Pengalaman Menumpang Shuttle XTrans ke Cilegon

Armada shuttle XTrans di pick-up point XTrans Semanggi. Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto Kav. 18, Setiabudi, Jakarta Selatan

Armada shuttle XTrans di pick-up point XTrans Semanggi.
Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto Kav. 18, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Jum’at, 03 Juni 2016. Kira-kira pukul enam lebih lima menit, Commuter Line yang saya tumpangi tiba di stasiun Cawang. Dari stasiun saya langsung menuju terowongan yang bersebelahan dengan jalur KA untuk menuju ke jalan raya. Sampai di pinggir jalan saya langsung mencegat si burung biru. “Hotel Kartika Chandra ya, pak.” Sang supir langsung menyalakan argo dan menuju kawasan Semanggi lewat jalan Gatot Subroto yang terkenal macet itu. Saya perhatikan dia sibuk mengutak-atik aplikasi peta di ponsel pintarnya. Tidak mungkin sebuah posisi di pinggir jalan Gatot Subroto yang terkenal itu tidak diketahui oleh supir taksi yang malang-melintang di Jakarta Selatan. Ternyata benar dugaan saya, sang supir mencari jalur alternatif yang tidak macet untuk sampai ke Hotel Kartika Chandra.

Sempat berputar-putar diantara belantara pencakar langit padahal saya sudah resah kalau-kalau tertinggal shuttle yang akan membawa saya menuju Cilegon. Eh, ternyata sang supir malah salah berputar di sebuah tikungan sehingga kami harus balik arah ke tikungan yang sesuai dengan rute yang ditunjukan oleh aplikasi peta yang digunakan sang supir. Yah, resiko mencari jalur alternatif memang seperti ini. Namun akhirnya saya sampai juga di Hotel Kartika Chandra kira-kira pukul tujuh kurang sepuluh menit. Keluar dari taksi saya langsung menuju sayap kiri gedung, menuju pick-up point shuttle XTrans Semanggi.

Sampai di ruang tunggu saya langsung mengkonfirmasi keberangkatan saya. “Nomor teleponnya, pak?” tanya sang resepsionis. Setelah mengkonfirmasi nama dan nomor telepon petugas tersebut langsung memberikan tiket dan saya pun langsung membayarnya. Sehari sebelumya, seorang co-worker sudah melakukan booking shuttle tersebut untuk saya melalui telepon. Saya kembali menuju deretan kursi tunggu sambil menonton siaran Penguin of Madagascar di Fox Movies dari sebuah televisi yang ada di ujung depan deretan kursi tunggu. Karena shuttle menuju Cilegon berangkat setiap dua jam sekali mulai jam 05.30 pagi, berarti saya harus menunggu kira-kira empat puluh menit lagi untuk berangkat.

Akhirnya armada shuttle yang saya tunggu datang tepat jam 07.30. Sang supir memberitahukan penumpang di kursi tunggu bahwa armada shuttle ke Cilegon sudah siap. Armada tersebut bernomor CL01. Para penumpang pun segera menuju armada yang ditunjuk. Ternyata rekan saya kemarin memesankan saya tempat duduk di dalam shuttle di deretan kedua belakang supir, bangku tengah. Kursi nomor tiga. Tapi karena tidak semua bangku di dalam shuttle diisi penumpang maka saya bebas memilih duduk di bangku paling pinggir dekat jendela dan pintu, kursi nomor dua. Sebagai informasi, dalam satu armada shuttle dapat diisi oleh sepuluh penumpang. Satu penumpang paling depan di samping supir dan penumpang lainnya berderet tiga baris di belakang. Posisi duduk saya adalah yang paling saya sukai, karena dekat dengan jendela dan pintu.

Posisi kursi penumpang di dalam armada shuttle XTrans.

Posisi kursi penumpang di dalam armada shuttle XTrans.

Kami segera berangkat menyusuri jalan Gatot Subroto. Mampir sebentar di sebuah SPBU untuk mengisi tangki solar kemudian berputar kembali meninggalkan Semanggi menuju jalan tol Jakarta-Merak. Selama masih berada di Jakarta kemacetan tidak terhindarkan. Maklum, kendaraan roda empat di Jakarta jumlahnya tidak pernah berkurang. Bukannya berkurang, setiap tahun malah semakin bertambah banyak.

Pemandangan lalu lintas di Semanggi dari dalam shuttle XTrans.

Pemandangan lalu lintas di Semanggi dari dalam shuttle XTrans.

Kira-kira jam delapan lebih enam menit armada yang kami tumpangi keluar dari GTO Karang Tengah. Memasuki provinsi Banten ini mulai terlihat truk-truk dan bus besar melintas di jalur Tangerang-Merak. Kondisi lalu lintas ramai lancar. Beberapa saat kemudian seorang penumpang wanita di deretan kursi baris ketiga berkata, “Pak, nanti kalau sampai di rest area berhenti sebentar, ya.” Ternyata pak supirnya baik sekali, karena beberapa menit kemudian kami sampai di rest area dan dia tidak keberatan untuk berhenti. Dan ternyata arti kata ‘sebentar’ itu berbeda-beda bagi setiap orang. Karena penumpang lain harus menunggu sampai air muka sang supir pun mulai terlihat galau. Tapi akhirnya penumpang yang ditunggu datang dan kami bersiap melanjutkan perjalanan. Untuk meninggalkan rest area kami harus menunggu deretan truk-truk yang baru masuk atau akan meninggalkan rest area yang melintas di belakang armada shuttle yang kami tumpangi.

Pemandangan saat memasuki gerbang tol Karang Tengah dari dalam shuttle XTrans.

Pemandangan saat memasuki gerbang tol Karang Tengah dari dalam shuttle XTrans.

Ngomong-ngomong, kondisi di dalam shuttle cukup nyaman. Tidak ada penumpang yang mengeluh ini-itu. Jok-jok kursi pun bersih. Walau kaki ditekuk tidak bisa selonjoran. Mau selonjoran? Naik mobil sendiri! 😀 Atau naik bus! 😀

Pick-up point XTrans di Serang Timur

Pick-up point XTrans di Serang Timur

Jam delapan lebih empat puluh menit armada yang kami tumpangi meninggalkan gerbang tol Cikupa. Lalu kira-kira dua puluh menit kemudian kami meinggalkan tol Serang Timur dan mampir sebentar di pick-up point XTrans Serang. Setelah mampir beberapa menit, kami kembali memasuki jalur tol menuju Cilegon. Pemandangan pepohonan besar dan sawah-sawah menghijau di kanan-kiri sepanjang jalan yang lurus ini mungkin terasa menjemukan bagi supir yang sering melintas di jalur ini. Tapi saya pribadi selalu menikmati pemandangan jalan yang saya lewati. Akhirnya jam sembilan lewat dua puluh lima menit kami keluar dari GTO Cilegon Timur. Beberapa menit kemudian kami pun sampai di pick-up point XTrans Cilegon.

Suasana di dalam ruang pick-up point XTrans Cilegon. Jalan Serdang, Cilegon

Suasana di dalam ruang pick-up point XTrans Cilegon.
Jalan Serdang, Cilegon.

Saya pun menunggu staf kantor menjemput saya di pick-up point XTrans Cilegon.

Perjalanan Jakarta-Cilegon dengan shuttle XTrans kira-kira menghabiskan waktu dua jam, berangkat jam 07.30 dan sampai kurang lebih jam 09.30 dengan kondisi jalan tol ramai-lancar tanpa kendala. Kondisi armada bersih dan nyaman serta supir yang ramah dan tidak ugal-ugalan. Well, two thumbs up! Alternatif yang baik untuk menuju Serang atau Cilegon selain menggunakan bus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s