Apa yang Ingin Dicapai di Puncak Kehidupan?

Kawasaki ZX 250R

Kawasaki ZX 250R

Kemarin RiderAlit asyik mengobrol dengan seorang kawan. Dia menceritakan kalau dirinya ingin sekali menunggangi Ninja. Katanya, “Ngga apa-apa deh Pak, setiap hari makan mie. Yang penting pulang kampung numpak Ninja.” Sambil pura-pura tidak tahu, saya bertanya, “Memang berapa sih kreditan Ninja?” Teman saya menjawab, “DP-nya sih dua puluh jutaan, Pak.” Kemudian dia menambahkan, “Haduh, pengennya sih Ninja, tapi kenapa kemaren ngambilnya BeAT ya… heuheu.” Saya perhatikan memang baru-baru ini dia pulang-pergi kuliah dengan BeAT FI-nya yang baru.

“Enaknya, Pak kalau udah kerja. Ngga apa-apa deh tinggal ngekost, makan mie tiap hari. Yang penting punya Ninja.” Kemudian saya menambahkan, “Heuheu… di kampung kelihatan orang sukses ya πŸ™‚ .” Dia menjawab, “Iya, Pak. Orang di kampung mah cuma ngeliat Ninja-nya. Ngga tau hidup disini bagaimana. Beuh, kalau udah punya Ninja rasanya udah berasa di puncak kehidupan.”

Yah, saya tetap menghargai keinginan teman saya itu. Karena buat sebagian orang, Ninja memang salah satu item yang harus dimiliki saat mencapai sukses. Tapi kalau bagi RiderAlit sih, dari pada bisa kredit Ninja tapi ngekost dan makan mie instan setiap hari, lebih baik numpak bebek, makan empat sehat lima sempurna, kuliah di Perguruan Tinggi terbaik, baca buku-buku berkualitas, menabung untuk beli rumah dan tanah yang lebar, terus nikahi wanita cantik dan solehah, punya anak-anak yang cerdas, de el el. Itu baru hidup berkualitas πŸ˜€ . Insyaallah.

Lagi pula, kalau cuma ingin punya Ninja tapi sudah terasa ada di puncak kehidupan, rasa-rasanya terlalu “dangkal” deh puncak kehidupannya. Karena, terus terang, kalau cuma Ninja sih RiderAlit bisa beli kontan, ngga pake kredit πŸ™‚ .

Minerva R150VX

Si Minko

Kalau cuma mau merasakan sensasi riding motor sport full fairing, posisi menunduk, dan stang jepit, RiderAlit sudah punya Si Minko. Dulu Si Minko dipinang tunai, nggak usah kredit. Si Minko cuma satu tahapan untuk naik ke kelas berikutnya. Bersama Minko, rasa-rasanya RiderAlit tidak ingin lagi menambah motor full fairing seperti Ninja.

Vespa Congo

RiderAlit saat berada diatas Vespa Congo-nya mbah kakung.

Nanti, ketika titik kulminasi sudah terlewati, setelah puncak kehidupan sudah diraih, RiderAlit cuma ingin numpak Vespa seperti almarhum mbah kakung dulu πŸ˜€ . Naik Vespa tetap kelihatan cool dan stylish, bro. Ngga masalah tua atau muda πŸ˜€ .

Tuh, keren kan naik Vespa πŸ˜€ .

Iklan

10 thoughts on “Apa yang Ingin Dicapai di Puncak Kehidupan?

  1. Puncak keinginan ane adalah, senyum lansia, soalnya ane udah ga punya ortu lagi. ;(. dan punya klinik gratis berjalan, modalnya bis yg dimodif jd klinik.
    Setelah itu tercapai, ane siap meninggalkan dunia ini dengan senyuman…… πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s