Akan Seperti Ini Jadinya Jika LCGC Menjadi Mainstream

Sebuah Innova moncoba lewat jalan yang hanya cukup untuk sepeda motor berlawanan arah.

Sebuah Innova moncoba lewat jalan yang hanya cukup untuk sepeda motor berlawanan arah.

Foto diatas RiderAlit ambil kemarin malam, 22 April 2014, saat melewati Gang Kancil menuju Sukahati, Pemkab Bogor. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, saat melewati Sukahati dan memasuki Gang Kancil jalan-jalan yang berlubang sedang diperbaiki oleh warga setempat. Jalan di Gang Kancil ini memang dipelur (disemen) secara swadaya oleh masyarakat setempat. Jadi, jika seharusnya jalan tesebut bisa dilewati dua motor berlawanan arah, kemarin cuma bisa dilewati satu motor bergantian.

Jalan ini merupakan jalan pintas tercepat untuk menuju Pondok Rajeg dari Pemkab Bogor atau Sukahati, atau sebaliknya. Tanpa jalan ini, pengguna harus melewati jalan besar Sukahati menuju jalan KSR Dadi Kusmayadi melewati RSUD Cibinong kemudian berbelok ke kiri di pertigaan jika mau menuju Pondok Rajeg. Cuma sayangnya ujung jalan di Gang Kancil ini mengerucut saat keluar gang menuju Pondok Rajeg. Ada jembatan sempit menghubungkan selokan yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Atau kendaraan niaga roda tiga, walaupun pas-pasan.

Tapi kemarin malam ada seorang ibu yang mencoba mengendarai mobil lebarnya melewati jalan ini. Si ibu pun sempat diberitahu pemilik warung disana bahwa ujung jalannya tidak bisa dilewati mobil. Karena sudah banyak pemotor yang mengantri di depan mobilnya, ibu tersebut pun terlihat agak kikuk. Pemotor pun akhirnya permisi lewat halaman warung agar bisa melanjutkan perjalanan, termasuk RiderAlit.

Tidak tahu bagaimana kelanjutannya kisahnya 😀 . Apakah ibu tersebut berhasil memundurkan mobilnya atau tidak, karena kalau mundur agak sulit juga sepertinya. Tidak jauh dari warung tersebut adalah tikungan L, yang cukup menyulitkan bagi kendaraan lebar untuk berbelok sambil mundur.

Itulah sedikit gambaran jika suatu saat kendaraan roda empat murah ramah likungan (LCGC) menjadi sesuatu yang biasa, mainstream. Akan banyak jalan-jalan sempit yang peruntukannya hanya untuk roda dua dan pejalan kaki tapi coba dirampas juga oleh peroda empat yang kurang sadar diri. Padahal ada jalan yang lebar, tapi masih juga jalan yang sempit coba dilewati dengan roda empatnya. Resiko untuk pengendara mobil adalah harus melewati jalan besar walaupun jarak tempuhnya lebih jauh dan kondisi aspalnya tidak bagus. Semua ada tempatnya.

Kalau dipikir-pikir, sepeda motor kan tidak boleh lewat di jalan tol yang lebar. Motor besar sekalipun akan kena tilang kalau coba-coba masuk ke jalan tol. Jalan tol ya buat roda empat, roda dua bukan disana tempatnya. Tapi kenapa kalau roda empat lewat jalan sempit yang cuma muat untuk sepeda motor tidak ditilang?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s