Jalan-jalan ke Situ Babakan

Situ Babakan

Situ Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan

Bagaimana kira-kira caranya mengisi liburan atau akhir pekan di Jakarta tanpa harus pergi ke mall, nonton film baik di bioskop ataupun on-line, atau main games di komputer/gadget? Jawabannya adalah pergi jalan-jalan ke tempat wisata alam. Loh, memangnya ada wisata alam di Jakarta? Jelas ada! Situ Babakan di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan misalnya. Selain wisata alam di Situ Babakan sobat bisa melihat budaya asli Jakarta, budaya Betawi.

Untuk mencapai Situ Babakan cukup mudah. Jika kita berasal dari Bogor atau Depok cukup ikuti jalan raya Margonda hingga menjumpai pertigaan jalan sebelum JPO stasiun Lenteng Agung. Dari pertigaan tersebut kita berbelok ke kiri di jalan Mohammad Kafi II. Cukup ikuti arah yang ada di papan penunjuk jalan di sepanjang jalan tersebut untuk mencapai Situ Babakan.

Situ Babakan

Ada apa saja di Situ Babakan? Selain pemandangan alam danau atau situ, di sini kita bisa jumpai kekhasan budaya Betawi, misalnya bangunan, pakaian adat dan makanan/minuman. Pemandangan indahnya bisa dinikmati sambil menyantap jajanan-jajanan yang dijajakan oleh para pedagang di sekeliling situ atau pedagang kaki lima yang kebetulan mampir di dekat tempat kita duduk di kursi-kursi atau lesehan di tempat yang disediakan.

Jangan takut dompet terkuras karenan jajanan yang dijajakan di sini tidak semahal kalau sobat pergi ke Plaza Indonesia, Kota Casablanca atau PIM. Heuheuheu… 😀 Yup, pedagang disini berdagang untuk mencari nafkah, bukan untuk membangun real estate, mall, atau kawasan perkantoran elite. Jadi, jangan sungkan-sungkan merogoh kocek sobat.

Baiklah, daripada saya berpanjang lebar bercerita seperti apa Situ Babakan apalagi sampai ngobrol ngalor-ngidul tidak karu-karuan, lebih baik sobat lihat foto-foto berikut ini. Jangan salahkan saya kalau sobat jadi penasaran dan ingin berkunjung sendiri ke Situ Babakan ini. 😀

Selamat Datang di Situ Babakan

Selamat Datang di Situ Babakan

Lahan parkir di Situ Babakan

Lahan parkir di Situ Babakan

Kerak telor makanan khas Betawi

Kerak telor makanan khas Betawi

Salah satu kios dagangan di Situ Babakan

Salah satu kios dagangan di Situ Babakan

Pedagang kaki lima di Situ Babakan

Pedagang kaki lima di Situ Babakan. “Bang, senyum bang!” 😀

Jalan di Pinggir Situ Babakan

Pemandangan jalan di sepanjang Situ Babakan

Wisata Air Situ Babakan

Ajak anak-anak atau keluarga sobat untuk menikmati pemandangan Situ Babakan dengan perahu-perahu yang disediakan.

Menara Masjid Terlihat Dari Seberang Situ Babakan

Pemandangan menara masjid di kejauhan yang terlihat dari salah satu sudut di seberang Situ Babakan.

Wisatawan Menikmati Hidangan di Tepi Situ Babakan

Menikmati jajanan kuliner di bawah pohon rindang di tepi Situ Babakan bersama teman, keluarga atau handai taulan.

Wisatawan di Situ Babakan

Masih menikmati kuliner di sepanjang tepi Situ Babakan. Tapi kenapa adik yang satu itu sepertinya tertidur ya, heuheuheu… 😀

Pedagang Keliling di Situ Babakan

Pedagang keliling menawarkan dagangannya pada seorang wisatawan.

Jalan di Pinggir Situ Babakan

Seperti inilah jalan di sekeliling Situ Babakan. Cukup lebar untuk dilewati dua mobil dengan kios-kios di sepanjang pinggir jalan dan meja-meja dan kursi berpeneduh di pinggir situ.
Bir Pletok

Jangan lupa dengan bir pletok, minuman khas Betawi.

Semoga bermanfaat. Salam hangat dari kota hujan.

Iklan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437H

image

Alhamdulillah kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang dinanti-nanti. Semoga di bulan yang suci ini kita bisa meningkatkan amal ibadah agar kelak dapat kembali menjadi insan-insan yang fitri pada hari Idul Fitri. Insya Allah.

Selaku punggawa blog ini saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1437H.

NB:
Aplikasi Toolwiz Photos di Android keren, lho 😀

Gelar Seni Budaya di Situs Megalitikum Gunung Padang

Sesuai janji di tulisan saya sebelumnya, dalam post kali ini saya tampilkan beberapa foto pagelaran seni budaya yang saya potret hari Kamis, 06 Mei 2016 kemarin. Pagelaran seni budaya Sunda di situs Gunung Padang ini dibawakan oleh civitas MAN 1 Cianjur. Dua tempat yang digunakan adalah halaman masuk ke situs dan teras paling atas Gunung Padang.

Di teras paling atas terlihat beberapa alat musik tradisional gamelan seperti gong, degung dan gendang. Beberapa pengeras suara (salon speaker) juga terlihat di teras yang dijadikan sebagai arena teater. Pengunjung menonton di sekeliling arena teater atau di saung yang ada di pinggir arena. Ada yang sibuk merekam pagelaran seni tersebut dengan ponsel pintar, ada yang asyik menonton sambil tertawa dan berkomentar dan ada juga yang repot berfoto diri dengan latar adegan seni budaya tersebut. Pengunjung lain dari dataran yang agak tinggi di atas arena mengatur kamera di tripod mereka untuk mengabadikan pagelaran seni budaya tersebut.

Macam-macam kostum yang digunakan oleh pelaku pementasan seni budaya ini. Ada yang menggunakan pakaian adat Sunda, pakaian modern, kostum ayam jago, dan selendang tari yang digunakan para penari. Pria rata-rata menggunakan kostum adat pria Sunda, yaitu celana panjang dan kemeja hitam, kaos dalaman berwarna putih serta ikat kepala bercorak batik. Siswi lain yang mungkin berperan sebagai petugas di belakang layar rata-rata mengenakan blus putih dan jilbab hitam. Para penonton yang mungkin juga berasal dari sekolah yang sama mengenakan kain batik, kebaya hijau dan jilbab putih. Banyak juga anak kecil yang ikut menyaksikan. Di sisi gamelan terlihat pria-pria berbusana Sunda dan ada yang bergamis serta bersorban. Mewakili norma yang erat pada masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam dan budaya warisan leluhur.

Menyesal karena sepertinya saya datang agak terlambat sehingga tertinggal beberapa pementasan seni di awal acara. Dua pertunjukan yang sempat saya nikmati adalah pementasan tari dan teater. Padahal sepertinya juga ada pementasan pencak silat. Terlihat dari beberapa pria dan anak-anak yang berpakaian hitam-hitam dengan atribut perguruan pencak silat.

Menarik juga melihat ekspresi wajah orang-orang di sana. Guratan wajah, gesture dan ekspresi orang-orang yang dibalut pakaian adat sangat menarik untuk dijadikan objek foto. Saya pun berusaha mengabadikan mereka dalam foto-foto saya.

Senang rasanya bisa menikmati kekayaan budaya. Hal-hal yang indah seperti ini cuma ada pada masyarakat yang beragama dan berbudaya. Yuk, kita jaga nilai-nilai luhur agama dan warisan adi luhung nenek moyang agar masyarakat Indonesia tetap menjadi bangsa yang berbudaya luhur.

Salam hangat dari kota hujan.

Kalender 2016

Sampailah kita di 2016!

Buat sobat yang belum memiliki kalender tahun 2016 atau hanya ingin menyimpan format kalendernya dalam bentuk digital, nih sudah saya buatkan kalendernya dalam bentuk satuan gambar berformat JPEG. Tema kalender tahun ini adalah kejurnas Husqvarna Motocross Championship 2015 yang dilaksanakan di Cibinong beberapa bulan lalu.

Beberapa tanggal merah yang berkaitan dengan hari besar umat Islam seperti Idul Fitri & Idul Adha saya berikan tanda ‘To be confirmed’. Karena memang harus menunggu kepastian menjelang hari-hari besar tersebut.

Selamat berlibur. Salam hangat dari kota hujan.

Posted from WordPress for Android

Human Interest: Kids Games

Tarian dari Papua

Kostum Tarian Papua

Papua Dance

Stick in the Air

Turn Around

Closing Dance

Balap Karung

Balap Karung

Balap Karung

Balap Bakiak

Lomba Balap Bakiak

Lomba Balap Bakiak

Lomba Balap Bakiak

Tarik Tambang

Tawa Seru

Tarik Terus!

Tarik dan Tarik Lagi

Terus Tarik!

Tarik Tambang

… dan lain-lain 😀

Joged

Ibu

Bonus Lanskap 🙂

Hijau Pepohonan

Taman Bunga Nusantara

Danau Angsa

Danau Angsa, Taman Bunga Nusantara, Cianjur.

“For one so small, you seem so strong. My arms will hold you, keep you safe and warm.”

— You’ll Be in My Heart, Phil Collins

Taman Bunga Nusantara, Cianjur, 15 Juni 2015.

Jalan-jalan ke Pantai Karang Hawu

The Boats in Karang Hawu Beach

Minggu, 17 Mei 2015 kemarin saya beserta keluarga dan teman-teman pergi plesiran ke pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Bersama rombongan tiga mobil, kami semua memulai perjalanan dari Cibinong melalui Jalan Raya Pemda Karadenan lalu menuju Pajajaran. Di putaran mall Ekalokasari kami berbelok ke kanan menuju Batu Tulis. Terus menelusuri kawasan Batu Tulis melewati Lawang Gintung, Pamoyanan dengan kontur jalan yang banyak tanjakan/turunan dan kelokan hingga akhirnya sampai di jalan raya Cigombong (LIDO).

Sampai di sebuah SPBU di kawasan Cigombong sudah lepas adzan Dzuhur. Kami semua memutuskan untuk singgah dan ishoma (istirahat, sholat, makan). Setelah ishoma perjalanan kembali dilanjutkan dari Cigombong menuju Cicurug. Kemacetan kami temui di beberapa ruas jalan Cicurug. Banyak truk dan bus, selain itu aspal yang rusak menambah lama waktu perjalanan.

Selepas Cicurug kami masih harus menempuh lagi beberapa ruas jalan yang macet di Parung Kuda. Melewati kawasan pasar semakin jelas tercium kawasan wisata Pelabuhan Ratu dengan banyaknya iringan sepeda motor. Selepas Parung Kuda, kami berbelok ke kanan menuju kawasan Pelabuhan Ratu. Rute jalan di sini meliuk-liuk dan menanjak seperti pegunungan dengan pemandangan pepohonan dan bukit di kanan-kiri jalan.

Menelusuri jalan yang meliuk-meliuk ini membutuhkan kehati-hatian karena ruas jalan yang sempit, banyak kelokan tajam dan harus bisa mengimbangi kendaraan besar yang ada di depan kita. Tetapi suasana perjalanan kami bertambah menyenangkan dengan pemandangan iringan touring pengendara sepeda motor yang mungkin kembali dari kawasan wisata. Mulai dari rombongan sepeda motor batangan, bebek, matic hingga rombongan Vespa tua kami temui kemarin. Sesekali beberapa biker tersebut menunjukan aksi hand signal-nya. Terus terang, aksi-aksi mereka kadang terkesan agak arogan bagi kami di dalam mobil. Tapi saya cukup terkesan dengan cara mereka berpakaian yang menggunakan riding gear lengkap. Nuansa warna jaket mereka yang seragam membuat pemandangan jadi tidak membosankan.

Kira-kira saat adzan Ashar berkumandang kami melewati suatu kawasan pasar ikan. Pemandangan kumpulan perahu dan beberapa penjual sayuran di tepi jalan menjadi objek pemandangan yang sangat khas dan menarik untuk di potret. Sayang beribu sayang, saya tidak membawa si Amstrong andalan saya. Akhirnya kami pun memasuki kawasan pantai. Beberapa lapangan parkir mobil di bibir pantai kami temui di sana. Pemandangan ombak yang bergulung-gulung menjadi penyegar mata dan badan kami yang lelah. Kamipun memilih sebuah lapangan parkir di bibir pantai Karang Hawu.

Selepas Ashar kami semua baru menikmati indahnya pemandangan pantai. Saya pun langsung menyiapkan camera gear saya. Pemandangan perahu-perahu dari atas karang, garis pantai, karang-karang, ombak yang menerjang menjadi surga bagi lensa kamera saya. Tidak terasa waktu semakin lama semakin sore. Karena asyiknya memotret, saya tidak sadar kalau deburan ombak semakin lama semakin tinggi. Jika sebelumnya ombak tidak mencapai karang tempat saya berdiri, ternyata menjelang sore itu mulai dari mata kaki hingga betis, jeans saya basah terjilat ombak yang menerjang. Sadar akan situasi, saya segera berpindah tempat. Alhamdulillah, sedikit pemandangan matahari terbenam di pantai (sunset) sekarang menambah koleksi foto-foto saya.

Karena sudah memasuki waktu Maghrib, kami semua kembali ishoma. Ada tempat yang menarik untuk menikmati pemandangan sambil beristirahat, yaitu di sebuah warung makan tepat di ujung parkir mobil di bibir pantai Karang Hawu. Di tempat ini kami menikmati kopi hangat dan sajian makanan diiringi suara deburan ombak di pantai di bawah kami. Tepat di belakang warung ini ada sebuah jalan menurun yang sudah diplester menuju ke pantai. Di sebelah kiri warung, persis di pinggir jalan, ada setapak undakan menuju mushola.

Saat pulang, saya baru menyadari bahwa teman saya yang mengemudikan mobil ini sedikit ‘gila’. Betapa tidak gila, di jalan yang gelap dan menurun serta banyak kelokan, dengan asyiknya dia ngebut. Motor disalip, truk disalip, bus disalip. Beberapa kali kami yang berada di dalam mobil tersebut ajrut-ajrutan dari atas kursi, terlonjak karena aspal yang tidak rata. Jalan yang berkelok-kelok tidak membuat teman saya itu takut ternyata. Dapat sedikit straight, langsung hajar bleh! Ampun. Hanya kemacetan yang bisa membuat teman saya itu tidak mengebut saat pulang.

Pemandangan di pinggir jalan raya Cicurug menuju Cigombong malam itu diramaikan oleh para biker yang melepas lelah atau beristirahat di pinggir jalan. Banyak dari biker tersebut yang duduk-duduk bersama rombongannya di halaman toko atau warung. Yang menarik adalah rombongan pengendara Vespa tua yang asyik tidur-tiduran, menggelar tikar di bawah atap bangunan, membiarkan Vespanya diparkir di pinggir jalan. Dengan santainya mereka mengamati kendaraan yang terjebak macet di jalan raya. Mungkin bagi sebagian orang pemandangan seperti ini terkesan kumuh, tapi bagi saya hal tersebut sedikit sense of freedom yang ditawarkan saat bersepeda motor. Tidak selamanya touring harus fancy atau luxury. Iya nggak bro… 🙂

Yup, itulah sedikit pengalaman yang bisa saya ceritakan kemarin saat bertamasya ke Pelabuhan Ratu. Sedikit pesan bagi pengendara sepeda motor yang mau touring ke sana: Keep safety riding, hati-hati, tidak perlu ngebut, jangan arogan dan jaga stamina Anda semua.

Pantai Karang Hawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Bamboo Bridge

Karang Hawu Beach

The Waves in Karang Hawu Beach

Sunset in Karang Hawu Beach

Yuk, Retouching Foto Biar Lebih Cantik

Ada kalanya pemandangan alam indah yang telah kita potret tidak tampil maksimal atau terlihat kurang cantik saat ditampilkan di komputer. Seperti pemandangan Curug Kaung dibawah ini.

Curug Kaung

Foto diatas saya potret dengan BlackBerry 9320. Terlihat warnanya kurang tajam dan nuansanya agak suram akibat waktu memotret sudah siang, posisi matahari sudah tegak diatas kepala. Walaupun pemandangannya bagus, tapi foto yang dihasilkan terlihat kurang menarik. Coba bandingkan dengan foto dibawah ini. Foto dibawah ini adalah foto yang sama dengan foto diatas tapi sudah saya retouching menggunakan software pengolah gambar.

Setelah Retouching

Setelah Retouching

Nah, saya mau berbagi pengalaman retouching foto menggunakan software editing foto bernama RealWorld Paint. Software ini adalah andalan saya untuk editing foto. Watermark foto, keterangan gambar bahkan logo, kepala halaman dan foto gravatar WordPress blog ini saya buat dengan RealWorld Paint.

Kenapa pilih software ini? Pertama dan yang paling utama, gratis 😀 . Heuheuheu… yang kedua adalah portable alias tidak memerlukan instalasi. Cukup download file zip-nya kemudian ekstrak dan jalankan executable-nya. Yang ketiga adalah ringan, tidak memerlukan RAM besar atau spesifikasi komputer yang tinggi tapi fiturnya cukup lengkap. Yang terakhir adalah kalau kita mengedit foto sederhana tapi menggunakan software pengolah foto sekelas profesional, harganya mahal, butuh spesifikasi PC yang tinggi padahal kita bukan profesional, itu ibarat membunuh nyamuk dengan meriam (kata Konfusius). Padahal untuk membunuh nyamuk cukup disemprot obat nyamuk 😀 .

Ok, kita mulai proses retouching yang tidak lebih dari lima menit ini. Pertama, download RealWorld Paint dari sini. Setelah di-download, ekstrak file zip-nya kemudian klik dua kali executable-nya. Setelah itu akan tampil jendela RealWorld Paint seperti dibawah ini.

RealWorld Paint Image Editor

RealWorld Paint Image Editor

Klik menu Open di sebelah kiri dan pilih foto yang akan di-edit. Setelah itu klik tombol Open di sudut kanan bawah. Maka foto yang kita pilih akan ditampilkan dan siap di-retouching.

Pilih foto yang akan di-retouching kemudian klik Open.

Pilih foto yang akan di-retouching kemudian klik Open.

Foto yang dipilih sudah terbuka di RealWorld Paint.

Foto yang dipilih sudah terbuka di RealWorld Paint.

Selanjutnya dari menu bar, klik menu Adjust kemudian klik submenu Vignetting Correction.

Vignetting Correction

Vignetting Correction

Langkah selanjutnya adalah memilih menu Adjust > More adjustments > Contrast. Dari jendela Adjust Contrast, kita bisa menentukan tingkat kekontrasan foto dengan menggeser-geser slider ke tingkat yang diinginkan. Efek perubahan kontras akan langsung ditayangkan. Pilihlah tingkat kontras yang agak tinggi jika foto yang di-retouching terlihat suram. Saya sendiri memilih tingkat 120. Setelah itu klik tombol Ok.

Pilih tingkat kekontrasan foto dengan menggeser slider. Setelah itu klik Ok. Untuk membatalkan klik Cancel.

Pilih tingkat kekontrasan foto dengan menggeser slider. Setelah itu klik Ok. Untuk membatalkan klik Cancel.

Setelah menentukan tingkat kekontrasan, langkah selanjutnya adalah dengan menerapkan filter Glow. Caranya dari menu bar pilih menu Effect > Glow. Tentukan glow radius dan intensity-nya di jendela Glow. Saya sendiri men-set nilai glow radius 10 dan intensity 15. Perubahan efek glow radius dan intensity akan langsung ditampilkan. Setelah itu klik Ok.

Tentukan nilai glow radius dan intensity pada jendela Glow. Setelah itu klik Ok. Klik Cancel untuk membatalkan efek.

Tentukan nilai glow radius dan intensity pada jendela Glow. Setelah itu klik Ok. Klik Cancel untuk membatalkan efek.

Setelah diberi efek Glow, foto terlihat lebih tajam, terang tapi terasa lebih soft. Langkah terakhir adalah dengan menentukan tingkat hitam putih kelabu foto. Caranya adalah klik menu Adjust > Levels atau menekan tombol shortcut Ctrl+K. Tentukanlah tingkat Black Point, Gray Point dan White Point dengan cara menggeser kotak-kotak kecil di bidang warna untuk masing-masing tingkat. Hasilnya mengejutkan!

Tentukan tingkat Black Point, Gray Point dan White Point. Setelah hasil yang ditampilkan terlihat cocok dengan yang diinginkan, klik Ok. Klik Cancel jika ingin membatalkan operasi ini.

Tentukan tingkat Black Point, Gray Point dan White Point. Setelah hasil yang ditampilkan terlihat cocok dengan yang diinginkan, klik Ok. Klik Cancel jika ingin membatalkan operasi ini.

Hasil retouching setelah menentukan tingkat Black Point, Gray Point dan White Point.

Hasil retouching setelah menentukan tingkat Black Point, Gray Point dan White Point.

Setelah gambar pratayang yang ditampilkan jendela Levels menampilkan foto seperti yang kita inginkan, kita bisa menekan tombol Ok. Selesai. Foto yang dihasilkan terlihat lebih menarik daripada foto aslinya. Kita bisa menyimpannya dengan mengklik menu File > Save as.

Loh, kenapa Save As, bukan Save saja? Biar foto yang asli tidak tertimpa foto yang sudah di-retouching. Nah, demikianlah tips retouching foto ini. Semoga berguna.