Bahaya Sampah Air Minum Dalam Kemasan di Jalan Raya

Kamis sore 22 Desember 2016, saat melaju dari arah stasiun Tanjung Barat menuju stasiun Lenteng Agung hampir saja nahas menimpa saya. Di tengah kemacetan lalu lintas dalam posisi stop-and-go, tiba-tiba tanpa saya sadari sesuatu mengganjal ban depan sepeda motor saya. Saya coba gas tetapi ban depan melaju seperti terseret (slip), bukannya berputar normal. Masya Allah, hampir saja terjatuh di tengah kemacetan jika kaki saya tidak menyangga beban sepeda motor.

Berhenti, coba melihat apa yang mengganjal ban. Ternyata sebuah botol air minum dalam kemasan yang dibuang sembarangan terlindas ban depan sepeda motor saya. Sebagian botol sudah gepeng terlindas tetapi leher botol yang masih tertutup tetap mengganjal roda dengan aspal. Masih dalam posisi berkendara, saya coba meminggirkan botol tersebut dengan kaki. Tidak urung pengendara roda empat dan roda dua lain di belakang saya yang tidak sabar membunyikan klakson.

Sebuah pelajaran bagi kita semua. Betapa berbahayanya membuang sampah di tengah jalan raya. Apalagi sampah sebesar botol air minum dalam kemasan. Karena dapat menjadi friksi dan membahayakan pengguna jalan raya yang melintas. Oleh karena itu, jika terpaksa membuang sampah, menepilah dan buang sampah pada tempatnya. Atau simpan dahulu di kendaraan Anda.

Semoga bermanfaat.

Pengalaman Menumpang Shuttle XTrans ke Cilegon

Armada shuttle XTrans di pick-up point XTrans Semanggi. Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto Kav. 18, Setiabudi, Jakarta Selatan

Armada shuttle XTrans di pick-up point XTrans Semanggi.
Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto Kav. 18, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Jum’at, 03 Juni 2016. Kira-kira pukul enam lebih lima menit, Commuter Line yang saya tumpangi tiba di stasiun Cawang. Dari stasiun saya langsung menuju terowongan yang bersebelahan dengan jalur KA untuk menuju ke jalan raya. Sampai¬†di pinggir jalan saya langsung mencegat si burung biru. “Hotel Kartika Chandra ya, pak.” Sang supir langsung menyalakan argo dan menuju¬†kawasan Semanggi lewat jalan Gatot Subroto yang terkenal macet itu. Saya perhatikan dia sibuk mengutak-atik aplikasi peta di ponsel pintarnya. Tidak mungkin sebuah posisi¬†di pinggir¬†jalan Gatot Subroto yang terkenal itu tidak diketahui oleh supir taksi yang malang-melintang di Jakarta Selatan. Ternyata benar dugaan saya, sang supir mencari jalur alternatif yang tidak macet untuk sampai ke Hotel Kartika Chandra.

Sempat berputar-putar diantara belantara pencakar langit padahal saya sudah resah kalau-kalau tertinggal shuttle yang akan membawa saya menuju Cilegon. Eh, ternyata sang supir malah salah berputar di sebuah tikungan sehingga kami harus balik arah ke tikungan yang sesuai dengan rute yang ditunjukan oleh aplikasi peta yang digunakan sang supir. Yah, resiko mencari jalur alternatif memang seperti ini. Namun akhirnya saya sampai juga di Hotel Kartika Chandra kira-kira pukul tujuh kurang sepuluh menit. Keluar dari taksi saya langsung menuju sayap kiri gedung, menuju pick-up point shuttle XTrans Semanggi.

Sampai di ruang tunggu saya langsung mengkonfirmasi keberangkatan saya. “Nomor teleponnya, pak?” tanya sang resepsionis. Setelah mengkonfirmasi nama dan nomor telepon petugas tersebut langsung memberikan tiket dan saya pun langsung membayarnya. Sehari sebelumya, seorang co-worker sudah melakukan booking shuttle tersebut untuk saya melalui telepon. Saya kembali menuju deretan kursi tunggu sambil menonton siaran Penguin of Madagascar di Fox Movies dari sebuah televisi yang ada di ujung depan deretan kursi tunggu. Karena shuttle menuju Cilegon berangkat setiap dua jam sekali mulai jam 05.30 pagi, berarti saya harus menunggu kira-kira empat puluh menit lagi untuk berangkat.

Akhirnya armada shuttle yang saya tunggu datang tepat jam 07.30. Sang supir memberitahukan penumpang di kursi tunggu bahwa armada shuttle ke Cilegon sudah siap. Armada tersebut bernomor CL01. Para penumpang pun segera menuju armada yang ditunjuk. Ternyata rekan saya kemarin memesankan saya tempat duduk di dalam shuttle di deretan kedua belakang supir, bangku tengah. Kursi nomor tiga. Tapi karena tidak semua bangku di dalam shuttle diisi penumpang maka saya bebas memilih duduk di bangku paling pinggir dekat jendela dan pintu, kursi nomor dua. Sebagai informasi, dalam satu armada shuttle dapat diisi oleh sepuluh penumpang. Satu penumpang paling depan di samping supir dan penumpang lainnya berderet tiga baris di belakang. Posisi duduk saya adalah yang paling saya sukai, karena dekat dengan jendela dan pintu.

Posisi kursi penumpang di dalam armada shuttle XTrans.

Posisi kursi penumpang di dalam armada shuttle XTrans.

Kami segera berangkat menyusuri jalan Gatot Subroto. Mampir sebentar di sebuah SPBU untuk mengisi tangki solar kemudian berputar kembali meninggalkan Semanggi menuju jalan tol Jakarta-Merak. Selama masih berada di Jakarta kemacetan tidak terhindarkan. Maklum, kendaraan roda empat di Jakarta jumlahnya tidak pernah berkurang. Bukannya berkurang, setiap tahun malah semakin bertambah banyak.

Pemandangan lalu lintas di Semanggi dari dalam shuttle XTrans.

Pemandangan lalu lintas di Semanggi dari dalam shuttle XTrans.

Kira-kira jam delapan lebih enam menit armada yang kami tumpangi keluar dari GTO Karang Tengah. Memasuki provinsi Banten ini mulai terlihat truk-truk dan bus besar melintas di jalur Tangerang-Merak. Kondisi lalu lintas ramai lancar. Beberapa saat kemudian seorang penumpang wanita di deretan kursi baris ketiga berkata, “Pak, nanti kalau sampai di rest area berhenti sebentar, ya.” Ternyata pak supirnya baik sekali, karena beberapa menit kemudian kami sampai di rest area dan dia tidak keberatan untuk berhenti. Dan ternyata arti kata ‘sebentar’ itu berbeda-beda bagi setiap orang. Karena penumpang lain harus menunggu sampai air muka sang supir pun mulai terlihat galau.¬†Tapi akhirnya penumpang¬†yang ditunggu datang dan kami bersiap melanjutkan perjalanan. Untuk meninggalkan rest area kami harus menunggu deretan truk-truk yang baru masuk atau akan meninggalkan rest area yang melintas di belakang armada shuttle yang kami tumpangi.

Pemandangan saat memasuki gerbang tol Karang Tengah dari dalam shuttle XTrans.

Pemandangan saat memasuki gerbang tol Karang Tengah dari dalam shuttle XTrans.

Ngomong-ngomong,¬†kondisi di dalam shuttle cukup nyaman. Tidak ada penumpang yang mengeluh ini-itu. Jok-jok kursi pun bersih. Walau kaki ditekuk tidak bisa selonjoran. Mau selonjoran? Naik mobil sendiri! ūüėÄ Atau naik bus! ūüėÄ

Pick-up point XTrans di Serang Timur

Pick-up point XTrans di Serang Timur

Jam delapan lebih empat puluh menit armada yang kami tumpangi meninggalkan gerbang tol Cikupa. Lalu kira-kira dua puluh menit kemudian kami meinggalkan tol Serang Timur dan mampir sebentar di pick-up point XTrans Serang. Setelah mampir beberapa menit, kami kembali memasuki jalur tol menuju Cilegon. Pemandangan pepohonan besar dan sawah-sawah menghijau di kanan-kiri sepanjang jalan yang lurus ini mungkin terasa menjemukan bagi supir yang sering melintas di jalur ini. Tapi saya pribadi selalu menikmati pemandangan jalan yang saya lewati. Akhirnya jam sembilan lewat dua puluh lima menit kami keluar dari GTO Cilegon Timur. Beberapa menit kemudian kami pun sampai di pick-up point XTrans Cilegon.

Suasana di dalam ruang pick-up point XTrans Cilegon. Jalan Serdang, Cilegon

Suasana di dalam ruang pick-up point XTrans Cilegon.
Jalan Serdang, Cilegon.

Saya pun menunggu staf kantor menjemput saya di pick-up point XTrans Cilegon.

Perjalanan Jakarta-Cilegon dengan shuttle XTrans kira-kira menghabiskan waktu dua jam, berangkat jam 07.30 dan sampai kurang lebih jam 09.30 dengan kondisi jalan tol ramai-lancar tanpa kendala. Kondisi armada bersih dan nyaman serta supir yang ramah dan tidak ugal-ugalan. Well, two thumbs up! Alternatif yang baik untuk menuju Serang atau Cilegon selain menggunakan bus.

Perpanjang SIM di SIM Keliling Margo City Depok

image

Mobil layanan SIM Keliling di pelataran parkir Margo City, Depok.

Setelah kurang lebih dua minggu SIM C yang saya miliki habis masa berlakunya, akhirnya hari Sabtu kemarin saya bisa tenang kembali mengendarai sepeda motor. Sabtu pagi kemarin saya sempatkan untuk melakukan perpanjangan SIM di layanan SIM Keliling yang biasanya stand by di pelataran parkir Margo City, Jalan Raya Margonda, Depok setiap Sabtu pagi. Saya tekankan Sabtu pagi karena dari pengalaman saya sebelumnya jika kita datang lewat dari jam sebelas pagi, layanan SIM Keliling ini sudah mau tutup.

Saya sampai kira-kira jam 09.40, menyerahkan foto copy KTP, SIM asli dan mengisi formulir permohonan perpanjangan SIM. Isian formulir sih standar saja seperti biodata, nama orang tua, golongan SIM, cacat tubuh jika ada dan tanda tangan. Tidak sampai lima menitlah, saya serahkan kembali isian formulir tersebut dan petugasnya memberikan selembar kertas kosong untuk kita tandatangani. Fungsi kertas tersebut untuk memindai tanda tangan yang nanti akan dicantumkan di SIM yang baru. Tidak lupa petugas tersebut berpesan, “Jangan dilipat, jangan digulung, jangan sampai lecek ya, pak.”

Kira-kira jam 11.15 pengeras suara di mobil SIM Keliling memanggil nama saya dan pemohon SIM lainnya. Di dalam mobil tersebut kami antri satu per satu untuk mengecek kesesuaian data di formulir, melakukan pindai sidik jari, memotret wajah dan mencetak SIM yang baru serta membayar biaya administrasi. Tidak sampai sepuluh menit, SIM yang baru sudah saya dapatkan dan biaya yang harus saya keluarkan adalah sebesar seratus tigapuluh lima ribu rupiah saja.

Praktis memang. Hanya menunggu antriannya saja yang lama, maklum yang mengantri banyak.

Posted from WordPress for Android

Solidaritas Sesama Tukang Ojek Solidaritas Sesama Biker

image


Seorang pengendara ride sharing dibantu dua orang rekannya menangani sepeda motornya yang mogok di Jalan Margonda, Depok.

Ceritanya tadi siang saya berniat melakukan perpanjangan SIM di layanan SIM keliling Margo City, Depok. Tapi ternyata saya datang terlambat sehingga pelayanan perpanjangan SIM sudah mau tutup. Akhirnya saya memutuskan berjalan kaki ke masjid Darul Ilmi di Universitas Gunadarma.

Di perjalanan saya lihat seorang pengendara ride sharing atau tukang ojek mengalami masalah. Dibantu dua orang yang juga sesama tukang ojek, dia mencoba memperbaiki Yamaha Bysonnya yang mogok. Seorang rekannya saya lihat mencabut busi dan membersihkannya sementara rekannya yang lain terlihat sibuk dengan telepon pintarnya. Mungkin memanggil bantuan temannya yang lain atau mencari informasi bengkel motor terdekat.

Saya jadi ingat pengalaman saya distut saat motor saya mogok di Jalan Margonda. Disana memang tidak ada bengkel motor. Bantuan sekecil apa pun akan terasa sangat berharga saat mengalami motor mogok. Saya sangat mengapresiasi rasa solidaritas dan perasaan senasib antar sesama pemotor seperti yang saya lihat hari ini.

Posted from WordPress for Android

Teliti Berlangganan Toner Printer

Petunjuk Menentukan Jenis Toner Printer HP LaserJet

Beberapa hari yang lalu ada sebuah vendor spesialis refill dan remanufaktur toner/catridge printer berkunjung melakukan presentasi di kantor saya. Kebetulan kantor sebelumnya memang sudah berlangganan refill toner di salah satu vendor terkemuka.

Berlangganan toner pada dasarnya seperti kalau kita ingin membeli gas elpiji. Kalau ingin membeli gasnya, kita tentu harus sudah memiliki tabung gasnya dulu. Resikonya adalah saat tabung gas yang kita miliki kualitasnya bagus kemudian saat membeli gas tabung yang kosong tersebut kita serahkan kepada penjual untuk ditukar dengan tabung yang penuh berisi gas kita tidak tahu kualitas tabung tersebut. Bisa saja kualitasnya sama baik dengan tabung sebelumnya, bisa juga lebih jelek kondisinya daripada tabung milik kita sebelumnya. Begitu juga dengan toner printer.

Nah, jeleknya adalah tidak semua vendor refill atau remanufaktur toner/catridge mau menjelaskan mengenai produknya secara jujur.

Sebelumnya saya jelaskan terlebih dahulu mengenai toner printer HP LaserJet karena kantor menggunakan tipe printer tersebut. Dari segi ukuran ada dua jenis toner, yaitu ukuran Standard dan Introductory. Jika toner ukuran Standard mampu mencetak kira-kira hingga 1500 halaman, maka toner ukuran Introductory hanya mampu mencetak kira-kira 700 s.d 800 halaman. Kemudian dari segi orisinalitas ada dua jenis tipe toner, yaitu Original/Genuine dan Compatible. Toner kualitas Genuine adalah toner yang dibuat oleh produsen printer itu sendiri, dalam hal ini Hewlett-Packard (HP). Sedangkan toner kualitas Compatible adalah toner buatan pabrik lain yang dimaksudkan sebagai alternatif dari toner Genuine.

Harga toner Compatible lebih murah daripada yang Genuine. Tetapi material toner Compatible lebih tipis, jika tidak mau disebut ringkih. Nah, toner-toner kualitas Compatible ini sebenarnya tidak layak refill karena materialnya tidak bagus. Vendor yang presentasi di kantor kemarin menolak tawaran untuk me-refill toner kualitas Compatible.

Berdasarkan ukuran dan kualitas material, maka di lingkungan vendor sendiri beredar toner HP LaserJet Genuine Introductory, Genuine Standard dan Compatible Standard. Tentunya kita tidak mau jika membeli toner ukuran Standard tetapi vendor men-deliver toner ukuran Introductory. Atau jika saat vendor datang menjemput toner, kita menyerahkan toner kualitas Genuine tetapi yang dikirimkan kembali pada kita ternyata toner kualitas Compatible. Rugi, dong!

Vendor yang baik tidak akan berlaku tipu-tipu seperti itu pada pelanggan setianya. Nah, sebagai pelanggan pun kita harus cermat. Dengan merujuk pada gambar, berikut ini cara membedakan toner kualitas Genuine dengan Compatible dan ukuran Standard dengan Introductory:

  1. Toner kualitas Genuine memiliki pegas (per) yang tidak terlalu renggang di dekat PCB yang ditempelkan di toner. Sedangkan toner Compatible biasanya memiliki pegas yang renggang.
  2. Dilihat dari fisik, toner ukuran Standard memiliki sisi plastik mencuat di pinggir kemasan yang sempit. Hal ini dikarenakan drum/tabung toner menampung lebih banyak isi serbuk toner. Sedangkan toner ukuran Introductory memiliki sisi plastik mencuat yang lebih lebar karena ukuran drum/tabungnya lebih kecil, otomatis isi serbuk tonernya lebih sedikit.
  3. Untuk menjamin keaslian toner, pada toner-toner HP LaserJet selalu ada nomor seri yang dicetak emboss pada plastik toner. Selain itu, pada sisi lain toner tercetak juga negara tempat toner dibuat. Misalnya, Product of Japan atau Product of Vietnam. Toner kualitas Compatible tidak memiliki baik nomor seri maupun negara pembuat yang tercetak di plastiknya.

Nah, semoga tulisan ini dapat membantu sobat dalam menilai kualitas produk ataupun layanan yang ditawarkan oleh vendor refill atau remanufaktur toner printer. Jangan sampai tertipu.

Semoga bermanfaat. Selamat berakhir pekan dan salam hangat dari kota hujan.

DNS Unlocker: Very Annoying!

ads-dns-unlocker

Halaman website dengan tampilan iklan/ads DNSUnlocker yang berhasil di blok oleh Pemblokir Iklan Baidu Antivirus.

Berselancar di Internet tidak selamanya nyaman dan aman. Ada saja beberapa halaman web yang jika dibuka ternyata menyisipkan script-script atau kode program jahat (malicious code). Seperti yang saya dan teman-teman alami di kantor beberapa hari ini. Salah satu bentuk gangguan yang kami alami adalah muncul iklan/ads pada halaman web yang ternyata merupakan kode jahat yang dibawa oleh sebuah malware bernama DNSUnlocker.

DNSUnlocker ini ternyata tidak hanya menampilkan iklan, tetapi juga memaksa untuk menginstal program-program lain yang tidak diinginkan tanpa sepengetahuan kita. Setelah program-program tersebut terinstal, maka browser yang kita gunakan akan diambil alih, misalnya search engine dan beranda web browser¬†akan diubah. Walaupun default search engine¬†pada web browser kita ganti secara manual kembali ke search engine pilihan kita pada pengaturan web browser, namun hal tersebut tetap tidak berhasil. Ketika mengetikan kata kunci kemudian kita tekan Enter, maka search engine yang digunakan adalah search engine ‘ilegal’. Sangat menyebalkan!

Akhirnya saya berusaha mengatasi hal tersebut menggunakan Baidu PC Faster. Berdasarkan pengalaman menggunakan program tersebut pada netbook pribadi, ternyata cukup efektif. Tidak cukup PC Faster saja, saya juga menginstal Baidu Antivirus 2015.

Mengapa Baidu PC Faster?

Pada Baidu PC Faster ada fitur yang memberitahukan kita jika suatu program terinstal tanpa sepengetahuan kita. Jadi, jika ada program jahat yang menginstal dirinya tanpa izin kita, kita bisa uninstal program tersebut hingga bersih sampai ke junk file-nya. Selain itu pada Baidu Antivirus ternyata ada fitur yang sangat berguna, yaitu: Pemblokir Iklan, Firewall Lalu Lintas dan Penghancur File.

Tools pada Baidu Antivirus

Tools pada Baidu Antivrus 2015. Sangat berguna untuk menangkal malware.

Dengan Firewall Lalu Lintas, kita bisa melihat program apa saja yang berjalan pada network yang terhubung dengan komputer kita. Jika program tersebut sedikit aneh, maka akses ke network bisa kita blok, atau kita bisa non-aktifkan programnya dan jika kurang puas, kita bisa buka folder tempat program tersebut disimpan lalu hapus file programnya. Browsing web pun jadi nyaman dengan Pemblokir Iklan. Jika tool ini sudah ditambahkan pada Baidu Antivirus, maka akan ada ikon Baidu Antivirus pada address bar web browser yang kita gunakan. Cukup berguna untuk menangkal DNSUnlocker.

Sedangkan fitur lain yang sering saya gunakan adalah Penghancur File. Jika ada file program (atau file virus) yang sulit dihapus, maka cukup jalankan fitur ini lalu seret (drag and drop) folder atau file virus tersebut dan klik Hancurkan Sekarang. File/folder tersebut akan dihapus. Kombinasi fitur yang sangat berguna, oleh karena itu saya menginstal dua program ini (PC Faster dan Antivirus 2015) di PC yang saya gunakan di kantor.

Semoga tulisan ini bermanfaat.