Jalan-jalan ke Pantai Karang Hawu

The Boats in Karang Hawu Beach

Minggu, 17 Mei 2015 kemarin saya beserta keluarga dan teman-teman pergi plesiran ke pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Bersama rombongan tiga mobil, kami semua memulai perjalanan dari Cibinong melalui Jalan Raya Pemda Karadenan lalu menuju Pajajaran. Di putaran mall Ekalokasari kami berbelok ke kanan menuju Batu Tulis. Terus menelusuri kawasan Batu Tulis melewati Lawang Gintung, Pamoyanan dengan kontur jalan yang banyak tanjakan/turunan dan kelokan hingga akhirnya sampai di jalan raya Cigombong (LIDO).

Sampai di sebuah SPBU di kawasan Cigombong sudah lepas adzan Dzuhur. Kami semua memutuskan untuk singgah dan ishoma (istirahat, sholat, makan). Setelah ishoma perjalanan kembali dilanjutkan dari Cigombong menuju Cicurug. Kemacetan kami temui di beberapa ruas jalan Cicurug. Banyak truk dan bus, selain itu aspal yang rusak menambah lama waktu perjalanan.

Selepas Cicurug kami masih harus menempuh lagi beberapa ruas jalan yang macet di Parung Kuda. Melewati kawasan pasar semakin jelas tercium kawasan wisata Pelabuhan Ratu dengan banyaknya iringan sepeda motor. Selepas Parung Kuda, kami berbelok ke kanan menuju kawasan Pelabuhan Ratu. Rute jalan di sini meliuk-liuk dan menanjak seperti pegunungan dengan pemandangan pepohonan dan bukit di kanan-kiri jalan.

Menelusuri jalan yang meliuk-meliuk ini membutuhkan kehati-hatian karena ruas jalan yang sempit, banyak kelokan tajam dan harus bisa mengimbangi kendaraan besar yang ada di depan kita. Tetapi suasana perjalanan kami bertambah menyenangkan dengan pemandangan iringan touring pengendara sepeda motor yang mungkin kembali dari kawasan wisata. Mulai dari rombongan sepeda motor batangan, bebek, matic hingga rombongan Vespa tua kami temui kemarin. Sesekali beberapa biker tersebut menunjukan aksi hand signal-nya. Terus terang, aksi-aksi mereka kadang terkesan agak arogan bagi kami di dalam mobil. Tapi saya cukup terkesan dengan cara mereka berpakaian yang menggunakan riding gear lengkap. Nuansa warna jaket mereka yang seragam membuat pemandangan jadi tidak membosankan.

Kira-kira saat adzan Ashar berkumandang kami melewati suatu kawasan pasar ikan. Pemandangan kumpulan perahu dan beberapa penjual sayuran di tepi jalan menjadi objek pemandangan yang sangat khas dan menarik untuk di potret. Sayang beribu sayang, saya tidak membawa si Amstrong andalan saya. Akhirnya kami pun memasuki kawasan pantai. Beberapa lapangan parkir mobil di bibir pantai kami temui di sana. Pemandangan ombak yang bergulung-gulung menjadi penyegar mata dan badan kami yang lelah. Kamipun memilih sebuah lapangan parkir di bibir pantai Karang Hawu.

Selepas Ashar kami semua baru menikmati indahnya pemandangan pantai. Saya pun langsung menyiapkan camera gear saya. Pemandangan perahu-perahu dari atas karang, garis pantai, karang-karang, ombak yang menerjang menjadi surga bagi lensa kamera saya. Tidak terasa waktu semakin lama semakin sore. Karena asyiknya memotret, saya tidak sadar kalau deburan ombak semakin lama semakin tinggi. Jika sebelumnya ombak tidak mencapai karang tempat saya berdiri, ternyata menjelang sore itu mulai dari mata kaki hingga betis, jeans saya basah terjilat ombak yang menerjang. Sadar akan situasi, saya segera berpindah tempat. Alhamdulillah, sedikit pemandangan matahari terbenam di pantai (sunset) sekarang menambah koleksi foto-foto saya.

Karena sudah memasuki waktu Maghrib, kami semua kembali ishoma. Ada tempat yang menarik untuk menikmati pemandangan sambil beristirahat, yaitu di sebuah warung makan tepat di ujung parkir mobil di bibir pantai Karang Hawu. Di tempat ini kami menikmati kopi hangat dan sajian makanan diiringi suara deburan ombak di pantai di bawah kami. Tepat di belakang warung ini ada sebuah jalan menurun yang sudah diplester menuju ke pantai. Di sebelah kiri warung, persis di pinggir jalan, ada setapak undakan menuju mushola.

Saat pulang, saya baru menyadari bahwa teman saya yang mengemudikan mobil ini sedikit ‘gila’. Betapa tidak gila, di jalan yang gelap dan menurun serta banyak kelokan, dengan asyiknya dia ngebut. Motor disalip, truk disalip, bus disalip. Beberapa kali kami yang berada di dalam mobil tersebut ajrut-ajrutan dari atas kursi, terlonjak karena aspal yang tidak rata. Jalan yang berkelok-kelok tidak membuat teman saya itu takut ternyata. Dapat sedikit straight, langsung hajar bleh! Ampun. Hanya kemacetan yang bisa membuat teman saya itu tidak mengebut saat pulang.

Pemandangan di pinggir jalan raya Cicurug menuju Cigombong malam itu diramaikan oleh para biker yang melepas lelah atau beristirahat di pinggir jalan. Banyak dari biker tersebut yang duduk-duduk bersama rombongannya di halaman toko atau warung. Yang menarik adalah rombongan pengendara Vespa tua yang asyik tidur-tiduran, menggelar tikar di bawah atap bangunan, membiarkan Vespanya diparkir di pinggir jalan. Dengan santainya mereka mengamati kendaraan yang terjebak macet di jalan raya. Mungkin bagi sebagian orang pemandangan seperti ini terkesan kumuh, tapi bagi saya hal tersebut sedikit sense of freedom yang ditawarkan saat bersepeda motor. Tidak selamanya touring harus fancy atau luxury. Iya nggak bro… 🙂

Yup, itulah sedikit pengalaman yang bisa saya ceritakan kemarin saat bertamasya ke Pelabuhan Ratu. Sedikit pesan bagi pengendara sepeda motor yang mau touring ke sana: Keep safety riding, hati-hati, tidak perlu ngebut, jangan arogan dan jaga stamina Anda semua.

Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Bamboo Bridge

Karang Hawu Beach

The Waves in Karang Hawu Beach

Sunset in Karang Hawu Beach

Iklan

2 thoughts on “Jalan-jalan ke Pantai Karang Hawu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s