Formasi Group Riding Berantakan Salah Siapa?

Elanto vs Moge

Ini bukan adegan sinetron. 😀 Elanto Wijoyono (32) menghadang konvoi group riding motor besar di Yogyakarta.

Menarik mengamati kehebohan di dunia maya tentang seorang aktivis bernama Elanto Wijoyono (32) yang cukup bernyali menghadang konvoi group riding motor besar di Yogyakarta sejak kemarin, Sabtu (15/8/2015). Bagaimanapun niat dan tindakannya memang patut diapresiasi dalam menegakan kedisiplinan pengguna jalan.

Tapi…

Tindakannya menghadang konvoi motor besar itu juga tetap beresiko. Jika ada anggota group riding tersebut yang emosi dan merasa superior, minimal bogem mentah bisa melayang ke wajah ganteng mas Joy. 😀

Menarik juga membaca rilis berita resmi dari Divisi Humas Mabes Polri yang disampaikan melalui laman Facebook-nya di sini. Berikut ini petikannya:

NEWS

ABAIKAN KESELAMATANYA, ELANTO HENTIKAN PAKSA PENGAWALAN POLISI YANG TELAH SESUAI PROSEDUR.

Saat ini netizen dihebohkan dengan aksi yang dilakukan oleh bapak Elanto Wijoyono (32) dan rekan-rekannya yang melakukan penghentian secara paksa konvoi pengendara moge yang sedang melintas di Yogyakarta. Padahal demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan raya, Polisi telah melakukan pengawalan sesuai dengan prosedur.

Sebelum memberikan komentar, mari kita fahami bersama penjelasan berikut.

Taukah Mitra Humas siapa saja pengguna Jalan yang memperoleh Hak Utama untuk didahulukan menurut Pasal 134 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan? Berikut urutan :

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;
d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
f. Iring-iringan pengantar jenazah;
g.Konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kami sudah sering sosialisasi lho Mitra Humas, silahkan lihat postingan- postingan kami sebelumnya.

Nah, sesuai dengan urutan tersebut, maka pada huruf g, Polisi telah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai prosedur untuk melakukan pengawalan terhadap konvoi motor Harley tersebut.

“Mengenai voorijder itu, jadi pihak panitia (acara moge) sudah menghubungi kami. Mereka sudah mengantongi izin dan meminta pengawalan,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Any Pudjiastuti dalam perbincangan, Minggu (16/8/2015).

Nah, tuh kan. Menurut Divisi Humas Mabes Polri, tindakan mas Joy dan rekan-rekannya tetap saja beresiko.

Begini saja…

Konvoi tersebut kan sudah dikawal oleh voorijder dari kepolisian, toh. Jika konvoinya menimbulkan kemacetan atau gesekan-gesekan lain di jalan toh sudah ada pihak kepolisian yang seharusnya mengatur. Harap diingat juga bapak/ibu polisi yang mengawal, tugas panjenengan selain mengawal rombongan tersebut juga mengatur lalu lintas agar pengguna jalan lain tidak terampas hak-haknya di jalan. Bukan begitu?

Kalau saya amati gambar-gambar yang bertebaran di dunia maya, formasi group riding tersebut sepertinya memenuhi jalan. Belajar dari blogger senior, formasi group riding itu seharusnya menggunakan formasi ular. Satu baris berjalan beriringan, atau mungkin dua baris jika jalannya cukup lebar. Bukan formasi kura-kura yang menghabiskan badan jalan. Mohon maaf jika saya salah berucap.

Jadi, kalau formasi group riding tersebut berantakan salah siapa? Salah panitia? Salah road captain? Salah anggota rombongan? Salah voorijder atau polisi yang mengawal? Salah pengguna jalan lain yang kebetulan sedang sial bertemu rombongan tersebut? Ah, yang jelas salah adalah jalannya. Kenapa juga tuh jalan ada di sana sehingga bisa dilewati oleh rombongan tersebut. Heuheuheu… 😀 #koplak

Karavan

Ini juga hampir mirip dengan group riding, lho.

Kalau jalan berbaris beriringan kan tetap rapi dan tertib. Lihat gambar diatas, tuh. 🙂

Sumber Gambar 1: metrotvnews.com
Sumber Gambar 2: Warriors of Heaven and Earth, courtesy Sony Pictures Classics (2003)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s