Seberapa Cepat RiderAlit Menunggangi Sepira?

Rute Perjalanan dan Pengukuran

Rute perjalanan yang berhasil dicatat Runtastic. Jarak tempuh kira-kira 17.49 km ditempuh dalam waktu kira-kira 41 menit. Zoom out agar kelihatan posisi start dan finish-nya.

Kira-kira seberapa cepat RiderAlit saat memacu Si Sepira? Sudah lama sebenarnya RiderAlit ingin mengukur secara pasti kecepatan maksimal saat berkendara menggunakan GPS. Maklum, kalau hanya mengandalkan speedometer sebenarnya data yang ditampilkan tidak akurat. Setiap speedometer yang ditanamkan di motor-motor mainstream pasti memiliki penyimpangan, dengan alasan keamanan. Dan sebenarnya speedometer Si Sepira sudah lama out of order 😀 . Maka malam ini, selepas kerja, RiderAlit menyempatkan untuk mengukur kecepatan yang biasa RiderAlit capai bersama Si Sepira.

Alat ukur yang digunakan adalah GPS pada BB Curve 9320 dengan aplikasi Runtastic untuk mencatat posisi, kecepatan, panjang rute, kemiringan tanah (elevasi) dan banyak lagi. Kendaraan yang digunakan adalah Si Sepira, Supra X 125D yang sudah berumur 7 tahun dalam kondisi standar dan menggunakan box Shad SH26 kapasitas 3 kg dimana RiderAlit meletakan netbook kira-kira 1 kg beratnya. Bahan bakar yang digunakan adalah Premium. Tinggi badan kurang lebih 168 cm dan bobot kurang lebih 45 kg (slim kan 😀 heuheu…).

Posisi start di depan Gang Kober, depan jalan masuk ke stasiun UI, Jalan Raya Margonda. Finish di Bambu Kuning, ujung jalan Tegar Beriman, Bojonggede. Kondisi lalu lintas ramai lancar, mungkin karena malam. Berhenti tiga kali di lampu merah Juanda, lampu merah depan Terminal Depok Baru, dan lampu merah ujung Jalan Kartini. Kondisi aspal sepanjang Margonda hingga pertigaan GDC (Grand Depok City) mulus, friksi hanya polisi tidur dan angkot yang menunggu penumpang.

Memasuki GDC kondisi jalan rusak, di beberapa titik rusak parah dengan penerangan jalan yang kurang. Sampai di perempatan Sektor Melati RiderAlit berbelok ke kanan menuju Pondok Rajeg hingga ke Sukahati. Kondisi jalan hancur cur cur cur… Entah kapan mau diperbaiki. Jadi, sejak dari GDC jelas tidak bisa melaju kencang hingga sampai berhenti lagi di lampu merah perempatan Jalan Tegar Beriman depan kantor PDAM. Bisa melaju kencang saat melewati turunan setelah keluar Gang Kancil di Sukahati kemudian melaju kencang saat melintasi tanjakan depan AHASS. Melaju kencang lagi setelah berbelok melintasi lampu merah perempatan Tegar Beriman. Jalanan mengarah ke Bambu Kuning posisi menurun kemudian menanjak kembali, lebar, sepi dan aspal lumayan mulus. Data elevasi terlampir.

Setelah sampai di Bambu Kuning, ujung jalan Tegar Beriman, berhenti sebentar untuk mematikan Runtastic dan melihat data hasil pengukuran. Setelah itu Si Sepira diarahkan ke SPBU 34.16921 Bojonggede untuk mengisi BBM sebelum akhirnya tiba di rumah. Nah, berikut ini adalah data-data yang berhasil diukur dan dicatat oleh Runtastic. Check it out!

Posisi Start

Posisi start dari depan Gang Kober, depan jalan masuk ke Stasiun UI, Jalan Raya Margonda.

Posisi Finish

Posisi finish di Bambu Kuning, ujung Jalan Tegar Beriman, Bojonggede. Terlihat pada peta setelah melewati Jalan Sukahati 1, RiderAlit berbelok ke kanan melintas di Jalan Tegar Beriman menuju Bambu Kuning.

Max Speed

Tercatat kecepatan tertinggi hanya 58 km/jam. Total tanjakan (elevation gain) yang ditempuh adalah 162 meter dan turunan (elevation loss) 182 meter. Tanjakan yang ditemui adalah tanjakan saat melintas di jalan Sukahati 1 setelah keluar Gang Kancil depan AHASS. Cukup tinggi juga. Sedangkan turunannya adalah turunan setelah berbelok di lampu merah perempatan Jalan Tegar Beriman.

Kecepatannya rata-rata hanya sekitar 25,6 km/jam.

Split Table

Pada split table terlihat kecepatan tertinggi adalah 41,7 km/jam terjadi pada kilometer 17 dengan kemiringan tanah 13 meter (menanjak). Posisi saat itu adalah di jalan Tegar Beriman menuju Bambu Kuning, dimana aspal mulus dan jalannya lebar serta sepi. Walau jalan agak menanjak, masih ada momen saat melintas di turunan setelah lampu merah perempatan Jalan Tegar Beriman. Terlihat juga langkah tercepat (pace) adalah 1 menit 26 detik. Itulah waktu tercepat yang RiderAlit butuhkan untuk menempuh 1 kilometer.

Jadi, dari data diatas bisa disimpulkan bahwa RiderAlit bukan biker yang senang grasa-grusu di jalan. Jalan tidak terlalu santai juga tidak terlalu cepat. Joyride :-). Tapi sebetulnya RiderAlit bisa mengurangi waktu tempuh jika kondisi aspalnya baik.

Salam hangat dari kota hujan.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

4 thoughts on “Seberapa Cepat RiderAlit Menunggangi Sepira?

  1. Pk motor bebek emang enaknya sampai 80kpj doang…. Meskipun pk satria fu yg bisa mencapai 120kpj on gps. Diatas 80 kpj wuih…. Syereeem…
    Itu karna motor bebek yg bodinya rata2 ringan dan ramping.
    Beda dengan matik or sport kalo matik diatas 150cc macam pcx dan diatasnya lari 100kpj juga masih damai dan rileks… Karna bodinya yg berat dan besar. Kalo motor sport no komen dah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s