun, RiderAlit pun mempercepat jalan.

Hotel Royal Amaroosa

Menuju Baranang Siang Jalan Pajajaran, Bogor Jalan Pajajaran, Bogor

Saat melewati MAN 2 Bogor, jarum jam tangan sudah menunjukan pukul dua belas lewat beberapa menit. Dan tepat saat RiderAlit lewat di depan Masjid Agung Bogor terdengar adzan berkumandang. RiderAlit pun memutuskan untuk sholat Dzuhur terlebih dahulu. Jalan kaki dari Kapten Muslihat sampai Pajajaran memakan waktu kurang lebih satu jam. Karena RiderAlit berjalan santai sambil memotret objek-objek yang terlihat menarik ๐Ÿ™‚ .

Saat tiba di Masjid Agung Bogor, RiderAlit segera melepas sepatu dan kaos kaki kemudian menitipkannya di tempat penitipan alas kaki. RiderAlit punya pengalaman yang kurang menyenangkan di sini. Dulu RiderAlit pernah kehilangan sandal di sini karena lengah meletakannya di tangga halaman masjid. Tapi syukurlah pengurus masjidnya berbaik hati memberikan sandal pengganti.

Menuju Masjid Agung Bogor

Masjid Agung Bogor

Masjid Agung BogorMasjid Agung Bogor

Masjid Agung Bogor

Selepas sholat Dzuhur, RiderAlit beristirahat terlebih dahulu untuk melemaskan kaki. Karena sudah terasa lapar, RiderAlit memutuskan untuk makan dulu sebelum melanjutkan ke Gramedia. Ada beberapa penjaja makanan di trotoar depan Masjid Agung. Tinggal di pilih mau makan apa. Ada gado-gado, bubur ayam, siomay, batagor, tahu gejrot, dan lain-lain ๐Ÿ™‚ .

Di Depan Masjid Agung Bogor

Jalan Pajajaran Gramedia Pajajaran

Gramedia Pajajaran terletak tepat di seberang Masjid Agung Bogor. Jadi, RiderAlit tinggal berjalan menyeberang untuk mencapainya. Menghabiskan waktu beberapa jam untuk melihat-lihat dan membaca buku, kemudian membeli beberapa buku yang menarik. Well, penulis Indonesia sedang senang menggunakan angka untuk judul bukunya. Ada 12 Menit, 5 cm, Negeri 5 Menara, 9 Cahaya di Langit Eropa. Ada lagi yang mau menambahkan ๐Ÿ˜€ ?

Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran Koleksi Buku di Gramedia Pajajaran

Kira-kira jam tiga sore kurang beberapa menit, RiderAlit memutuskan untuk pulang. Perjalanan pulang pun RiderAlit putuskan untuk berjalan kaki kembali ke stasiun Bogor. Alhamdulillah, dalam perjalanan pulang hujan sudah reda. Sesampainya di stasiun Bogor, RiderAlit lihat antrian panjang calon penumpang KRL yang sedang membeli tiket elektronik di loket selatan dimana RiderAlit menunggu hujan reda tadi.

Dari lima belas loket, hanya delapan loket yang difungsikan. Dua loket difungsikan untuk tiket multitrip, empat loket untuk tiket harian berjaminan (THB) dan dua loket untuk pengembalian uang jaminan THB. Memang seperti inilah keadaan di stasiun Bogor. Antriannya bisa lebih panjang lagi saat libur hari raya nasional seperti Idul Fitri.

Antrian Calon Penumpang di Loket Stasiun Bogor Antrian Calon Penumpang di Loket Stasiun Bogor Antrian Calon Penumpang di Loket Stasiun BogorSetelah kira-kira sepuluh menit mengantri, RiderAlit segera menuju peron karena KRL yang menuju Jakarta akan segera diberangkatkan di peron dua. Sesampainya disana, ternyata semua tempat duduk sudah terisi penuh. Tapi petugas informasi memberitahukan melalui pengeras suara bahwa KRL tujuan Jakarta sudah tersedia di jalur tujuh. RiderAlit segera turun dan menuju peron tujuh. Alhamdulillah, kursinya masih banyak yang kosong. Tidak lama, KRL yang RiderAlit tumpangi segera berangkat.

Di Dalam KRL Tujuan Jakarta di Stasiun Bogor Di Dalam KRL Tujuan Jakarta di Stasiun Bogor

Lelah ngga jalan dari Kapten Muslihat ke Pajajaran di Baranang Siang bolak-balik ๐Ÿ™‚ ? Heuheu… menyenangkan sobat. Bogor kota yang indah, udaranya segar, banyak pepohonan. Guys, you should visit Bogor city. Just forget about the long ticket queue in the Bogor train station and enjoy the beautiful scenery and the hospitality of Bogor citizen ๐Ÿ™‚ .

Salam hangat dari kota hujan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s