Mengoptimalkan Penyimpanan Portable Audio Player

Format Factory 3.7.5

Portable Audio Player

Beberapa minggu lalu waktu sedang merapikan beberapa tumpukan barang jadul di gudang saya temukan sebuah USB portable audio player diantara floppy disk 3.5 inch. Wah, jadi inget zaman kuliah dulu. Seingat saya benda ini saya beli tahun 2006 dulu. Hm, kira-kira masih bisa digunakan nggak ya?

Cek dan ricek kondisi body-nya masih bagus, kutub baterainya masih utuh tanpa karat karena memang terbuat dari kuningan. Langsung coba colok ke port USB di komputer dan tadaaaa…! Layarnya masih bisa menampakan tulisan Welcome! Langsung tekan tombol Windows+E di keyboard dan ada satu drive tambahan muncul. Horeee… berarti masih bisa. Lumayan, masih bisa digunakan untuk menemaniĀ jalan santai. šŸ™‚Ā Tinggal belikan baterai rechargeable 1.2 volt ukuran AAA dan colok headphoneĀ 3.5 mm.

Berhubung storage-nya cuma sebesar 2GB, kalau dilihat dengan Windows Explorer sih nggak sampai segitu :-D, saya jadi berpikir bagaimana ya supaya bisa lebih banyak menyimpan file audio MP3 tanpa harus mengorbankan kualitas audionya. Teringat dulu zaman handphone lawas seperti Nokia 6600 yang masih menggunakan MMCĀ suka mengkompresi audio hingga ukuran filenya kurang dari 1 MB.

Kualitas audio, khususnya audio terkompresi seperti MP3, sangat ditentukan oleh bitrate-nya. Angka bitrate biasanya ditunjukan dengan satuan KB/sĀ (Kilo ByteĀ per Second). Biasanya ada dua jenis MP3, yaitu MP3 dengan variable bitrate dan constant bitrate. File audio dengan variable bitrate jika dimainkan dengan MP3 player akan Ā menunjukan angka bitrate yang berubah-ubah, misalnya dari 128 KB/s lompat ke 256 KB/s lalu lompat lagi ke 192 KB/s dan seterusnya. Sedangkan audio dengan constant bitrate akan menampilkan angka bitrate yang tetap dari awal hingga akhir, misalnya 64 KB/s, 128 KB/sĀ atauĀ 192 KB/s saja. Tidak pernah berubah selama file-nya dimainkan.

Kualitas audio dengan bitrate 128 KB/s sudah setara dengan suara CD audio yang sangat jernih di telinga. Jika sebuah lagu berdurasi 3 sampai 4 menit disimpan dengan format MP3 128 KB/s biasanya memerlukan ruang penyimpanan Ā sebesarĀ 4 s.d 5 MB. Bisa nggak ukurannya diperkecil dari 4MB tetapi kualitasnya tidak menurun? Maksudnya tetap terdengar jernih di telinga. Jawabannya bisa! Berdasarkan pengalaman saya kualitas 64 KB/s yang setara dengan suara radio FM paling jernih tetap terdengar nyaman di telinga. Suara bass dan treble-nya tetap mengalun jernih di telinga. Apalagi jika menggunakan headphoneĀ atau pengeras suara (speaker) plus amplifier yang berkualitas. Ukuran filenya pun cuma 1 s.d 2 MB.

Terus cara mengubah bitrate-nya bagaimana? Gunakan program konversi multimedia semacam Format Factory untuk melakukannya. Kenapa Format Factory, bukan yang lain? Yah, karena saya sudah cukup akrab dengan perangkat yang satu ini. šŸ™‚ Selain karena lisensinya yang free, Format Factory mendukung semua format multimedia yang populer saat ini.

Yuk, langsung saja kita bahas cara mengkonversiĀ audionya! Silahkan gunakan Google untuk mencari dan men-download Format Factory. Kalau sudah di-download jangan lupa diinstal, ya. šŸ˜€ Saya sendiri masih menggunakan Format Factory 3.7.5.

Format Factory 3.7.5

Format Factory 3.7.5

Format Factory 3.7.5

KlikĀ menu Audio, lalu klik tombol/icon MP3.

Format Factory 3.7.5

Klik tombol Add File untuk menambahkan file audio satu per satu atau klik tombol Add Folder untuk menambahkan semua file audio/video yang ada dalam folder.

Format Factory 3.7.5

File yang akanĀ dikonversi akan ditampilkan. Langkah selanjutnya adalah menentukan kualitas output yang diinginkan. Klik tombol Output Setting.

Format Factory 3.7.5

Pilih profile Medium Quality, selain itu untuk mengecilkan ukuran berkas MP3 atau beberapa format audio lain bisa dilakukan dengan menentukan besar bitrate. Dalam hal ini saya memilih 64 KB/s. Setting yang lain saya biarkan pada posisi default. Setelah selesai klik tombol Ok.

Format Factory 3.7.5

Kembali ke jendela sebelumnya, klik tombol Set Range di bawah tombol Output Setting. Kita bisa memotong durasi file audio/video dari detik berapa sampai detik berapa dengan mengklik tombol Start Time dan End Time. Kotak preview dan sliderĀ bisa membantu kita melakukan hal tersebut. Jika sudah selesai klik tombol Ok.

Format Factory 3.7.5

Klik tombol Ok sekali lagi dan kita akan kembali ke jendela utama. Nama berkas multimedia yang akan dikonversi akan ditampilkan pada daftar di sebelah kanan. Klik tombol Start untuk memulai proses konversi.

Format Factory 3.7.5

Saat proses konversi dilakukan akan muncul progress bar yang menampilkan persentase. Jika proses konversi telah selesai statusnya berubah menjadi Completed dan jika prosesnya gagal maka yang muncul Error disertai kode kesalahannya. Kita akan bahas penyebab kesalahannya nanti. Output file-nya disimpan dalam direktori D:\FFOutput.

Loh, kok bisa ada yang error saat proses konversi? Kenapa ya?

Biasanya beberapa program konversi audio, tidak hanya Format Factory, mengalami kesulitan saat mengkonversi audio MP3 variable bitrate menjadi audio MP3 constant bitrate. Terus bagaimana, dong? Cari program lain untuk konversi? šŸ˜¦ Tenang. Format Factory masih bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini.

Caranya adalah ubah terlebih dahulu file MP3 variable bitrate tersebut ke format audio tanpa kompresi, yaitu WAV. Jika MP3 variable bitrate dengan bitrate tertinggi 128 KB/s berdurasi 3 sampai 4 menit file-nya berukuran 4 s.d 5 MB maka setelah dikonversi menjadi WAV ukurannya bisa 10 kali lipatnya. Biasanya berkisar 40 s.d 50 MB.Nah, setelah diubah menjadi WAV, kita konversi kembali menjadi MP3 64 KB/s.

Cara mengerjakannya sama seperti langkah-langkah diatas, cuma pilih formatnya WAV. Setelah output hasil konversinya Ā didapatkan maka file WAV tersebut bisa dikonversi kembali menjadi MP3 seperti langkah-langkah sebelumnya.

Ok, semoga tips sederhana ini bermanfaat. Tetaplah bersyukur kepada Sang Pencipta atas karunia pendengaran yang sempurna ini. Subhanallah.

Selamat berakhir pekan dan salam hangat dari kota hujan. Bonus song: No Money by Galantis. šŸ™‚

Iklan

Teliti Berlangganan Toner Printer

Petunjuk Menentukan JenisĀ Toner Printer HP LaserJet

Petunjuk Menentukan JenisĀ Toner Printer HP LaserJet

Beberapa hari yang lalu ada sebuah vendor spesialis refill dan remanufaktur toner/catridgeĀ printer berkunjung melakukan presentasi di kantor saya. Kebetulan kantor sebelumnya memang sudah berlangganan refill toner di salah satu vendorĀ terkemuka.

Berlangganan toner pada dasarnya seperti kalau kita ingin membeli gas elpiji. Kalau ingin membeli gasnya, kita tentu harus sudah memiliki tabung gasnya dulu. Resikonya adalah saatĀ tabung gas yang kita miliki kualitasnya bagus kemudian saat membeli gasĀ tabung yang kosong tersebut kita serahkan kepada penjual untuk ditukar dengan tabung yang penuh berisi gas kita tidak tahu kualitas tabung tersebut. Bisa saja kualitasnya sama baik dengan tabung sebelumnya, bisa juga lebih jelek kondisinya daripada tabung milik kita sebelumnya. Begitu juga dengan toner printer.

Nah, jeleknya adalah tidak semua vendor refill atau remanufaktur toner/catridge mau menjelaskan mengenai produknya secara jujur.

Sebelumnya saya jelaskan terlebih dahulu mengenai toner printer HP LaserJet karena kantor menggunakan tipe printer tersebut. Dari segi ukuran ada dua jenis toner, yaitu ukuran Standard dan Introductory. Jika toner ukuran Standard mampu mencetak kira-kira hingga 1500 halaman, maka toner ukuran Introductory hanya mampu mencetak kira-kira 700 s.d 800 halaman. Kemudian dari segi orisinalitas ada dua jenis tipe toner, yaitu Original/Genuine dan Compatible. Toner kualitasĀ Genuine adalah toner yang dibuat oleh produsen printer itu sendiri, dalam hal ini Hewlett-Packard (HP). Sedangkan toner kualitas Compatible adalah toner buatan pabrik lain yang dimaksudkan sebagai alternatifĀ dariĀ tonerĀ Genuine.

Harga toner Compatible lebih murah daripada yang Genuine. Tetapi material toner Compatible lebih tipis, jika tidak mau disebut ringkih. Nah, toner-toner kualitas Compatible ini sebenarnya tidak layak refill karena materialnyaĀ tidak bagus. Vendor yang presentasi di kantor kemarin menolak tawaran untuk me-refill toner kualitasĀ Compatible.

Berdasarkan ukuran dan kualitas material, maka di lingkungan vendorĀ sendiri beredar toner HP LaserJet Genuine Introductory, Genuine Standard dan Compatible Standard. Tentunya kita tidak mau jika membeli toner ukuran Standard tetapi vendor men-deliver toner ukuran Introductory. Atau jikaĀ saat vendor datang menjemput toner, kita menyerahkan toner kualitas Genuine tetapi yang dikirimkan kembali pada kita ternyata toner kualitas Compatible. Rugi, dong!

Vendor yang baik tidak akan berlaku tipu-tipu seperti itu pada pelanggan setianya. Nah, sebagai pelanggan pun kita harus cermat. Dengan merujuk pada gambar, berikut ini cara membedakan toner kualitas Genuine dengan Compatible dan ukuran Standard dengan Introductory:

  1. Toner kualitas Genuine memiliki pegas (per) yang tidak terlalu renggang di dekat PCB yang ditempelkan di toner. Sedangkan toner Compatible biasanya memiliki pegas yang renggang.
  2. Dilihat dariĀ fisik, toner ukuran Standard memiliki sisi plastik mencuat di pinggir kemasan yang sempit. Hal ini dikarenakan drum/tabung toner menampung lebih banyak isi serbuk toner. Sedangkan toner ukuran Introductory memiliki sisi plastik mencuat yang lebih lebar karena ukuran drum/tabungnya lebih kecil, otomatisĀ isi serbuk tonernya lebih sedikit.
  3. Untuk menjamin keaslian toner, pada toner-toner HP LaserJet selalu ada nomor seri yang dicetak emboss pada plastik toner. Selain itu, pada sisi lain toner tercetak juga negara tempat toner dibuat. Misalnya, Product of Japan atau Product of Vietnam. Toner kualitas Compatible tidak memiliki baik nomor seri maupunĀ negara pembuat yang tercetak di plastiknya.

Nah, semoga tulisan ini dapat membantu sobat dalam menilai kualitas produk ataupun layanan yang ditawarkan oleh vendor refill atau remanufaktur toner printer. Jangan sampai tertipu.

Semoga bermanfaat. Selamat berakhir pekan dan salam hangat dari kota hujan.

DNS Unlocker: Very Annoying!

ads-dns-unlocker

Halaman website dengan tampilan iklan/ads DNSUnlocker yang berhasil di blok oleh Pemblokir Iklan Baidu Antivirus.

Berselancar di Internet tidak selamanya nyaman dan aman. Ada saja beberapa halaman web yang jika dibuka ternyata menyisipkan script-script atau kode program jahat (malicious code). Seperti yang saya dan teman-teman alami di kantor beberapa hari ini. Salah satu bentuk gangguan yang kami alami adalah muncul iklan/adsĀ padaĀ halaman web yang ternyata merupakan kode jahat yang dibawa oleh sebuah malware bernama DNSUnlocker.

DNSUnlocker ini ternyata tidak hanya menampilkan iklan, tetapi juga memaksa untuk menginstal program-program lain yang tidak diinginkan tanpa sepengetahuan kita. Setelah program-program tersebut terinstal, maka browser yang kita gunakan akan diambil alih, misalnya search engine dan beranda web browserĀ akan diubah. Walaupun default search engineĀ pada web browser kita ganti secara manual kembali ke search engine pilihan kita pada pengaturan web browser, namun hal tersebut tetap tidak berhasil. Ketika mengetikan kata kunci kemudian kita tekan Enter, maka search engine yang digunakan adalah search engine ‘ilegal’. Sangat menyebalkan!

Akhirnya saya berusaha mengatasi hal tersebut menggunakan Baidu PC Faster. Berdasarkan pengalaman menggunakan program tersebut pada netbook pribadi, ternyata cukup efektif. Tidak cukup PC Faster saja, saya juga menginstal Baidu Antivirus 2015.

Mengapa Baidu PC Faster?

Pada Baidu PC Faster ada fitur yang memberitahukan kita jika suatu program terinstal tanpa sepengetahuan kita. Jadi, jika ada program jahat yang menginstal dirinya tanpa izin kita, kita bisa uninstal program tersebut hingga bersih sampai ke junk file-nya. Selain itu pada Baidu Antivirus ternyata ada fitur yang sangat berguna, yaitu: Pemblokir Iklan, Firewall Lalu Lintas dan Penghancur File.

Tools pada Baidu Antivirus

Tools pada Baidu Antivrus 2015. Sangat berguna untuk menangkal malware.

Dengan Firewall Lalu Lintas, kita bisa melihat program apa saja yangĀ berjalan pada network yang terhubung dengan komputer kita. Jika program tersebut sedikit aneh, maka akses ke network bisa kita blok, atau kita bisa non-aktifkan programnya dan jika kurang puas, kita bisa buka folder tempat program tersebut disimpan lalu hapus file programnya.Ā Browsing web pun jadi nyaman dengan Pemblokir Iklan. Jika tool ini sudah ditambahkan pada Baidu Antivirus, maka akan ada ikon Baidu Antivirus pada address bar web browser yang kita gunakan. Cukup berguna untuk menangkal DNSUnlocker.

Sedangkan fitur lain yang sering saya gunakan adalah Penghancur File. Jika ada file program (atau file virus) yang sulit dihapus, maka cukup jalankan fitur ini lalu seret (drag and drop) folder atau file virus tersebut dan klik Hancurkan Sekarang.Ā File/folder tersebut akan dihapus.Ā Kombinasi fitur yang sangatĀ berguna, oleh karena itu saya menginstal dua program ini (PC Faster dan Antivirus 2015) di PC yang saya gunakan di kantor.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tips Merecover File Terhapus Menggunakan Recuva

Kemarin saat saya mencari sebuah foto dalam folder yang saya khususkan untuk menyimpan arsip foto ternyata tidak ada. Saya coba mencarinya kembali di SD Card kamera juga tidak ada. Seingat saya memang foto tersebut memang sudah saya pindahkan dari kamera ke harddisk. Nah, ternyata file foto yang tersimpan dalam harddisk sepertinya tidak sengaja ter-cut waktu saya menyalinnya lagi ke flashdisk. Flashdisknya sendiri sudah saya format karena sudah banyak file yang tidak dipakai lagi.

Coba mencari program untuk data recovery, saya menemukan Recuva. Program ini ada dua versi, yaitu versi profesional dan versi free yang bisa diunduh di sini. Saya download yang versi free karena gratis tidak perlu berurusan dengan masalah lisensi.

Senang sekali saat menggunakan program ini karena prosesnya dibantu wisaya (wizard) dan tampilannya intuitif serta user friendly. Akhirnya saya berhasil mengembalikan (recover) foto saya yang hilang dari SD card kamera. Nah, berikut ini pengalaman saya saat menggunakan recuva.

  1. Setelah mengunduh executable Recuva, klik dua kali file .exe tersebut dan jendela instalasi Recuva akan muncul.

    Instalasi Recuva

    Tahap 1. Pilih bahasa untuk instalasi. Saya sih memilih English saja.

  2. Klik Next.

    Instalasi Recuva

    Tahap 2. Opsi instalasi yang ada diantaranya pembuatan shortcut, memindai file terhapus dan update otomatis. Saya sih membiarkan saja seperti kondisi default-nya.

  3. Klik Next kemudian klik Install. Proses instalasi Recuva dimulai dan hanya berlangsung selama beberapa detik. Jangan ditinggal untuk bikin kopi šŸ˜€ .

    Instalasi Recuva

    Tahap 3. Recuva sedang diinstal di komputer.

  4. Setelah instalasi selesai, akan ada opsi untuk menjalankan Recuva. Kalau sobat tidak memilihnya, Recuva masih bisa dijalankan dengan mengklik icon-nya di desktop atau di menu Start. Nah, sekarang kita lanjutkan dengan proses data recovery-nya.
  5. Dari jendela Welcome to the Recuva Wizard klik Next (seperti biasa šŸ˜€ ).

    Recuva Wizard

    Tahap 4. Welcome to the Recuva Wizard. Klik Next.

  6. Pilih jenis file yang akan di-recover. Karena saya mencari file foto, maka saya memilih Pictures. Setelah itu klik Next.

    Recuva Wizard

    Tahap 5. Pilih jenis file yang akan di-recover. Kalau mau mencari berbagai jenis file sekaligus, pilih saja All Files.

  7. Pilih lokasi folder/drive yang file atau datanya hendak di-recover. Saya memilih In a specific location karena saya mau mencari data foto di SD card. Setelah itu klik Next.

    Recuva Wizard

    Tahap 6. Tentukan folder/drive tempat data yang hendak di-recover.

  8. Proses scanning data yang hilang. Lama prosesnya tergantung dari banyaknya data yang berhasil dipindai. Bisa sampai berjam-jam, lho. Dari pengalaman saya, sekitar lebih dari tigaribu file yang berhasil di-scan membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Kalau sobat mau membatalkan prosesnya, klik Cancel saja. Setelah proses scanning selesai, file yang berhasil di-recover akan ditampilkan.
    Recuva Wizard

    Tahap 7. Proses scanning file-file yang terhapus.

    Recuva Wizard

    Tahap 8. Foto-foto yang berhasil di-recover oleh Recuva. Kita bisa memilih beberapa file yang akan dikembalikan sekaligus dengan mencetang kotak check box disebelah kiri nama file.

  9. Setelah memilih file-file yang akan di-recover, klik tombol Recover di sudut kanan bawah. Selanjutnya kita harus memilih lokasi dimana file-file hasil recovery akan disimpan melalui jendela Browse for Folder. Setelah itu Recuva akan menampilkan progress bar saat proses recovery. Setelah selesai, Recuva akan menampilkan berapa berapa banyak file yang di-recovery.
    Recuva Wizard

    Tahap 9. Tentukan lokasi untuk menyimpan file-file hasil recovery.

    Recuva Wizard

    Tahap 10. Laporan berapa banyak file yang berhasil di-recover oleh Recuva.

Selesai, deh. Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan kembali foto yang saya cari. Padahal foto yang dicari cuma satu, tapi hasil recovery-nya banyak sekali šŸ˜€ .

Ganti Warna Backlit Layar Laptop Dengan Scotchlite

Mengganti warna backlit layar laptop/notebook/netbook dengan scotchlite.

Bosan dengan warna laptop/notebook/netbook yang begitu-begitu saja? Yuk, coba kita ganti warna backlit layarnya dengan scotchlite.

Alat dan Bahan

  1. Scotchlite dengan warna kesukaan sobat. Pakai yang bercorak juga lebih keren tapi harganya lebih mahal. Saya sendiri menggunakan scotchlite polos. Saat beli ukuran setengah meter harganya enam ribu rupiah.Ā Sebagai informasi, scotchlite ukuran setengah meter bisa digunakan untuk layar 14 inci.
  2. Gunting, untuk memotong scotchlitenya.
  3. Penggaris/mistar untuk mengukur panjang/lebar scotchlite.
  4. Alat tulis (pensil atau pulpen) untuk menandai scotchlite sebelum digunting.
  5. Pengering rambut (hair dryer), ini sifatnya opsional. Gunanya agar scotchlite melekat erat saat ditempel.
  6. Korek api (pemantik) gas, untuk melekatkan dan meratakan sudut-sudut scotchlite yang menempel di sudut layar yang bentuknya melengkung.
  7. Silet, bukan cutter atau pisau cukur šŸ™‚ . Dengan silet sisa scotchlite di pinggir layar bisa lebih mudah dipotong karena lebih presisi daripada gunting atau cutter. Silet lebih tipis dan tajam.

Cara Kerja

1. Ā Ukur panjang dan lebar layar laptop dan scotchlite dengan penggaris/mistar.

Ukur layar laptop dan scotchlite dengan penggaris/mistar.

Ukur layar laptop dan scotchlite dengan penggaris/mistar. Sebagai contoh panjang layar netbook saya adalah 26,5 cm dan lebarnya 18,5 cm. Maka saya menandai bagian belakang scotchlite dengan bantuan penggaris dan pulpen seukuran 27,5 cm x 19,5 cm. Saya lebihkan 1 cm karena bagian belakang layar netbook tidak datar, tapi melengkung. Agar memudahkan juga saat menempelkan scotchlite-nya nanti.

2. Potong scotchlite dengan gunting sesuai ukuran panjang dan lebar yang sudah dibuat.

Potong scotchlite dengan gunting.

Potong scotchlite dengan gunting sesuai ukuran panjang dan lebar yang sudah dibuat dengan penggaris dan pulpen.

2. Tempel scotchlite secara memanjang sedikit demi sedikit

Lepaskan bagian scotchlite yang lengket dengan kertas pelindungnya kemudian tempelkan secara memanjang sedikit demi sedikit. Jangan melepas kertas pelindungnya secara keseluruhan sebelum scotchlite menempel di backlit belakang layar. Sambil menempel, ratakan dengan menekan bagian yang menempel agar jangan sampai ada gelembung-gelembung udara yang tersisa.

3. Rekatkan seluruh bagian scotchlite dengan bantuan pengering rambut (hair dryer)

Rekatkan scotchlite dengan bantuan hairdryer.

Setelah seluruh permukaan backlit layar tertutupi dengan scotchlite, maka sobat bisa merekatkannya dengan bantuan pengering rambut. Langkah ini berguna untuk meratakan gelembung udara yang biasanya timbul saat scotchlite sudah menempel. Tekan bagian gelembung dengan gagang gunting atau tangan sambil memanasinya dengan pengering rambut. Jika gelembung tidak hilang, maka buatlah sayatan kecil ditengah gelembung udara dengan silet agar udaranya hilang kemudian panasi dan ratakan kembali.

4. Potong sisa scotchlite yang ada ditepi layar dengan bantuan silet

Masih ada sisa scotchlite dipinggir backlit layar.

Masih ada sisa scotchlite dipinggir backlit layar.

Potong sisa scotchlite dipinggir layar dengan bantuan silet.

Potong sisa scotchlite dipinggir layar dengan bantuan silet. Silet memudahkan saat memotong scotchlite dipinggir layar yang melengkung. Sisa scotchlite yang sulit diratakan pada sudut yang melengkung bisa direkatkan dengan bantuan api dari pemantik gas. Jangan kelamaan memanaskannya dengan pemantik karena akan membuat scotchlite mengkerut, meleleh dan bisa menyebabkan laptop sobat terbakar šŸ˜€ .

Selesai… šŸ˜€

Hasilnya bisa sobat lihat seperti pada gambar pertama diatas. Jangan ragu untuk mencoba. Laptop/notebook/netbook siap menemani kita kembali bekerja dengan nuansa yang sedikit berbeda. Kalau bosan menggunakan barang yang “itu-itu melulu”, dengan sedikit eksperimen kita bisa mengubah nuansanya. Tahun baru tidak harus beli barang yang baru, cukup nuansanya yang diperbarui šŸ™‚ .

Baku-Bakunan

IT Terms in Bahasa:

E-mail (Electronic mail) = Surel/ratron (Surat Elektronik)
On-Line = Daring (Dalam Jaringan)
Off-line = Luring (Luar Jaringan)
Preview = Pratayang/Pratonton
Domain = Ranah
Cookies = Roti
Download = Unduh
Upload = Unggah
File = Berkas
Folder = Laci/Direktori
Home = Beranda
Hyperlink = Pranala
Mouse = Tetikus
Drive = Kandar
WWW (World Wide Web) = Jejaring Jagat Jembar (JJJ)/Waring Wera Wanua (WWW)

et cetera.

Q-thrynx Minds

Gara-gara baca blog temen yang sedang berusaha menulis dengan menggunakan kata-kata yang baku, saya jadi teringat obrolan saya dengan Oki ā€“sebut saja begitu, nama sebenarnya ding :)ā€“.Ā 

Oki: Mas, ki piye? Kon masukkan surel.

Q: Yo wisā€¦ di lebokke toā€¦

Oki: Lha kuwi, aku gak ngerti surel kuwi opo.

Q: Nek ratron?

Oki: Opo neh kuwi?

Q: hihihiā€¦

Oki: Halah.. malah ngguyuā€¦ tenanan ki.

Q: Yo wis. Nek e-mail ngerti?

Oki: Ngertilahā€¦ Mosok e-mail wae gak ngerti.

Q: Lha yo kuwiā€¦ Podo wae sih. Surel ki singkatan soko SURat ELektronik.

Oki: Lha nek ratron?

Q: sami mawon.. suRAT elektRONik.

Oki: Hasyahā€¦ marahi bingung wong waeā€¦ hambok ditulis e-mail wae kenopo? malah gampang dimengerti.

Q: Nek mung surel opo ratron ki jane isih gampang Kiā€¦ sing marahi tambah mumet yo ono šŸ˜€

Oki: Opo mas?

Q: Waring wer wanuaā€¦ šŸ˜€

Oki: Busyet.. opo neh kuwi.

Q: Gugling

Lihat pos aslinya 32 kata lagi

Sulitnya Maen Gadget

Gadget memang mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat šŸ˜€ .

POJOK LANGIT BIRU

Anda mau main gadget di mana friends?

# main di ANGKOT, nanti dikira egois, tidak peduli penumpang kanan-kiri.

# main di JALAN RAYA, takut nabrak-nabrak, atau malah ditabrak motor.

# main di KANTOR, khawatir dicurigai ā€œnyuri waktu kerjaā€.

# main sambil dengerin PENGAJIAN, dikiranya ngaji gak serius.

# main di TERMINAL/STASIUN sambil menunggu, dikiranya orang ā€œsok sibukā€ tidak bisa ninggalin gadget.

# main di RUMAH, katanya cuek dg anak-istri.

# main menjelang TIDUR malam, katanya ā€œsudah ketagihanā€.

# main di MASJID, katanya ā€œorg zaman sekarang selalu bawa2 HP ke masjid.ā€

# main DI LUAR SEMUA KEADAAN DI ATAS; sengaja sembunyi diri, dijamin tak ganggu siapapun; khusus sembunyi untuk main gadget slama 2 jam; apa hasilnya?

ā€œKemana aje, Bang? Tiba-tiba ngilang. Gak ada kabar, gak ada berite. Jadi curige, nih. Jangan-jangan, mau cari bini baru ye?ā€

Yo wis lah terserahā€¦ Susah bener jadi manusia. Eh maksudnya, susahnya main gadget.

Lihat pos aslinya