Infografis: Persiapan Sebelum Mudik Lebaran

Infografis Persiapan Mudik Lebaran

Infografis Persiapan Mudik Lebaran

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran pada tahun 2017.

  1. Pastikan semua pintu rumah dalam keadaan terkunci.
  2. Pastikan semua keran air/PAM dalam keadaan tertutup dan tidak bocor.
  3. Pastikan semua stop kontak tidak terhubung dengan sumber arus listrik.
  4. Pastikan tabung gas tidak bocor dan cabut selang serta regulatornya.
  5. Pastikan semua kendaraan yang ditinggalkan dikunci ganda.
  6. Koordinasi dengan RT/RW di lingkungan Anda.

Yang terakhir: Sebelum pulang ke kampung halaman pastikan halamannya halaman berapa. 😆

Iklan

Mungkinkah Weighing Sensor Diterapkan Pada Commuter Line?

Sejak diubahnya jadwal perjalanan Commuter Line per 01 April 2017 setidaknya dua efek negatif dirasakan oleh penumpang Commuter Line Jabodetabek. Pertama adalah waktu tunggu yang lebih lama dan yang kedua adalah semakin padatnya penumpang. Akibat waktu tunggu yang lebih lama mengakibatkan lonjakan jumlah penumpang pada jam-jam sibuk, yaitu saat pagi hari dan sore hari. Waktu tunggu yang lebih lama ini juga membuat perjalanan jadi lebih lama karena penumpang harus lebih lama berada di stasiun kereta. Sedikitnya kursi atau tempat duduk di stasiun juga membuat perjalanan membosankan. Pelayanan Commuter Line yang sudah baik sebelumnya jadi memburuk.

Lonjakan jumlah penumpang yang terjadi saat jam-jam sibuk sebetulnya bisa ditangani. Jika demi keselamatan penumpang saat perjalanan pintu kereta tidak boleh terbuka, maka bagaimana jika demi kenyamanan penumpang beban pada setiap gerbong kereta juga tidak boleh berlebih? “Penumpang sebaiknya tidak mengganjal pintu-pintu kereta. Kereta tidak akan diberangkatkan selama ada pintu kereta yang terbuka.” Begitu peringatan masinis di setiap stasiun perhentian. Nah, jika menggunakan weighing sensor atau sensor berat atau over load sensor maka tidak hanya keselamatan tapi juga kenyamanan penumpang di dalam rangkaian kereta menjadi prioritas. Jadi naik satu derajat. Tidak hanya keselamatan, kenyamanan pun jadi pertimbangan para pemangku kepentingan Commuter Line.

Jika sensor berat bisa diterapkan, maka beban penumpang di setiap gerbong bisa diketahui. Jika sensor mendeteksi berat berlebih berarti terjadi kelebihan muatan dalam gerbong yang juga berarti penumpang sudah mulai berdesakan. Seperti pada lift atau elevator. Lift tidak akan beroperasi jika sensor berat pada kabin lift mendeteksi berat berlebih. Jadi nanti juga akan terdengar pesan masinis, “Kereta tidak akan diberangkatkan jika ada gerbong kereta yang kelebihan muatan.” Heuheuheu… 😀 Selama kondisi over load terdeteksi, pintu-pintu gerbong akan terbuka dan penumpang yang datang paling akhir harap sadar diri untuk meninggalkan gerbong. 😀

Tentunya sensor di setiap gerbong harus bisa dikendalikan secara terpusat pada sebuah rangkaian. Apakah akan diaktifkan atau tidak diaktifkan, berapa batas toleransi berat beban yang diizinkan, apakah akan diaktifkan pada setiap gerbong atau gerbong tertentu saja. Keren kalau bisa seperti ini! Tentunya jumlah armada Commuter Line juga harus memadai untuk menghindari konsentrasi berlebihan di stasiun kereta karena konsentrasi massa yang berlebihan itu berbahaya. Paham maksud saya kan. 🙂

Sistem pelayanan Commuter Line yang ada saat ini sudah baik dan masih bisa jadi lebih baik lagi. Tentunya juga dengan kesadaran dan ketertiban penumpang sebagai pengguna sistem. Harus bisa disiplin dan tertib demi kebaikan diri mereka sendiri. Yah, ini hanya sekedar sumbang saran.

Tentunya dibalik kesulitan ada kemudahan. Sungguh dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Dan Tuhan tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kemampuan dirinya.

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan. Semoga bermanfaat. Salam hangat dari kota hujan.

Sumber gambar: Kompas.com

Peluang dan Tantangan Pekerja di Era Industri 4.0

Industry 4.0

Pembagian Generasi Industri Mulai Generasi Pertama Hingga Keempat

Pada tanggal 1 Mei nanti kita akan memperingati Hari Buruh Internasional atau yang biasanya dikenal dengan Mayday. Jika mendengar frasa ‘ hari buruh’ biasanya yang terbersit dalam benak kita adalah demonstrasi yang dilakukan untuk menuntut hak-hak para buruh. Terlepas dari perusahaan dimana kita bekerja dan bagaimana perusahaan memperlakukan buruh, daripada menghabiskan waktu untuk merancang demonstrasi yang kurang bermanfaat ada baiknya kita sedikit melakukan telaah kedepan (outlook) seperti apa dunia industri pada masa yang akan datang sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman (insight). Kira-kira persiapan seperti apa yang harus kita miliki atau apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya.

Pada tahun 2020 nanti dunia industri mulai memasuki tahapan yang disebut era Industri 4.0. Apa itu Industri 4.0? Industri 4.0 adalah tren automasi industri dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur yang mana didalamnya termasuk teknologi cloud computing, cyber-physical system dan Internet of Things (IoT). Istilah “smart factory” akan menjadi hal yang lumrah kita dengar di era Industri 4.0 sebagaimana saat ini kita mendengar istilah smartphone, smartcard dan istilah-istilah lain yang ditambahkan prefiks smart. Istilah “Industrie 4.0” dicetuskan oleh pemerintah Jerman pada tahun 2011 yang lalu.

Sebagian orang membandingkan Industri 4.0 dengan Revolusi Industri Generasi Keempat (Fourth Industrial Revolution). Revolusi Industri Generasi Keempat sendiri merupakan transformasi sistemik yang lebih luas cakupannya daripada Industri 4.0, yang mana didalamnya mencakup dampak terhadap masyarakat, struktur pemerintahan dan peranan manusia itu sendiri dalam struktur ekonomi dan manufaktur. Jadi, bisa disimpulkan Industri 4.0 adalah subset dari Revolusi Industri Generasi Keempat.

World Economic Forum pada Januari 2016 memperkirakan ada sekitar 35% keahlian yang yang dianggap penting saat ini kelak akan berubah. Kecerdasan buatan dan machine learning, robotika, transportasi autonomous, advanced materials, bioteknologi dan genomic akan sangat berperan dalam Revolusi Industri Generasi Keempat. Sejarah telah mencatat revolusi industri diawali dengan diciptakannya mesin uap di Inggris oleh James Watt pada abad ke-18.

Sejak diciptakannya mesin uap perubahan besar-besaran terjadi dalam industri tekstil dan batu bara. Penggunaan tenaga hewan dan manusia digantikan dengan mesin-mesin mekanik bertenaga uap dalam proses manufaktur. Penemuan mesin uap kemudian juga mendorong kemajuan teknologi transportasi dengan diciptakannya kapal uap, kereta api dan dibangunnya rel-rel kereta. Ingat film Wild Wild West atau Titanic, dimana secara jelas digambarkan tenaga uap menjadi sumber energi mesin transportasi. Perubahan yang awalnya terjadi di Inggris perlahan menyebar ke Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang dan akhirnya seluruh dunia. Inilah revolusi industri generasi pertama.

Sergei Karpukhin

Selanjutnya penemuan tenaga listrik menggantikan mesin-mesin uap dalam proses manufaktur telah memungkinkan dilakukannya produksi masal dan digunakannya jalur perakitan (assembly line) menandai revolusi industri generasi kedua. Lahirnya komputer modern pasca Perang Dunia II dengan perkembangan teknologi semikonduktor dan teknologi LSI (Large Scale Integration) dalam pembuatan IC (Integrated Circuit) telah memungkinkan automasi dalam bidang industri. Tidak hanya industri, munculnya komputer modern juga menimbulkan euforia dalam bidang bisnis dan perbankan, kedokteran, pendidikan, eksplorasi luar angkasa, hingga hiburan dan permainan (games). Komputer ‘menjajah’ setiap bidang kehidupan. Automasi yang diotaki oleh teknologi IC, embedded system, mikroelektronika akhirnya melahirkan robot-robot mekanik-elektronik dalam proses manufaktur. Jepang sangat terkenal dengan penggunaan tenaga robot dalam industri otomotif. Inilah revolusi industri generasi ketiga.

Dirangkum dari World Economic Forum (WE), nanti pada tahun 2020 dimana era Revolusi Industri Generasi Keempat dimulai ada sepuluh soft skill yang harus dimiliki untuk menjawab tantangan dunia industri. Soft skill tersebut adalah menyelesaikan permasalahan yang kompleks/sulit (Complex Problem Solving), berpikir kritis (Critical Thinking), kreatifitas (Creativity), manajemen SDM (People Management), koordinasi (Coordinating), kecerdasan emosional (Emotional Intelligence), pengambilan keputusan (Judgment and Decision Making), orientasi pada layanan (Service Orientation), negosiasi (Negotiation) dan kelenturan berpikir (Cognitive Flexibility).

Top 10 Skills for 2020

Jika pada tahun 2015 Quality Control dan Active Listening masih menempati daftar soft skill yang dianggap penting, maka menurut WE dua soft skill tersebut tidak lagi termasuk soft skill yang penting memasuki tahun 2020. Dari sepuluh soft skill tersebut, kreatifitas merupakan top skill yang harus dimiliki pekerja. Mesin memang membantu untuk bekerja dengan lebih cepat, tetapi mesin belum bisa menyamai kreatifitas manusia. Harap digarisbawahi frasa belum bisa.

Survei yang dilakukan WE Forum’s Global Agenda Council dalam Future of Software and Society menunjukan masyarakat menginginkan mesin-mesin dengan kecerdasan buatan sebagai bagian dari dewan direksi perusahaan. Keahlian negosiasi yang merupakan top ten soft skill pada tahun 2015 akan digantikan oleh ‘mesin yang memanfaatkan sejumlah besar data’ mulai tahun 2020. Jadi, jika dulu begawan IT Indonesia Romi S. W. mengatakan Data Mining dalam hubungannya dengan Business Intelligence sebagai “one of the hottest IT skill in 2015”, ucapan beliau ada benarnya.

Semoga dari penjelasan ini bisa tergambar dalam benak kita kira-kira seperti apa peluang yang ada dan tantangan yang akan dihadapi di era Industri 4.0. Semoga bermanfaat.

 Selamat berakhir pekan. Salam hangat dari kota hujan.

Manusia, Mesin dan Monster

Video Killed The Radio Star

Seperti itulah yang melintas dalam benak saya ketika akhir-akhir ini kembali ramai diperbicangkan tentang tindakan premanisme beberapa oknum yang disinyalir supir angkutan kota konvensional terhadap supir roda empat yang diduga seorang pengemudi angkutan berbasis aplikasi. Tanpa ada bukti, oknum-oknum tersebut sudah berani melakukan pengeroyokan. Pun kalau memang benar pengemudi tersebut merupakan pengemudi angkutan online berbasis aplikasi, tindakan barbar seperti itu juga tidak dibenarkan. Kita hidup di negara hukum, kan?

Memang dengan semakin maraknya layanan angkutan online berbasis aplikasi membuat pengemudi angkutan roda dua hingga roda empat konvensional semakin kehilangan ‘lahan’. Jangankan dengan angkutan online yang semakin merajalela, dengan program kredit motor murah saja supir dan tukang ojek konvensional tersebut sudah ketar-ketir. Begitu kata seorang rekan kerja. Kalau dulu dengan sesama pengemudi saja mereka masih saling sikut, apalagi saat ini.

Kalau dulu bagi mereka, pengemudi angkutan konvensional, semua serba mudah. Tinggal stand by di pangkalan atau terminal, menunggu penumpang, mengantar penumpang dengan rute yang sudah ditentukan, terima uang ketika penumpang turun kemudian setor penghasilan. Dari pagi hingga petang, day by day. Peluang berkurangnya penghasilan hanya dari sesama pengemudi. Money comes easily. Maka kondisinya tidak seperti itu lagi saat ini.

Dengan menjamurnya layanan ride sharing berbasis aplikasi, pengguna transportasi umum seperti dimanjakan. Pesan kapan saja, dari mana saja, dengan tujuan kemana saja bisa dilakukan. Mudah. Dengan tarif yang kompetitif, tidak harus menunggu di halte atau pinggir jalan, bisa dari ruang ber-AC tidak perlu berpanas-panasan dibawah terik matahari pinggir jalan yang berdebu, diperlakukan dengan ramah. Sudah tidak ada cerita lagi penumpang menunggu angkot ‘ngetem’ puluhan menit. Tidak ada cerita lagi penumpang diturunkan ditengah perjalanan dengan alasan ‘tidak ada sewa’ karena penumpangnya cuma satu dua orang saja. Tidak ada cerita lagi ‘ditembak’ tukang ojek dengan tarif yang irasional. Blaassss… semua kebobrokan masa lalu hanya tinggal kenangan dengan kemajuan teknologi.

Maka pengemudi konvensional tidak hanya bersaing dengan sesama mereka dan pengemudi angkutan berbasis aplikasi saja. Mereka pun harus bersaing dengan ‘ego’ calon penumpang. Bagaimana caranya menarik calon penumpang agar mau memanfaatkan jasa angkutan konvensional itu yang harus dicarikan solusinya. Sebagai konsumen tentu penumpang berpikiran, “Duit aing kumaha aing wae, atuh!” Konsumen punya banyak pilihan. Tidak mau yang biru masih ada yang hijau. Tidak suka yang hijau masih ada yang orange.

IBM Digital Disruption

According to an internal slide from IBM, the company believes the disruption already happened. Sumber: https://vrworld.com/2015/11/09/ibm-disruption-has-already-happened/

Like all the other tracks from the LP, “Video”‘s theme was promotion of technology while worrying about its effects. This song relates to concerns about mixed attitudes towards 20th-century inventions and machines for the media arts. – Video Killed The Radio Star, Wikipedia

Majunya teknologi memang membuat beberapa profesi dan bidang keahlian menjadi obsolete. Seberapa tenar bintang sandiwara radio dibandingkan dengan artis sinetron atau bintang Hollywood saat ini? Zip! Beruntunglah loper koran atau tukang pos tidak menggerebek kantor berita online dan layanan e-commerce atau penyedia layanan surat elektronik karena teknologi yang mereka terapkan membuat jasa tukang pos dan loper koran menjadi kurang berarti. Alhamdulillah, mereka tidak mengalami post-power syndrome saat masa jaya mereka berakhir.

Kalau sekarang angkutan konvensional dilibas dengan layanan angkutan online berbasis aplikasi, apakah hal yang sama juga akan menimpa para pengemudi angkutan berbasis aplikasi dimasa mendatang? Bisa saja terjadi. Kalau kendaraan-kendaraan otonom semakin terjangkau, teknologinya semakin mantap dan dapat diandalkan, budaya manusia yang semakin bergantung pada teknologi, maka bukan tidak mungkin penyedia transportasi berbasis aplikasi akan memilih mesin-mesin tersebut.

Banyak hal akan berubah, tapi ada satu yang tidak ikut berubah, yaitu perubahan itu sendiri. Seseorang pernah mengatakan, “Fully supported environment, but less challenged, transforms human into machine. Fully challenged environment, but less supported, transforms human into monster. What’s make human truly human?

Dalam Al Quran Allah swt berfirman:

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Hud: Ayat 6)

“Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab, “Allah.” Maka katakanlah, “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”” (QS. Yunus: Ayat 31)

Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman:

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d: Ayat 11)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Semoga bermanfaat. Salam hangat dari kota hujan.

Kalender 2017

Alhamdulillah, akhirnya bisa selesai buat posting kalender 2017 ini.

Tema kalender 2017 ini adalah mosaik. Paduan titik, garis, kurva, poligon dan warna dalam pola yang acak-acakan dalam keteraturan. Yah, walaupun tidak semuanya jadi mosaik, misalnya bulan Desember. Mudah-mudahan bermanfaat dan kalau ada yang perlu dikoreksi, silahkan masukan saran perbaikannya di kolom komentar.

Salam hangat dari kota hujan.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437H

image

Alhamdulillah kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang dinanti-nanti. Semoga di bulan yang suci ini kita bisa meningkatkan amal ibadah agar kelak dapat kembali menjadi insan-insan yang fitri pada hari Idul Fitri. Insya Allah.

Selaku punggawa blog ini saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1437H.

NB:
Aplikasi Toolwiz Photos di Android keren, lho 😀