Street Justice: Ketika Penegak Hukum Kurang Sigap

The Punisher

The Punisher

“Hakim. Juri. Algojo. Semuanya dikerjakan dalam satu hari kerja.” — The Punisher, 1989

Maraknya kejadian perampasan sepeda motor lama-lama membuat masyarakat geram dengan para pelaku begal. Seperti diberitakan oleh Merdeka.com di sini. Kejadian yang sama juga dipublikasikan di halaman Facebook Divisi Humas Mabes Polri di sini.

Kejadian pengadilan oleh massa yang marah sebenarnya tidak perlu terjadi jika aparat penegak hukum sigap dalam menangani tindak kriminalitas. Massa mungkin marah, apalagi korban dan keluarga korban perampasan sepeda motor, tapi seandainya pihak kepolisian lebih dahulu menindak pelaku mungkin tindakan main hakim sendiri bisa dicegah. Aparat kepolisian sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan patroli atau mengerahkan intelejen jika perlu. Masyarakat pun sebaiknya bisa menahan emosi.

Bisa dibayangkan memang duka korban perampasan sepeda motor. Sakit sampai ke hulu hati atau kemarahan keluarga korban yang mendidih sampai ke ubun-ubun. Tapi kita hidup di negara hukum. Tidak perlu menindak pelanggaran hukum dengan tindakan yang juga melawan hukum. Aparat penegak hukum pun sebaiknya lebih sigap dan lebih tegas.

Mungkin masyarakat menganggap penjara sudah ‘terlalu mainstream’ untuk pelaku pembegalan. Tidak memberikan efek jera pada pelakunya. Sehingga mereka berlaku anarkis. Jangan sampai terjadi perilaku seperti dalam serial TV Street Justice atau film The Punisher di Indonesia lagi seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Dalam agama pun diajarkan untuk tidak berlaku anarkis. Jika terbukti pelaku begal melakukan pencurian dan pembunuhan, maka jika mengacu syariat Islam hukumannya adalah qisas. An eye for an eye, mata dibalas mata. Tapi putusan hukumannya dilakukan oleh dewan pengadilan yang dipimpin oleh hakim yang adil dan pelaksanaan hukumannya juga dilaksanakan oleh algojo yang ditunjuk oleh dewan pengadilan tersebut.

Mungkin apa yang dialami oleh pelaku begal dalam berita-berita tersebut bisa dibilang karma, seperti yang diyakini oleh penganut Buddha dan Zen. Perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik, perbuatan buruk akan mendapatkan balasan yang buruk. You reap what you sow, anda menuai apa yang anda tanam.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s