Nostalgia Kamera Film Analog Novacam I

Novacam I

Cannon Mate Novacam I

Kita yang besar di dekade 90-an pasti pernah memotret atau dipotret atau bahkan pernah memiliki kamera film analog. Saya sendiri masih menyimpan kamera film pertama saya yang dulu saya beli saat kelas 3 SMP. Kamera ini, Novacam I, adalah salah satu kamera film 35 mm yang cukup populer karena harganya dulu cukup terjangkau dan cukup praktis dalam penggunaannya. Ya walaupun kalah praktis dengan kamera saku digital saat ini yang tidak perlu cuci cetak untuk melihat hasil foto yang dipotret.

Dulu kalau kita jalan-jalan ke tempat wisata sering kita jumpai gerai-gerai yang menjual roll fim dan baterai untuk kamera analog di sepanjang pintu gerbang kawasan wisata tersebut. Pemandangan yang sudah tidak ada saat ini karena teknologi kamera analog sudah tergerus popularitas kamera digital. Roll film yang dijual biasanya berisi 24 atau 36 film ISO 100/200 atau ISO 400.

Novacam I

Warna silver menjadi tren warna yang populer menjelang akhir 90-an. Orang-orang menyebutnya warna millenium. Banyak produk pun dibuat dalam warna tersebut, termasuk kamera ini.

Kamera ini ditenagai oleh dua baterai AA 1,5 volt. Fitur yang dimilikinya diantaranya adalah auto flash, auto wind power rewind dan indikator low-light serta indikator posisi roll film. Memiiki pre-focus f3.5 dengan lensa 35 mm. Kita bisa memilih ISO yang digunakan apakah 100/200 atau ISO 400. Karena memiliki motor, kita tidak perlu repot-repot memutar roll film (wind) saat ingin memotret atau memutar balik roll film yang sudah digunakan untuk mengganti roll (rewind).

Dulu dalam paket penjualannya sudah disediakan tas pinggang untuk membawa kamera ini, hand strap (tali) dan sebuah buku manual. Saya senang dengan tasnya, saat jalan-jalan biasanya saya menggantung tas tersebut di ikat pinggang. Saat sedang dibutuhkan, tinggal buka tutupnya lalu tarik kameranya dan bidik. Cukup aman untuk digunakan di kawasan wisata yang ramai sekalipun, tidak perlu takut terjatuh atau bahkan dicopet. 😀

Dulu ada joke yang paling sering dilakukan oleh pengguna kamera ini. Kita meminta teman-teman untuk berpose kemudian memotret mereka dengan lampu flash aktif. Padahal sudah jelas siang hari dan sinar matahari pun terang benderang, untuk apa menggunakan flash 😀 . Setelah memotret kita bilang, “Tertipu… nggak ada filmnya, lho.” Sambil cekikikan. Paling-paling teman-teman kita menyoraki kita ramai-ramai. Heuheu… 😀

Novacam I

Indikator posisi roll film dan tombol shutter Cannon Mate Novacam I.

Seingat saya kamera ini digunakan pertama kali saat karya wisata di Gedung Museum KAA dan Tangkuban Perahu, Bandung. Setelah itu kamera ini sering saya gunakan baik untuk keperluan pribadi atau keperluan sekolah bersama teman-teman. Dulu kamera ini pernah gagal bertugas yang membuat saya kena tegur kakak kelas.

Ceritanya dulu ekstrakurikuler Pramuka di SMA tempat saya sekolah hendak melaksanakan lomba cepat tepat tingkat Kota Bogor. Malamnya saat persiapan saya bersama kakak-kakak alumni menyiapkan kamera ini dengan memasukan roll film dan baterai. Kemudian memeriksa kesiapan kamera ini dengan sekali memotret. Flash hidup, motornya pun bisa memutar film, berarti siap digunakan. Namun keesokan siang saat acara dilaksanakan, kamera “ngambek” tidak bisa digunakan. Saat tombol rana (shutter) ditekan, kameranya tidak memotret dan suara khas motornya tidak terdengar memutar roll film.

Waktu itu saya bersama kakak alumni sempat memeriksa lagi dengan mengeluar-masukan baterainya namun tetap tidak bisa. Akhirnya setelah sampai di rumah, saya coba memeriksa dengan lebih teliti. Saya temukan ternyata kutub baterai yang ada di body kamera tertekan terlalu ke bawah sehingga saat penutup baterainya mengunci tidak menekan dengan kuat kutub baterai yang ada di sisi penutup baterai. Dengan obeng saya coba tarik keatas kutub baterai tersebut dan saya coba memotret lagi. Bisa! Tapi acara yang seharusnya diabadikan sudah lewat.

Sekarang kamera ini masih tersimpan rapi di lemari saya dan tidak digunakan. Salah satu kenang-kenangan dari abad yang telah lalu dan jadi collector item. Berikut ini adalah beberapa foto yang saya potret dengan kamera ini dan sempat saya cetak kemudian dipindai (scan).

Borobudur

Matahari bulan Januari di Borobudur saat menjelang sore. Sepuluh tahun lalu.

Keraton Yogya

Di Keraton Yogya.

UNDIP

Di Universitas Diponegoro, Semarang.

Ini di pantai Parangtritis, Yogya. Ini salah satu kesalahan sebenarnya. Yang dipotret orangnya atau pantainya. Heuheu… 😀

Dua jari terangkat terus bilang, “Piss…” Mainstream banget gesture itu dulu 😀 .

Di salah satu sudut Malioboro, bertemu dengan guru-guru saat SMP. Yang berjilbab itu teman sekolah saat SMP tapi dia lanjut SMA di Bandung. Pas banget bertemu dengan mereka semua di Yogya 😀 .

Iklan

9 thoughts on “Nostalgia Kamera Film Analog Novacam I

    • Masukan baterainya, tutup. Masukan filmnya lalu, tutup. Buka tutup lensanya. Pilih iso sesuai filmnya, bidik, baru tekan tombol rananya. Klo masih bingung baca buku manualnya saja heuheu… Menggelikan 😀

      Sekarang sudah jarang yang jual filmnya, mas bro.

    • Klo roll biasanya pakai fuji film asa 200. Baterainya biasanya abc alkaline atau energizer ukuran AA. Sudah jarang tempat cuci cetak foto yang jual. Mungkin klo toko online masih banyak yang jual.

  1. Untunglah keluarga saya masih punya satu hehe. Punya mas mereknya Cannon Mate, tapi punya saya Aikon. Sisanya, semua sama.

    Kira-kira untuk saat ini masih bisa diprint tidak ya? Klisenya masih ada di dalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s