Mengoptimalkan Penyimpanan Portable Audio Player

Format Factory 3.7.5

Portable Audio Player

Beberapa minggu lalu waktu sedang merapikan beberapa tumpukan barang jadul di gudang saya temukan sebuah USB portable audio player diantara floppy disk 3.5 inch. Wah, jadi inget zaman kuliah dulu. Seingat saya benda ini saya beli tahun 2006 dulu. Hm, kira-kira masih bisa digunakan nggak ya?

Cek dan ricek kondisi body-nya masih bagus, kutub baterainya masih utuh tanpa karat karena memang terbuat dari kuningan. Langsung coba colok ke port USB di komputer dan tadaaaa…! Layarnya masih bisa menampakan tulisan Welcome! Langsung tekan tombol Windows+E di keyboard dan ada satu drive tambahan muncul. Horeee… berarti masih bisa. Lumayan, masih bisa digunakan untuk menemani jalan santai. 🙂 Tinggal belikan baterai rechargeable 1.2 volt ukuran AAA dan colok headphone 3.5 mm.

Berhubung storage-nya cuma sebesar 2GB, kalau dilihat dengan Windows Explorer sih nggak sampai segitu :-D, saya jadi berpikir bagaimana ya supaya bisa lebih banyak menyimpan file audio MP3 tanpa harus mengorbankan kualitas audionya. Teringat dulu zaman handphone lawas seperti Nokia 6600 yang masih menggunakan MMC suka mengkompresi audio hingga ukuran filenya kurang dari 1 MB.

Kualitas audio, khususnya audio terkompresi seperti MP3, sangat ditentukan oleh bitrate-nya. Angka bitrate biasanya ditunjukan dengan satuan KB/s (Kilo Byte per Second). Biasanya ada dua jenis MP3, yaitu MP3 dengan variable bitrate dan constant bitrate. File audio dengan variable bitrate jika dimainkan dengan MP3 player akan  menunjukan angka bitrate yang berubah-ubah, misalnya dari 128 KB/s lompat ke 256 KB/s lalu lompat lagi ke 192 KB/s dan seterusnya. Sedangkan audio dengan constant bitrate akan menampilkan angka bitrate yang tetap dari awal hingga akhir, misalnya 64 KB/s, 128 KB/s atau 192 KB/s saja. Tidak pernah berubah selama file-nya dimainkan.

Kualitas audio dengan bitrate 128 KB/s sudah setara dengan suara CD audio yang sangat jernih di telinga. Jika sebuah lagu berdurasi 3 sampai 4 menit disimpan dengan format MP3 128 KB/s biasanya memerlukan ruang penyimpanan  sebesar 4 s.d 5 MB. Bisa nggak ukurannya diperkecil dari 4MB tetapi kualitasnya tidak menurun? Maksudnya tetap terdengar jernih di telinga. Jawabannya bisa! Berdasarkan pengalaman saya kualitas 64 KB/s yang setara dengan suara radio FM paling jernih tetap terdengar nyaman di telinga. Suara bass dan treble-nya tetap mengalun jernih di telinga. Apalagi jika menggunakan headphone atau pengeras suara (speaker) plus amplifier yang berkualitas. Ukuran filenya pun cuma 1 s.d 2 MB.

Terus cara mengubah bitrate-nya bagaimana? Gunakan program konversi multimedia semacam Format Factory untuk melakukannya. Kenapa Format Factory, bukan yang lain? Yah, karena saya sudah cukup akrab dengan perangkat yang satu ini. 🙂 Selain karena lisensinya yang free, Format Factory mendukung semua format multimedia yang populer saat ini.

Yuk, langsung saja kita bahas cara mengkonversi audionya! Silahkan gunakan Google untuk mencari dan men-download Format Factory. Kalau sudah di-download jangan lupa diinstal, ya. 😀 Saya sendiri masih menggunakan Format Factory 3.7.5.

Format Factory 3.7.5

Format Factory 3.7.5

Format Factory 3.7.5

Klik menu Audio, lalu klik tombol/icon MP3.

Format Factory 3.7.5

Klik tombol Add File untuk menambahkan file audio satu per satu atau klik tombol Add Folder untuk menambahkan semua file audio/video yang ada dalam folder.

Format Factory 3.7.5

File yang akan dikonversi akan ditampilkan. Langkah selanjutnya adalah menentukan kualitas output yang diinginkan. Klik tombol Output Setting.

Format Factory 3.7.5

Pilih profile Medium Quality, selain itu untuk mengecilkan ukuran berkas MP3 atau beberapa format audio lain bisa dilakukan dengan menentukan besar bitrate. Dalam hal ini saya memilih 64 KB/s. Setting yang lain saya biarkan pada posisi default. Setelah selesai klik tombol Ok.

Format Factory 3.7.5

Kembali ke jendela sebelumnya, klik tombol Set Range di bawah tombol Output Setting. Kita bisa memotong durasi file audio/video dari detik berapa sampai detik berapa dengan mengklik tombol Start Time dan End Time. Kotak preview dan slider bisa membantu kita melakukan hal tersebut. Jika sudah selesai klik tombol Ok.

Format Factory 3.7.5

Klik tombol Ok sekali lagi dan kita akan kembali ke jendela utama. Nama berkas multimedia yang akan dikonversi akan ditampilkan pada daftar di sebelah kanan. Klik tombol Start untuk memulai proses konversi.

Format Factory 3.7.5

Saat proses konversi dilakukan akan muncul progress bar yang menampilkan persentase. Jika proses konversi telah selesai statusnya berubah menjadi Completed dan jika prosesnya gagal maka yang muncul Error disertai kode kesalahannya. Kita akan bahas penyebab kesalahannya nanti. Output file-nya disimpan dalam direktori D:\FFOutput.

Loh, kok bisa ada yang error saat proses konversi? Kenapa ya?

Biasanya beberapa program konversi audio, tidak hanya Format Factory, mengalami kesulitan saat mengkonversi audio MP3 variable bitrate menjadi audio MP3 constant bitrate. Terus bagaimana, dong? Cari program lain untuk konversi? 😦 Tenang. Format Factory masih bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini.

Caranya adalah ubah terlebih dahulu file MP3 variable bitrate tersebut ke format audio tanpa kompresi, yaitu WAV. Jika MP3 variable bitrate dengan bitrate tertinggi 128 KB/s berdurasi 3 sampai 4 menit file-nya berukuran 4 s.d 5 MB maka setelah dikonversi menjadi WAV ukurannya bisa 10 kali lipatnya. Biasanya berkisar 40 s.d 50 MB.Nah, setelah diubah menjadi WAV, kita konversi kembali menjadi MP3 64 KB/s.

Cara mengerjakannya sama seperti langkah-langkah diatas, cuma pilih formatnya WAV. Setelah output hasil konversinya  didapatkan maka file WAV tersebut bisa dikonversi kembali menjadi MP3 seperti langkah-langkah sebelumnya.

Ok, semoga tips sederhana ini bermanfaat. Tetaplah bersyukur kepada Sang Pencipta atas karunia pendengaran yang sempurna ini. Subhanallah.

Selamat berakhir pekan dan salam hangat dari kota hujan. Bonus song: No Money by Galantis. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s