Peluang dan Tantangan Pekerja di Era Industri 4.0

Industry 4.0

Pembagian Generasi Industri Mulai Generasi Pertama Hingga Keempat

Pada tanggal 1 Mei nanti kita akan memperingati Hari Buruh Internasional atau yang biasanya dikenal dengan Mayday. Jika mendengar frasa ‘ hari buruh’ biasanya yang terbersit dalam benak kita adalah demonstrasi yang dilakukan untuk menuntut hak-hak para buruh. Terlepas dari perusahaan dimana kita bekerja dan bagaimana perusahaan memperlakukan buruh, daripada menghabiskan waktu untuk merancang demonstrasi yang kurang bermanfaat ada baiknya kita sedikit melakukan telaah kedepan (outlook) seperti apa dunia industri pada masa yang akan datang sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman (insight). Kira-kira persiapan seperti apa yang harus kita miliki atau apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya.

Pada tahun 2020 nanti dunia industri mulai memasuki tahapan yang disebut era Industri 4.0. Apa itu Industri 4.0? Industri 4.0 adalah tren automasi industri dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur yang mana didalamnya termasuk teknologi cloud computing, cyber-physical system dan Internet of Things (IoT). Istilah “smart factory” akan menjadi hal yang lumrah kita dengar di era Industri 4.0 sebagaimana saat ini kita mendengar istilah smartphone, smartcard dan istilah-istilah lain yang ditambahkan prefiks smart. Istilah “Industrie 4.0” dicetuskan oleh pemerintah Jerman pada tahun 2011 yang lalu.

Sebagian orang membandingkan Industri 4.0 dengan Revolusi Industri Generasi Keempat (Fourth Industrial Revolution). Revolusi Industri Generasi Keempat sendiri merupakan transformasi sistemik yang lebih luas cakupannya daripada Industri 4.0, yang mana didalamnya mencakup dampak terhadap masyarakat, struktur pemerintahan dan peranan manusia itu sendiri dalam struktur ekonomi dan manufaktur. Jadi, bisa disimpulkan Industri 4.0 adalah subset dari Revolusi Industri Generasi Keempat.

World Economic Forum pada Januari 2016 memperkirakan ada sekitar 35% keahlian yang yang dianggap penting saat ini kelak akan berubah. Kecerdasan buatan dan machine learning, robotika, transportasi autonomous, advanced materials, bioteknologi dan genomic akan sangat berperan dalam Revolusi Industri Generasi Keempat. Sejarah telah mencatat revolusi industri diawali dengan diciptakannya mesin uap di Inggris oleh James Watt pada abad ke-18.

Sejak diciptakannya mesin uap perubahan besar-besaran terjadi dalam industri tekstil dan batu bara. Penggunaan tenaga hewan dan manusia digantikan dengan mesin-mesin mekanik bertenaga uap dalam proses manufaktur. Penemuan mesin uap kemudian juga mendorong kemajuan teknologi transportasi dengan diciptakannya kapal uap, kereta api dan dibangunnya rel-rel kereta. Ingat film Wild Wild West atau Titanic, dimana secara jelas digambarkan tenaga uap menjadi sumber energi mesin transportasi. Perubahan yang awalnya terjadi di Inggris perlahan menyebar ke Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang dan akhirnya seluruh dunia. Inilah revolusi industri generasi pertama.

Sergei Karpukhin

Selanjutnya penemuan tenaga listrik menggantikan mesin-mesin uap dalam proses manufaktur telah memungkinkan dilakukannya produksi masal dan digunakannya jalur perakitan (assembly line) menandai revolusi industri generasi kedua. Lahirnya komputer modern pasca Perang Dunia II dengan perkembangan teknologi semikonduktor dan teknologi LSI (Large Scale Integration) dalam pembuatan IC (Integrated Circuit) telah memungkinkan automasi dalam bidang industri. Tidak hanya industri, munculnya komputer modern juga menimbulkan euforia dalam bidang bisnis dan perbankan, kedokteran, pendidikan, eksplorasi luar angkasa, hingga hiburan dan permainan (games). Komputer ‘menjajah’ setiap bidang kehidupan. Automasi yang diotaki oleh teknologi IC, embedded system, mikroelektronika akhirnya melahirkan robot-robot mekanik-elektronik dalam proses manufaktur. Jepang sangat terkenal dengan penggunaan tenaga robot dalam industri otomotif. Inilah revolusi industri generasi ketiga.

Dirangkum dari World Economic Forum (WE), nanti pada tahun 2020 dimana era Revolusi Industri Generasi Keempat dimulai ada sepuluh soft skill yang harus dimiliki untuk menjawab tantangan dunia industri. Soft skill tersebut adalah menyelesaikan permasalahan yang kompleks/sulit (Complex Problem Solving), berpikir kritis (Critical Thinking), kreatifitas (Creativity), manajemen SDM (People Management), koordinasi (Coordinating), kecerdasan emosional (Emotional Intelligence), pengambilan keputusan (Judgment and Decision Making), orientasi pada layanan (Service Orientation), negosiasi (Negotiation) dan kelenturan berpikir (Cognitive Flexibility).

Top 10 Skills for 2020

Jika pada tahun 2015 Quality Control dan Active Listening masih menempati daftar soft skill yang dianggap penting, maka menurut WE dua soft skill tersebut tidak lagi termasuk soft skill yang penting memasuki tahun 2020. Dari sepuluh soft skill tersebut, kreatifitas merupakan top skill yang harus dimiliki pekerja. Mesin memang membantu untuk bekerja dengan lebih cepat, tetapi mesin belum bisa menyamai kreatifitas manusia. Harap digarisbawahi frasa belum bisa.

Survei yang dilakukan WE Forum’s Global Agenda Council dalam Future of Software and Society menunjukan masyarakat menginginkan mesin-mesin dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari dewan direksi perusahaan. Keahlian negosiasi yang merupakan top ten soft skill pada tahun 2015 akan digantikan oleh ‘mesin yang memanfaatkan sejumlah besar data’ mulai tahun 2020. Jadi, jika dulu begawan IT Indonesia Romi S. W. mengatakan Data Mining dalam hubungannya dengan Business Intelligence sebagai “one of the hottest IT skill in 2015”, ucapan beliau ada benarnya.

Semoga dari penjelasan ini bisa tergambar dalam benak kita kira-kira seperti apa peluang yang ada dan tantangan yang akan dihadapi di era Industri 4.0. Semoga bermanfaat.

 Selamat berakhir pekan. Salam hangat dari kota hujan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s