Sumber Utama Kemacetan di Indonesia

Macet

Pengendara terjebak macet di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada jam pulang kerja dan saat menjelang buka puasa, Senin (29/7/2013).
Sumber: http://www.tribunnews.com/images/regional/view/707162/400-titik-kemacetan-di-jakarta

Jalan raya yang lancar tanpa kemacetan merupakan harapan setiap pengguna jalan, baik pengendara mobil, sepeda motor dan pengguna transportasi umum. Sayangnya hal tersebut merupakan sesuatu yang sepertinya sulit didapatkan di Indonesia, ibu kota Jakarta khususnya. Di ibu kota tanah air tercinta ini setiap pengguna jalan pasti dihadapkan dengan kemacetan. Jika menilik data perkembangan kendaraan bermotor sejak tahun 2000 s.d 2012 yang dirilis oleh Biro Pusat Statistik, maka bisa kita simpulkan penyebab kemacetan di Indonesia.

Perkembangan Kendaraan Bermotor Tahun 2000 s.d 2012

Perkembangan Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Tahun 2000 s.d 2012
Sumber: http://data.go.id/dataset/jumlah-kendaraan-bermotor-unit/resource/f9c24882-8de4-481e-9cb6-400ed8fbb0df

Dari data diatas terlihat bahwa perkembangan jumlah kendaraan terbesar dari tahun ke tahun adalah sepeda motor diikuti mobil penumpang dan di urutan ketiga dan keempat adalah truk dan bus. Mobil penumpang bisa berarti mobil yang digunakan untuk kendaraan umum (misalnya angkutan penumpang), mobil pribadi dan mobil yang dibeli sebagai kendaraan dinas operasional.

Jika dilihat dari kenyataan di lapangan, pengguna jalan yang menghabiskan ruang jalan terbesar adalah mobil penumpang, bus, truk, dan di urutan terakhir adalah sepeda motor. Dari keempat jenis kendaraan tersebut jumlah ruas jalan sebagian besar memang digunakan oleh mobil penumpang (angkot, mobil dinas dan mobil pribadi). Bus dan truk yang berbadan lebar memang menggunakan sebagian besar ruas jalan, tapi jumlahnya tidak sebanyak mobil penumpang. Sementara, pengguna sepeda motor hanya disisakan sedikit ruas jalan, di tepi jalan, terjepit diantara mobil penumpang dan kendaraan lain atau di sebelah median jalan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) melalui websitenya (http://www.kemenperin.go.id/artikel/4020/Penjualan-Mobil-Cetak-Rekor-Tertinggi) dilaporkan bahwa penjualan mobil di dalam negeri mencetak rekor tertinggi pada bulan Juli 2012. Tercatat 103.219 unit mobil terjual pada Juli 2012. Jika merujuk pada data yang dilaporkan oleh Biro Pusat Statistik pada tabel diatas, tahun 2012 merupakan tahun perkembangan mobil penumpang terbesar sejak tahun 2000. Pada tahun tersebut tercatat ada lebih dari 10 juta unit mobil penumpang di Indonesia. Masih menurut Kemenperin, penjualan mobil terbesar pada Juli 2012 terjadi pada hampir semua merek mobil. Penjualan terbesar dikontribusi oleh Toyota, diikuti oleh Daihatsu dan Suzuki.

Maka tak pelak lagi, mobil-mobil buatan pabrik mobil asal Jepang yang memenuhi jalan-jalan raya di Indonesia. Karena kenyataan di lapangan pun menunjukan bahwa mobil-mobil tersebut yang kerap menghiasi kemacetan lalu lintas, baik dalam bentuk angkutan umum, mobil dinas ataupun mobil pribadi. Apakah ada kemungkinan mengurangi populasi mobil pribadi di jalan raya? Seandainya sebuah keluarga menengah keatas memiliki lebih dari satu mobil dan semuanya digunakan maka tidak heran jika populasi mobil pribadi terus bertambah. Apa lagi dengan adanya LCGC (Low Cost and Green Car) atau mobil murah ramah lingkungan. Bisakah para pemilik mobil menahan keinginan untuk membeli mobil tersebut? Karena opsi LCGC justru menarik individu yang notabene sudah memiliki mobil untuk juga memiliki jenis mobil tersebut.

Selain rokok, pornografi dan gadget, otomotif adalah candu baru di era modern.

Iklan

7 thoughts on “Sumber Utama Kemacetan di Indonesia

  1. Masalahnya menurut saya adalah ketidak seimbangan kebijakan yang dibuat masing masing institusi. Kemen Perindustrian mengutamakan produksi (yang digunakan sebagai indikator ekonomi). Kementerian Perdagangan kurang tanggap bahwa kalau produksinya meningkat kemana harus menjual? Tidak terpikirkan harus dijual ke luar Indonesia (sebagian besar seharusnya). Kebijakan yang ada adalah memberi kredit sebaik baiknya agar msyarakat Indonesia beli mobil semudah mudahnya. Kementerian LH terlambat merespon situasi seperti ini. Baru respon kalau sudah menjadi masalah. Alhasil …..macet di mana mana, boros bahan bakar, polusi udara meningkat, ….angka kesakitan dan kematian meningkat. Belum lagi dampak jangka panjang pajanan bahan berbahaya dari pencemaran udara. Mau diurai bagaimana ya?? Mari kita mikir bareng bareng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s